- Beranda
- Berita dan Politik
Tak Pantas Ali Imron Diajak Rapat di DPR Bahas UU Terorisme
...
TS
counterjihad
Tak Pantas Ali Imron Diajak Rapat di DPR Bahas UU Terorisme

JAKARTA – Pelaku Bom Bali I Ali Imron diberi kesempatan mengikuti rapat tertutup dengan Pansus Terorisme di DPR. Dalam kesempatannya Ali Imron menyampaikan pengalamannya selama menjadi jihadis
Pengamat politik Ghaez Chalifah mengatakan, kehadiran seorang yang pernah melakukan aksi teror di DPR dinilai tak pantas. Ali Imron diketahui hadir dibawa oleh Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius.
“Menurut saya tidak tepat seorang teroris yang telah melakukan pembunuhan banyak orang diberikan tempat terhormat di DPR untuk bicara,” kata Ghaez kepada Okezone, Jumat (26/8/2016).
Ghaez menilai, seharusnya yang dimintai memberikan pandangan adalah masyarakat yang menjadi korban dari gerakan terorisme ini. Menurut dia, dengan munculnya Ali Imron di DPR akan membangun persepsi yang negatif di tengah masyarakat.
“Bukan kalangan dari terorisnya yang diberikan tempat tapi masyarakat yang merasa di rugikan,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius mengajak Ali Imron untuk menceritakan pengalamannya selama menjadi jihadis kepada Anggota DPR dalam rapat dengan Pansus Terorisme.
Suhardi beralasan, dirinya mengajak adik dari Imam Samudera itu, yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya selama menjadi jihadis ini agar Pansus Terorisme mendapat gambaran dari mantan pelaku.
"Kita ingin memberikan gambaran dari sisi itu yang dia bilang sendiri kan anggota dewan presentasi rakyat. Dengar sendiri dari narapidana bagaimana dia mengemas itu, dan kemudian nih kaitannya dengan apa upaya pemerintah untuk mengantisipasi," kata Suhardi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 25 Agustus 2016.
http://news.okezone.com/read/2016/08...s-uu-terorisme
kok masi dipelihara aja mahluk begini?
orang begini dijadiin nara sumber

pengertian dia terhadap teror aja udah menyimpang....

Teroris Ali Imron: Jihad itu Bukan Membunuh atau Membantai
Jakarta - Teror berdarah di Paris, Prancis, yang menewaskan ratusan orang beberapa waktu lalu dilakukan oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Apa tanggapan teroris Ali Imron yang pernah melakukan pengeboman di Kuta, Bali pada 2002 silam?
"Tidak baik jika melakukan cara-cara dengan pengeboman. Jihad adalah perang bukan membunuh atau membantai," kata Ali Imron, Rabu (25/11/2015).
Hal ini diungkapkan pria yang juga dikenal bernama alias Ale usai acara diskusi soal terorisme di Main Hall Polda Metro Jaya. Ali yang masih menjalani masa tahanan ini dibon oleh Polda Metro untuk memberikan pendapat soal terorisme.
Adik dari teroris Amrozi ini berpendapat, jaringan teroris di Indonesia tidak akan melakukan hal serupa seperti yang dilakukan ISIS di Paris. Menurutnya, pemahaman ideologi kekompok teroris di Indonesia seperti Jamaah Islamiah dengan ISIS berbeda.
"Kalaupun toh mungkin, itu pun dilakukan oleh orang-orang ISIS. Karena beda pemahaman kami dengan mereka," katanya.
Ali Imron lalu mengenang ketika kelompok JI ikut bertempur di Afganistan. Menurutnya, JI tidak pernah mengkafirkan pihak pemerintah.
"Contoh, kami sampai keluar ke Afganistan tahun 1985 sampi akhir 1994, meskipun kami keluar dari rezim Soeharto, kami belum pernah mengkafirkan Soeharto atau orang-orang yang duduk di pemerintahan bilang kafir, enggak pernah," jelasnya.
"Orang yang duduk di pemerintahan Indonesian dari RT sampai pemerintahannya kafir yang muslim, maksudnya. Yang begitu ini yang tidak ada dalam pemikiran kami. Kalau saya punya pemikiran seperti itu maka orang sudah habisi kami," tambahnya. (mei/hri)
http://m.detik.com/news/berita/30803...atau-membantai
lah dia lupa apah dipenjara gara2 apaan?

0
2.1K
20
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya