- Beranda
- Berita dan Politik
Dibalik THR Fantastis, Jokowi Korbankan Ekonomi Negara?
...
TS
soekirmandia
Dibalik THR Fantastis, Jokowi Korbankan Ekonomi Negara?
Dibalik THR Fantastis, Jokowi Korbankan Ekonomi Negara?
Mei 24, 2018 14:01

Jakarta, Aktual.com – Rupiah dalam kondisi terpuruk dalam sebulan terakhir ini. Bagaimana tidak! Setelah kurang lebih hampir dalam dua tahun rupiah stabil di kisaran angka Rp13 ribuan, kini kurs rupiah menunjukan keterpurukannya di atas level Rp14 ribuan per USD. Dengan keterpurukan rupiah tersebut langsung menaikan nilai utang pemerintah yang saat ini sudah di atas Rp5.000 triliun.
Namun lagi-lagi pemerintah nampaknya tanpa beban menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah dan bertambahnya nilai utang negara. Biasanya pemerintah melakukan pengetatan anggaran (austerity) belanja negara, namun kali ini malah jor-joran mengeluarkan pembelajaan lewat pembagian Tunjangan Harian Raya (THR) yang tahun ini besarannya lebih fantastis dari tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya PNS, Anggota Polri, dan Prajurit TNI yang mendapat THR berlimpah, bahkan pensiunan pun juga diberikan THR.
Tentu kenaikan ini menjadi kabar gembira bagi seluruh PNS, TNI, Polri di Tanah Air. Apalagi menjelang lebaran yang notabene pengeluaran masyarakat pasti meningkat. Namun ada apa di balik kebijakan pemerintah yang nampak kontradiksi dengan kondisi moneter negara? Apakah ada kaitannya dengan menjelang tahun politik 2019?
Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5) kemarin mengatakan telah menandatangani peraturan pemerintah (PP) mengenai tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk PNS, TNI, Polri, dan pensiunan.
“Pada hari ini saya telah menandatangani PP yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk pensiunan, PNS, TNI, Polri, dan ada yang istimewa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. THR tahun ini akan diberikan pula kepada pensiunan,” ujar Jokowi.
Jokowi berharap, pemberian THR dan gaji ke-13 tahun ini bukan hanya bermanfaat bagi kesejahteraan PNS, TNI, dan Polri, terutama saat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, namun juga bagi peningkatan kinerja. “Kita juga berharap ada peningkatan kinerja ASN (aparatur sipil negara) dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan,” ujar Jokowi.
http://www.aktual.com/dibalik-thr-fa...konomi-negara/
THR PNS 2018 Kuras APBN Rp35,76 Triliun
Kamis 24 Mei 2018 02:50 WIB
Foto: Jokowi Umumkan THR PNS (Setkab)
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Tunjangan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah untuk ASN, anggota TNI/Polri dan pensiunan akan dibayarkan mulai akhir Mei hingga awal Juni 2018.
"Untuk pembayarannya, kami akan keluarkan PMK, kemudian pengajuan pembayaran THR diajukan oleh satuan kerja kepada kantor perbendaharaan negara," kata Menkeu di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Mengenai besaran anggaran untuk keperluan itu, Menkeu menyebutkan jumlahnya sesuai dengan UU APBN, yaitu UU Nomor 15/2017 mengenai APBN Tahun 2018. Anggaran pembayaran THR dan gaji ke-13 2018 ini adalah sebesar Rp35,76 triliun. Jumlah itu meningkat 68,9% karena tahun 2017 pensiunan tidak mendapat THR.
https://economy.okezone.com/read/201...p35-76-triliun
-----------------------------
Kalau hitung-hiotungan Sri Mulyani selaku ekonom, sederhana saja. Bahwa duit sebesar Rp35 triliun itu pasti punya efek pengganda konsumsi (consumption multiplier effect) yang cukup signifikan terhadap perekononomian nasional.
Hitungannya sbb: bila diassumsikan 'marginal propesity consumption (MPC) daripada PNS, TNI dan Polri itu adalah 0,9 (sekitar 90% dari pendapatan penerima THR itu habis dikonsumsi) ... maka koefisien pengganda multipliernya bisa mencapai 10 kali lipatnya.
Artinya, uang THR sebesar Rp 35 triliun itu bila dibelanjakan habis, dampaknya akan "menyuntikkan" darah segar dalam kegiatan perekonomian senilai 10 kali lipatnya dari Rp35 triliun itu, yaitu sekitar Rp350 triliun. Angka itu cukup signifikan untuk mendorong kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi barang dan jasa nasional. Serta pasti akan mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi di pertengahan tahun ini.

Mei 24, 2018 14:01

Jakarta, Aktual.com – Rupiah dalam kondisi terpuruk dalam sebulan terakhir ini. Bagaimana tidak! Setelah kurang lebih hampir dalam dua tahun rupiah stabil di kisaran angka Rp13 ribuan, kini kurs rupiah menunjukan keterpurukannya di atas level Rp14 ribuan per USD. Dengan keterpurukan rupiah tersebut langsung menaikan nilai utang pemerintah yang saat ini sudah di atas Rp5.000 triliun.
Namun lagi-lagi pemerintah nampaknya tanpa beban menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah dan bertambahnya nilai utang negara. Biasanya pemerintah melakukan pengetatan anggaran (austerity) belanja negara, namun kali ini malah jor-joran mengeluarkan pembelajaan lewat pembagian Tunjangan Harian Raya (THR) yang tahun ini besarannya lebih fantastis dari tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya PNS, Anggota Polri, dan Prajurit TNI yang mendapat THR berlimpah, bahkan pensiunan pun juga diberikan THR.
Tentu kenaikan ini menjadi kabar gembira bagi seluruh PNS, TNI, Polri di Tanah Air. Apalagi menjelang lebaran yang notabene pengeluaran masyarakat pasti meningkat. Namun ada apa di balik kebijakan pemerintah yang nampak kontradiksi dengan kondisi moneter negara? Apakah ada kaitannya dengan menjelang tahun politik 2019?
Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5) kemarin mengatakan telah menandatangani peraturan pemerintah (PP) mengenai tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk PNS, TNI, Polri, dan pensiunan.
“Pada hari ini saya telah menandatangani PP yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk pensiunan, PNS, TNI, Polri, dan ada yang istimewa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. THR tahun ini akan diberikan pula kepada pensiunan,” ujar Jokowi.
Jokowi berharap, pemberian THR dan gaji ke-13 tahun ini bukan hanya bermanfaat bagi kesejahteraan PNS, TNI, dan Polri, terutama saat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, namun juga bagi peningkatan kinerja. “Kita juga berharap ada peningkatan kinerja ASN (aparatur sipil negara) dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan,” ujar Jokowi.
http://www.aktual.com/dibalik-thr-fa...konomi-negara/
THR PNS 2018 Kuras APBN Rp35,76 Triliun
Kamis 24 Mei 2018 02:50 WIB
Foto: Jokowi Umumkan THR PNS (Setkab)JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Tunjangan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah untuk ASN, anggota TNI/Polri dan pensiunan akan dibayarkan mulai akhir Mei hingga awal Juni 2018.
"Untuk pembayarannya, kami akan keluarkan PMK, kemudian pengajuan pembayaran THR diajukan oleh satuan kerja kepada kantor perbendaharaan negara," kata Menkeu di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Mengenai besaran anggaran untuk keperluan itu, Menkeu menyebutkan jumlahnya sesuai dengan UU APBN, yaitu UU Nomor 15/2017 mengenai APBN Tahun 2018. Anggaran pembayaran THR dan gaji ke-13 2018 ini adalah sebesar Rp35,76 triliun. Jumlah itu meningkat 68,9% karena tahun 2017 pensiunan tidak mendapat THR.
https://economy.okezone.com/read/201...p35-76-triliun
-----------------------------
Kalau hitung-hiotungan Sri Mulyani selaku ekonom, sederhana saja. Bahwa duit sebesar Rp35 triliun itu pasti punya efek pengganda konsumsi (consumption multiplier effect) yang cukup signifikan terhadap perekononomian nasional.
Hitungannya sbb: bila diassumsikan 'marginal propesity consumption (MPC) daripada PNS, TNI dan Polri itu adalah 0,9 (sekitar 90% dari pendapatan penerima THR itu habis dikonsumsi) ... maka koefisien pengganda multipliernya bisa mencapai 10 kali lipatnya.
Artinya, uang THR sebesar Rp 35 triliun itu bila dibelanjakan habis, dampaknya akan "menyuntikkan" darah segar dalam kegiatan perekonomian senilai 10 kali lipatnya dari Rp35 triliun itu, yaitu sekitar Rp350 triliun. Angka itu cukup signifikan untuk mendorong kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi barang dan jasa nasional. Serta pasti akan mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi di pertengahan tahun ini.

Diubah oleh soekirmandia 26-05-2018 16:54
0
3K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya