- Beranda
- Berita Luar Negeri
Dunia di Ambang Krisis Ekonomi, Argentina Naikkan Suku Bunga Bank Jadi 40%
...
TS
omdikenyotom
Dunia di Ambang Krisis Ekonomi, Argentina Naikkan Suku Bunga Bank Jadi 40%

BUENOS AIRES - Argentina menaikkan suku bunga utamanya untuk ketiga kalinya dalam seminggu, meningkatkan perlawanan terhadap aksi jual dalam mata uangnya, setelah peso membukukan penurunan terburuk lebih dari dua tahun pada Kamis (3/5).
Mengutip Bloomberg, Jumat (4/5), bank sentral Argentina menaikkan suku bunga sebesar 675 basis poin menjadi 40% dari sebelumnya sebesar 33,25% pada hari Jumat, menurut pernyataan resmi bank sentral Argentina.
Bank sentral mengatakan akan terus menggunakan semua alat yang tersedia untuk menghindari gangguan di pasar dan menjamin perlambatan inflasi.
Bank sentral juga mengatakan bahwa kebijakan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi kepemilikan bank dalam mata uang asing menjadi 10% dari 30%.
Tingkat suku bunga baru ini akan berlaku efektif sejak Senin (7/5).
Mata uang Argentina, Peso telah turun 17% tahun ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dan anjlok 8,5% pada hari Kamis, yang merupakan penurunan terburuk sejak Desember 2015.
Mata uang Peso akhirnya berhasil rebound pada hari Jumat setelah pengumuman bank. Pada sesi perdagangan Jumat kemarin, Peso diperdagangkan 0,6% lebih tinggi menjadi 22,24 per dolar di New York.
"Otoritas moneter mengambil keputusan ini dengan tujuan menghindari perilaku mengganggu dalam nilai tukar, serta untuk menjamin proses disinflasi, dan siap untuk bertindak lagi jika perlu," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Bloomberg.
Singapura memperketat moneter
Bank sentral Singapura diperkirakan akan mengetatkan kebijakan moneter pada bulan April ini. Pengetatan ini untuk pertama kalinya dalam enam tahun.
Langkah ini ditempuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi Singapura yang terlihat sudah cukup solid untuk bergeser dari posisi sebelumnya yang disebut dengan periode pelemahan akut.
Sebanyak 12 analis dari 19 analis yang disurvei Reuters memperkirakan Monetary Authority of Singapore (MAS) akan mengetatkan kebijakan nilai tukar mata uangnya pada 13 April mendatang dengan menaikkan nominal effectivice exchange rate (NEER).
Ini adalah kebijakan ukuran nilai mata uang negara terhadap rata-rata tertimbang dari beberapa mata uang asing.
Kenaikan NEER menunjukkan apresiasi mata uang Singapura terhadap keranjang mata uang tertimbang dari mitra dagang.
Seperti dikutip Reuters, ke-12 analis memprediksi, MAS sedikit menaikkan NEER dari level 0% yang dipertahankan dalam dua tahun terakhir.
Sementara analis lainnya memprediksi MAS mempertahankan kebijakannya yang berjalan saat ini.
Bank Sentral Singapura mengatur kebijakan moneter dengan perubahan nilai tukar daripada mengatur suku bunga.
Regulator mengkondisikan dollar Singapura bisa menguat atau melemah terhadap mata uang asing yang menjadi mitra dagang utama dengan kebijakan nilai tukar yang dirahasiakan lewat kebijakan NEER ini.
Kebijakan ini menyesuaikan dengan mengubah tingkat apresiasi, titik tengah, atau kebijakan kisaran rentang nilai tukar dolar Singapura.
Perkiraan awal pemerintah terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Singapura di kuartal I 2018 akan meningkat 1% dari kuartal sebelumnya.
Jika dibandingkan periode sama di kuartal I 2017, kemungkinan pertumbuhan PDB sebesar 4,3%.
Momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat dan perbaikan pasar tenaga kerja mengaburkan risiko ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS).
"Pemulihan telah terlihat meskipun risiko penurunan juga tampak di depan mata," ujar Vishnu Varathan, Kepala Ekonom Mizuho Bank. *
http://manado.tribunnews.com/2018/05/05/dunia-di-ambang-krisis-ekonomi-argentina-naikkan-suku-bunga-bank-jadi-40?page=3
Diubah oleh omdikenyotom 17-05-2018 18:00
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
2K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
81.9KThread•19.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya