- Beranda
- Berita dan Politik
Kelompok Radikal Sasar Kalangan Buruh
...
TS
auliea
Kelompok Radikal Sasar Kalangan Buruh
Mantan Komandan NII: Kelompok Radikal Sasar Kalangan Buruh
Pendiri NII Crisis Center yang juga Mantan Komandan NII, Ken Setiawan mengatakan bahwa Perekrutan anggota kelompok radikal di Indonesia tidak hanya menyasar kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.
Namun, juga kaum buruh, bahkan buruh dinilai lebih berpotensi bergabung dari pada kalangan lain.
"Pasalnya kalau pelajar/ mahasiswa memiliki waktu yang terbatas, pulang tidak tepat waktu saja dicari orang tua, tapi kalau buruh apalagi yang tinggal jauh dari keluarga, tidak terpantau
Ken menjelaskan dari 5.000 kasus warga yang bergabung ke kelompok radikal yang dia tangani sejak tahun 2011, lebih didominasi buruh.
Bergabungnya buruh ke kelompok radikal ini biasanya dikarenakan faktor solidaritas antar perantau, sehingga merasa senasib dan sepenanggungan, jadi perekrutan lebih mudah.
Sama sama dari daerah dan mengadu nasib di ibu kota, biasanya bila korban belum ada kontrakan dan pekerjaan akan di berikan tumpangan gratis dan dijanjikan pekerjaan. Tapi hanya sebagai basa basi saja ujungnya nanti akan diajak mengikuti kajian agama.
Bila sudah sepemahaman, akhirnya dicuci otaknya hingga bergabung di kelompok radikal tersebut," jelasnya.
Dijelaskan Ken, ciri-ciri orang yang bergabung ke dalam kelompok radikal biasanya sifatnya berubah menjadi pendiam, suka berbohong karena menyimpan rahasia yang hanya boleh diketahui kelompoknya.
Untuk karyawan formal, kebanyakan mereka tiba-tiba keluar dari perusahaan tanpa alasan jelas.
Ada yang sampai bertahun tahun tidak pulang karena aktif di kelompok radikal, bahkan ada laporan ke NII Crisis Center dari kalangan buruh yang berangkat ke suriah mendukung ISIS dan dia tidak kembali lali, infonya meninggal suriah.
Kalau seorang pelajar atau mahasiswa tidak pulang kan biasanya dicari keluarganya, tapi kalau kalangan buruh tidak pulang ke kost atau kontrakan ya tidak ada yang cari, mau enggak pulanh sehari, seminggu, bahkan sebulan pun enggak ada yang cari, paling yang mencari yg punya kost atau kontrakan karena tidak bayar kontrakan.
Contoh kasus lagi seorang karyawan perusahaan di Cikarang, sudah jadi karyawan tetap tapi malah keluar.
Itu karena dia harus mengumpulkan dana yang banyak, sehingga tidak ada waktu untuk bekerja, mereka harus fokus dalam kelompok barunya," tukasnya.
Bahkan Ken mengatakan saat dulu bergabung pernah mempunyai jamaah dari kalangan Asisten Rumah Tangga, satu apartemen puluhan anggota disana.
Karena itu, kata Ken, pihaknya memberikan pemahaman bahaya radikalisme tersebut kepada para kalangan buruh, pasalnya mereka merupakan bagian dari masyarakat yang paling banyak di sasar oleh kelompok radikal.
Menurut Ken Setiawan, bukan hanya anak orang kaya saja yang menjadi target, semua orang berpotensi untuk di rekrut, bahkan yang tidak sekolah dan tidak bekerja pun bisa menjadi target perekrutan.
Kok bisa? Sekarang mereka membuat oraganisasi yang legal berupa LSM, Yayasan Yatim Piatu, Duafa dll.
Para jamaah dari kalangan buruh tersebut akan diminta menjadi relawan pencari dana untuk mendukung kelompok mereka.
Mereka nongkrong di ATM, Pom Bensin, Halte Bus Way, Parkiran, Food Court, masjid bila jumatan, bahkan kalau ada bencana mereka turun dari rumah ke rumah sebagai relawan kemanusian.
Mereka menurunkan ribuan personil dan hasilnya di luar dugaan, satu orang relawan saja yang di tempatkan di atm sehari bisa mendapat jutaan.
Kalau kita ambil uang jutaan dan nyisihkan Rp 10 ribu kan nggak sayang, anggap itu infak, tapi sepuluh ribu, dia dari pagi sampai malam ternyata hasilnya besar sekali dan tidak beresiko, paling hanya ribut dengan security karena tidak semua atm dan tempat umum dibolehkan.
"Saya kebetulan pernah ikut kelompok radikal, saya merasa bersalah dan berdosa, setelah sadar, saya merasa bertanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak menjadi korban, cukup saya dkk di NII Crisis Center, Jangan ada lagi korban seperti saya," tukasnya.
Sumber http://www.tribunnews.com/nasional/2...kalangan-buruh
Hotline Pengaduan Masyarakat tentang Radikal
whatsapp 08985151228- 085211231363
Pendiri NII Crisis Center yang juga Mantan Komandan NII, Ken Setiawan mengatakan bahwa Perekrutan anggota kelompok radikal di Indonesia tidak hanya menyasar kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.
Namun, juga kaum buruh, bahkan buruh dinilai lebih berpotensi bergabung dari pada kalangan lain.
"Pasalnya kalau pelajar/ mahasiswa memiliki waktu yang terbatas, pulang tidak tepat waktu saja dicari orang tua, tapi kalau buruh apalagi yang tinggal jauh dari keluarga, tidak terpantau
Ken menjelaskan dari 5.000 kasus warga yang bergabung ke kelompok radikal yang dia tangani sejak tahun 2011, lebih didominasi buruh.
Bergabungnya buruh ke kelompok radikal ini biasanya dikarenakan faktor solidaritas antar perantau, sehingga merasa senasib dan sepenanggungan, jadi perekrutan lebih mudah.
Sama sama dari daerah dan mengadu nasib di ibu kota, biasanya bila korban belum ada kontrakan dan pekerjaan akan di berikan tumpangan gratis dan dijanjikan pekerjaan. Tapi hanya sebagai basa basi saja ujungnya nanti akan diajak mengikuti kajian agama.
Bila sudah sepemahaman, akhirnya dicuci otaknya hingga bergabung di kelompok radikal tersebut," jelasnya.
Dijelaskan Ken, ciri-ciri orang yang bergabung ke dalam kelompok radikal biasanya sifatnya berubah menjadi pendiam, suka berbohong karena menyimpan rahasia yang hanya boleh diketahui kelompoknya.
Untuk karyawan formal, kebanyakan mereka tiba-tiba keluar dari perusahaan tanpa alasan jelas.
Ada yang sampai bertahun tahun tidak pulang karena aktif di kelompok radikal, bahkan ada laporan ke NII Crisis Center dari kalangan buruh yang berangkat ke suriah mendukung ISIS dan dia tidak kembali lali, infonya meninggal suriah.
Kalau seorang pelajar atau mahasiswa tidak pulang kan biasanya dicari keluarganya, tapi kalau kalangan buruh tidak pulang ke kost atau kontrakan ya tidak ada yang cari, mau enggak pulanh sehari, seminggu, bahkan sebulan pun enggak ada yang cari, paling yang mencari yg punya kost atau kontrakan karena tidak bayar kontrakan.
Contoh kasus lagi seorang karyawan perusahaan di Cikarang, sudah jadi karyawan tetap tapi malah keluar.
Itu karena dia harus mengumpulkan dana yang banyak, sehingga tidak ada waktu untuk bekerja, mereka harus fokus dalam kelompok barunya," tukasnya.
Bahkan Ken mengatakan saat dulu bergabung pernah mempunyai jamaah dari kalangan Asisten Rumah Tangga, satu apartemen puluhan anggota disana.
Karena itu, kata Ken, pihaknya memberikan pemahaman bahaya radikalisme tersebut kepada para kalangan buruh, pasalnya mereka merupakan bagian dari masyarakat yang paling banyak di sasar oleh kelompok radikal.
Menurut Ken Setiawan, bukan hanya anak orang kaya saja yang menjadi target, semua orang berpotensi untuk di rekrut, bahkan yang tidak sekolah dan tidak bekerja pun bisa menjadi target perekrutan.
Kok bisa? Sekarang mereka membuat oraganisasi yang legal berupa LSM, Yayasan Yatim Piatu, Duafa dll.
Para jamaah dari kalangan buruh tersebut akan diminta menjadi relawan pencari dana untuk mendukung kelompok mereka.
Mereka nongkrong di ATM, Pom Bensin, Halte Bus Way, Parkiran, Food Court, masjid bila jumatan, bahkan kalau ada bencana mereka turun dari rumah ke rumah sebagai relawan kemanusian.
Mereka menurunkan ribuan personil dan hasilnya di luar dugaan, satu orang relawan saja yang di tempatkan di atm sehari bisa mendapat jutaan.
Kalau kita ambil uang jutaan dan nyisihkan Rp 10 ribu kan nggak sayang, anggap itu infak, tapi sepuluh ribu, dia dari pagi sampai malam ternyata hasilnya besar sekali dan tidak beresiko, paling hanya ribut dengan security karena tidak semua atm dan tempat umum dibolehkan.
"Saya kebetulan pernah ikut kelompok radikal, saya merasa bersalah dan berdosa, setelah sadar, saya merasa bertanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak menjadi korban, cukup saya dkk di NII Crisis Center, Jangan ada lagi korban seperti saya," tukasnya.
Sumber http://www.tribunnews.com/nasional/2...kalangan-buruh
Hotline Pengaduan Masyarakat tentang Radikal
whatsapp 08985151228- 085211231363
0
1.5K
20
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.1KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya