Kaskus

News

firgi1234Avatar border
TS
firgi1234
Donatur Terbesar #2019GantiPresiden Ternyata pernah tersandung Kasus Penipuan
Suara.com - Gerakan #2019GantiPresiden resmi dideklarasikan pada Minggu (6/5/2018) di Jakarta dan Mardani Ali Sera selaku inisiator gerakan itu, mengungkapkan dana yang digunakan untuk deklarasi tersebut sebagian besar disumbangkan oleh Neno Warisman.

Dalam deklarasi yang digelar di area luar Monas, Jakarta Pusat, gerakan #2019GantiPresiden antara lain membagi-bagikan buku manual bagi para relawan.

"Dananya Rp 40 juta" ujar Mardani yang juga Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mardani menerangkan, uang tersebut berasal dari patungan relawan yang berharap ada pemimpin baru tahun 2019. Namun, dana terbesar bersumber dari Neno Warisman.

"Itu urunan dari tim. Mayoritas dari Neno," kata dia

Neno merupakan mantan penyanyi sekaligus bintang film era 1980-an. Saat ini, perempuan yang memiliki nama Titi Widoretno Warisman ini lebih aktif di akvitas politik dan keagamaan.

Buku yang disusun oleh tim hukum dan Gerakan #2019GantiPresiden itu berisikan panduan untuk relawan yang ingin memiliki pemimpin baru tahun depan.

"Bukun berisi dos and don'ts. Apa saja yang bisa dilakukan relawan dan tidak boleh. Contoh tidak boleh melakukan provokasi dan lain-lain," kata dia.

Menurut Mardani, gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang legal. Sebab hal ini diatur dalam konstitusi, khusunya di dalam pasal 28 E ayat 2 dan 3 UUD 1945, setiap orang berhak berkumpul dan berserikat, serta berhak berpendapat.

-----------
Liputan6.com, Jakarta Artis era 80an Neno Warisman dilaporkan pasangan suami-istri Geodi Naim dan Mirza Dewiyanti ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan perjalanan umrah ke Tanah Suci. Karena kasus ini, keduanya merugi hingga US$ 2.550. Bagaimana ceritanya?


Jumat (6/3/2015), Liputan6.com berbincang dengan pengacara Ahmad Ramzy. Dia merupakan kuasa hukum yang ditunjuk oleh Geodi dan Mirza. Kasus ini bermulai dari pengajian ibu-ibu.

"Awal mulanya, mereka dan Neno Warisman satu pengajian di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Dari situ ada ide untuk umrah bareng menggunakan jasa Neno Tour (biro jasa perjalanan milik Neno Warisman). Akhirnya mereka mengumpulkan uang," kata Ramzy membuka cerita.

Geodi dan Mirza mentransfer uang sebesar US$ 2.550 ke rekening Nano Tour untuk pembayaran biaya perjalanan umrah untuk dua orang. Setelahnya, Geodi dan Mirza dijanjaikan terbang ke Tanah Suci pada 24 Desember 2014.

"Ternyata, setelah tiba di Bandara, mereka tidak jadi terbang karena visa belum keluar. Alasannya paspor hilang di Kedubes Saudi Arabia," cetus Ramzy.

Total, di hari itu ada 32 jamaah yang batal berangkat. Neno Tour menempuh jalan kekeluargaan untuk memberi kompensasi. "Sebagian ada yang diatur ulang jadwalnya, sebagian dikembalikan uangnya. Nah, klien saya belum dikembalikan uangnya," tutur dia.

Atas hal itu, Neno Warisman selaku pemilik Neno Tours pun dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 8 Januari lalu. "Sampai saat ini, saksi sudah diperiksa termasuk tiga karyawan Neno Warisman," tandas Ramzy.

Menurut Ramzy, Neno Warisman sudah dikirim surat pemanggilan oleh polisi. Rencananya, penyanyi yang belakangan aktif di dunia keagamaan itu akan menjalani pemeriksaan pada 9 Maret mendatang di Polres Jakarta Selatan.

"Menurut informasi dari penyidik, Neno akan diperiksa sebagai saksi pada Senin mendatang," ungkap Ramzy. (fei)

Spoiler for sumber:


Donatur Terbesar #2019GantiPresiden Ternyata pernah tersandung Kasus Penipuan
Donatur Terbesar #2019GantiPresiden Ternyata pernah tersandung Kasus Penipuan
Diubah oleh firgi1234 07-05-2018 16:11
0
8.4K
69
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.1KThread58.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.