others
Batal
link has been copied
9997
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aabbf6960e24ba5288b4568/holy-anda-bertanya-muslim-menjawab---part-44
“Katakanlah (Muhammad): ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu, dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka, mereka menjawab: ‘Allah.’ Maka, katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?
Lapor Hansip
16-03-2018 19:58

[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab

“Katakanlah (Muhammad): ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu, dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’
Maka, mereka menjawab: ‘Allah.’ Maka, katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’ Maka, (Dzat yang demikian) itulah Allah, Rabb kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka, mengapa kamu masih berpaling (dari kebenaran)?”
[Yunus: 31-32]



editan per 24 april 2015 by asdasad

  1. Konsep Penjawab Resmi sudah tidak ada di ABMM, namun bagi yang suka mengikuti ABMM, ada beberapa penjawab yang biasa menjawabi pertanyaan di ABMM

  2. Untuk sementara penjawab yg biasa menjawab di ABMM tersebut sedang tidak aktif, sehingga jawaban bersifat sukarela oleh netizen yang aktif di ABMM saat ini



Quote:
Contoh Dukun Yang Menyamar Menjadi Kyai atau Syekh

Dilarang Memaki Sembahan Selain Allah dan Berbuat Kerusakan

Mayat Yang Tidak Dishalatkan

Apakah Tuhan Adil? Mengapa Masih Ada Yang Kafir?

Nisab Zakat Maal [Harta]

Nisab Zakat Ternak dan Perdagangan

Infaq dan Shadaqah

Nasib Kaum Yang Belum Menerima Da'wah Islam : Bagian 1 dan 2

Hukum Penggunaan Software Bajakan

Dilarang Memaki dan Berkata Kasar

Kaidah Menerapkan Sunnah Rasulullah

Islam Bukan Milik Pemenang Debat

Ijtihad

Apakah Hiu Halal?

Tentang Munafik

Definisi Sukses Menurut Islam

Shalat Istisqa [Minta Hujan]

Shalat Rawatib

Sujud Tilawah

Sujud Syahwi : Bagian 1 dan 2

Sujud Syukur

Hukum Nikah Cerai [Nikah Kontrak]

Jin : Bagian 1, 2, 3 dan 4

Apakah Aisyah Menikah di Usia 9 Tahun? : Bagian 1, dan 2

Makna Bulan Bintang

Tentang Pencurian

Bagaimana AlQur'an Dipelihara?

Tentang Shalat Jum'at

Apakah Islam Sebuah Agama? : Bagian 1 dan 2

Biografi Singkat Anas ibn Malik

Pernikahan Wanita Yang Hamil Di Luar Nikah

Matahari Terbenam Ke Dalam Kolam Lumpur

Apakah Muslim Menyembah Ka'bah?

Penghalang Antara Ummat Muslim dan Kaum Kristiani

Istawa




Quote:Setan : Bagian 1, 2, 3, dan 4


Quote:Apakah AlQur'an Menjiplak Injil? : Bagian 1, 2, dan 3


Quote:Apakah Nabi Muhammad Menikahi Khadijah Secara Kristen : Bagian 1dan 2

Apakah Maryam Memiliki Mukjizat?

Perbedaan Pendapat Mengenai Pengangkatan Nabi Isa


Quote:Hukum Cadar : Bagian 1dan 2


Quote:Apakah Orangtua Rasulullah Musyrik? (pendapat I)
Apakah Orangtua Rasulullah Musyrik? (pendapat II)



Quote:Kisah Pertemuan Rasulullah Dengan Iblis : Bagian 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8
0
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 106 dari 501
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 17:39
Quote:Original Posted By leo.ambles
taat berlebihan itu diajarin ga mikir nurut aja emoticon-Malu

kalo solat kan mmg ga ada di quran emoticon-Ngacir


Taklid buta itu tidak boleh

=====================
Kedua: Allah ta’alla mencela taklid dan kaum musyrikin jahiliyah yang mengekor perbuatan nenek moyang mereka tanpa didasari ilmu. Allah ta’alla berfirman,

بَلْ قَالُوا إِنا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمةٍ وَإِنا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az Zukhruf: 22).

Allah ta’alla juga berfirman,

اتخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَما يُشْرِكُونَ
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah: 31).

Ayat ini turun terkait dengan orang-orang Yahudi yang mempertuhankan para ulama dan rahib mereka dalam hal ketaatan dan ketundukan. Hal ini dikarenakan mereka mematuhi ajaran-ajaran ulama dan rahib tersebut dengan membabi buta, walaupun para ulama dan rahib tersebut memerintahkan kemaksiatan dengan mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram [lihat hadits riwayat. At-Tirmidzi no. 3096 dari sahabat ‘Ady bin Hatim].
=====================
https://muslim.or.id/2160-jangan-han...klid-buta.html

Ato, mungkin maksud masleo adalah sikap berlebih2an dalam beragama a.k.a ghuluw

Itu juga dilarang, ghuluw itu, di dalamnya termasuk juga taklid buta.

=====================
BEBERAPA ISTILAH UNTUK SIKAP BERLEBIH-LEBIHAN DALAM AGAMA.
Ada beberapa ungkapan lain yang digunakan oleh syariat selain ghuluw ini, di antaranya:

1. Tanaththu’ (Sikap Ekstrem).
`Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda:

هَلَكَ المُتَنَطعُوْنَ
“Celakalah orang-orang yang ekstrim!” Beliau mengucapkannya tiga kali.”[3]

2. Tasyaddud (Memberat-Beratkan Diri).
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُشَددُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَيُشَددُ اللهُ عَلَيْكُمْ فَإِن قَوْمًا شَددُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ فَشَددَ اللهُ عَلَيْهِمْ فَتِلْكَ بَقَايَاُهْم فِي الصوَامِعِ وَالديَارِ وَرَهْبَانِيةً ابْتَدَعُوْهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ
“Janganlah kamu memberat-beratkan dirimu sendiri, sehingga Allah Azza wa Jalla akan memberatkan dirimu. Sesungguhnya suatu kaum telah memberatkan diri mereka, lalu Allah Azza wa Jalla memberatkan mereka. Sisa-sisa mereka masih dapat kamu saksikan dalam biara-biara dan rumah-rumah peribadatan, mereka mengada-adakan rahbaniyyah (ketuhanan/kerahiban) padahal Kami tidak mewajibkannya atas mereka.”[4]

Dalam hadits lain pula Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

إِن الديْنَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَاد الديْنَ إِلا غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama ini mudah. Dan tiada seseorang yang mencoba mempersulit diri dalam agama ini melainkan ia pasti kalah (gagal).”[5]

3. I’tidâ’ (Melampaui Ketentuan Syariat).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ الذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِن اللهَ لَا يُحِب الْمُعْتَدِينَ
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [al-Baqarah/2:190].

Dalam ayat lain Allah Azza wa Jalla telah berfirman:

تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا
“Itulah batasan-batasan hukum Allah, maka janganlah kalian melampauinya.” [al-Baqarah/2:187]

4. Takalluf (Memaksa-Maksa Diri).
Allah Azza wa Jalla berfirman:

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلفِينَ
“Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.” [Shâd/38:86]

Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu ia berkata, “Kami dilarang bersikap takalluf (memaksa-maksa diri).”[6]

SEBAB MUNCULNYA SIKAP GHULUW.
Sebab-sebab munculnya sikap ghuluw ini bermacam-macam, di antaranya:

1. Kebodohan dalam agama. Ini meliputi kebodohan terhadap tujuan inti syariat Islam dan kaidah-kaidahnya serta kebodohan dalam memahami nash-nash al-Qur’ân dan Sunnah. Sehingga kita lihat sebagian pemuda yang memiliki semangat akan tetapi masih dangkal pemahaman dan ilmunya terjebak dalam sikap ghuluw ini.

2. Taqlîd (ikut-ikutan). Taqlîd hakikatnya adalah kebodohan. Termasuk di antaranya adalah mengikuti secara membabi-buta adat istiadat manusia yang bertentangan dengan syariat Islam serta mengikuti tokoh-tokoh adat yang menyesatkan. Kebanyakan sikap ghuluw dalam agama yang berlaku di tengah-tengah masyarakat berpangkal dari sebab ini.

3. Mengikuti hawa nafsu. Timbangan hawa nafsu ini adalah akal dan perasaan. Sementara akal dan perasaan tanpa bimbingan wahyu akan bersifat liar dan keluar dari batasan-batasan syariat.

4. Berdalil dengan hadits-hadits lemah dan palsu. Hadits-hadits lemah dan palsu tidak bisa dijadikan sandaran hukum syar’i. Dan pada umumnya hadits-hadits tersebut dikarang dan dibuat-buat bertujuan menambah semangat beribadah atau untuk mempertebal sebuah keyakinan sesat.

BENTUK-BENTUK GHULUW.
Secara garis besar, ghuluw ada tiga macam: dalam keyakinan, perkataan dan amal perbuatan.

Ghuluw dalam bentuk keyakinan misalnya sikap berlebih-lebihan terhadap para malaikat, Nabi dan orang-orang shalih dengan meyakini mereka sebagai tuhan. Atau meyakini para wali dan orang-orang shalih sebagai orang-orang yang ma’shûm (bersih dari dosa). Contohnya adalah keyakinan orang-orang Syi’ah Rafidhah terhadap ahli bait dan keyakinan orang-orang sufi terhadap orang-orang yang mereka anggap wali.

Ghuluw dalam bentuk ucapan misalnya, puji-pujian yang berlebih-lebihan terhadap seseorang, doa-doa dan dzikir-dzikir bid’ah, misalnya puji-pujian kaum sufi terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamdan wali-wali mereka; demikian pula dzikir-dzikir mereka yang keluar dari ketentuan syariat. Contoh lainnya adalah menambah-nambahi doa dan dzikir, misalnya menambah kata sayyidina dalam salawat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ghuluw dalam bentuk amal perbuatan misalnya mengikuti was-was dalam bersuci atau ketika hendak bertakbîratulihrâm; sehingga kita dapati seseorang berulang-ulang berwudhu’ karena mengikuti waswas. Demikian seseorang yang berulang-ulang bertakbîratul ihrâm karena anggapan belum sesuai dengan niatnya.

Sebenarnya, ada satu jenis ghuluw lagi yang perlu diwaspadai yaitu ghuluw dalam semangat. Jenis ini biasanya merasuki para pemuda yang memiliki semangat keagamaan yang berlebih-lebihan akan tetapi dangkal pemahaman agamanya. Sehingga mereka jatuh dalam sikap sembrono dalam menjatuhkan vonis kafir, fasiq dan bid’ah.
=====================
Sumber: https://almanhaj.or.id/3435-fenomena-ghuluw-melampaui-batas-dalam-agama.html

Jika terjadi ghuluw dalam beragama, jatuhnya bisa jadi khawarij ato teroris.

Sholat, ada perintahnya

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللهَ قِيَامًا وقُعُوْدًا وعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصلٰوةَ ۚ اِن الصلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا موْقُوْتًا
"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 103)

اَقِمِ الصلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشمْسِ اِلٰى غَسَقِ اليْلِ وَقُرْاٰنَ الْـفَجْرِ ۗ اِن قُرْاٰنَ الْـفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
"Laksanakanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula sholat) subuh. Sungguh, sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 78)

حَافِظُوْا عَلَى الصلَوٰتِ وَالصلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلهِ قٰنِتِيْنَ
"Peliharalah semua sholat dan sholat wusta. Dan laksanakanlah (sholat) karena Allah dengan khusyuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 238)

emoticon-Angel emoticon-Kiss emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 17:44
Quote:Original Posted By udin.macho
Barusan tak bela2in ngeyucup..iye bener...padahal faktanya cantik loh...kerudung biru dgn taik lalat di pipi...yg buat jelek itu fiksi emoticon-Ngakak (S)

Mas gud tau arti fakta tdk? Fakta itu diketahui dan di terima secara umum,shg sesuatu itu tdk perlu lg di pertanyakan. Itu fakta.

Kalok masih di pertanyakan itu fiksi.

Ghaib itu fakta yg tersembunyi.

Jika org sombong jd kera itu fakta,faktanya apa? Kenapa firaun ndak jd kera saja,kurang sombong apa dia? Atau qorun,dia pelitkan karena sombong. Kenapa tdk jd kera saja?

Jd faktanya apa?

Iya..iblis ngasi tau,yg ngajarin baca kan nabi muhammad emoticon-Nohope


Sama kyk mas gud. Faktanya apa?


Lhah, di ayat itu, Allah menyatakan demikian, brarti itu fakta, dan siapa yang jadi kera adalah fakta yang tersembunyi a.k.a ghaib

Se-ghaib berita2 ghaib yang diwahyukan Allah kepada nabi Muhammad.

ذٰلِكَ مِنْ اَنـبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَامَهُمْ اَيهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
"Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 44)

Kejadian itu adalah fakta. Apakah Allah akan mewahyukan hal2 yang fiksi dalam wahyuNya?

Yang fiksi itu yang ada di otak omudin, yang ada di kitab suci itu adalah fakta, termasuk di dalamnya berita2 ghaib, dan ayat jadi kera iti adalah termasuk dalam hal berita ghaib.

emoticon-Cape d... emoticon-No Hope
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 17:47
Quote:Original Posted By kerenorang
fiksi itu bisa saja fakta CH. Cerita ka Lo Saya ini penguasa laut selatan karena laut selatan takzim dengan saya.

Apa itu fiksi....


Contoh fiksi yang berupa fakta apa?

Cerita di atas hanya klaim sepihak dari maskeren, sehingga tanpa bukti, maka disebut sebagai fiksi a.k.a karangan maskeren.

Beda dengan kitab suci, yang mana adalah merupakan wahyu Tuhan. Apakah Tuhan akan mewahyukan hal yang fiksi?
emoticon-cystg
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 17:50
Quote:Original Posted By leo.ambles
mau dong dikutuk jadi kera hina emoticon-Malu


[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44

Udah...

emoticon-Leh Uga

emoticon-Ngakak

emoticon-Hammer2
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:03
Quote:Original Posted By Oegank


Lhah, di ayat itu, Allah menyatakan demikian, brarti itu fakta, dan siapa yang jadi kera adalah fakta yang tersembunyi a.k.a ghaib

Se-ghaib berita2 ghaib yang diwahyukan Allah kepada nabi Muhammad.

ذٰلِكَ مِنْ اَنـبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَامَهُمْ اَيهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
"Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 44)

Kejadian itu adalah fakta. Apakah Allah akan mewahyukan hal2 yang fiksi dalam wahyuNya?

Yang fiksi itu yang ada di otak omudin, yang ada di kitab suci itu adalah fakta, termasuk di dalamnya berita2 ghaib, dan ayat jadi kera iti adalah termasuk dalam hal berita ghaib.

emoticon-Cape d... emoticon-No Hope


Ghaib sbg fakta yg tersembunyi itu maksudnya barang tu ada,tapi kita tdk bisa liat dgn panca indera,spt jin,kentut,angin,nafas bauk jigong mas gud dipagi hari. Itu ada tapi ndak keliatan,dibeberapa kasus cuman bisa di"rasa"kan.

Berita ghaib yg di terima nabi dlm ayat itu,bukan berita ttg jin yg tak kasat mata,nabi bisa mengkroscek berita itu ke ahli kitab pd waktu itu. Beda dgn ayat manusia sombong menjadi kera hina,kalok benar ada kejadiannya tentu bisa dikroscek. Kalok ndak tau bilang ndak tau mas gud, mari kita terima itu sbg berita fiksi yg butuh pembuktian realitanya spt apa.
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:03
Quote:Original Posted By Oegank


Taklid buta itu tidak boleh

=====================
Kedua: Allah ta’alla mencela taklid dan kaum musyrikin jahiliyah yang mengekor perbuatan nenek moyang mereka tanpa didasari ilmu. Allah ta’alla berfirman,

بَلْ قَالُوا إِنا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمةٍ وَإِنا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az Zukhruf: 22).

Allah ta’alla juga berfirman,

اتخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَما يُشْرِكُونَ
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah: 31).

Ayat ini turun terkait dengan orang-orang Yahudi yang mempertuhankan para ulama dan rahib mereka dalam hal ketaatan dan ketundukan. Hal ini dikarenakan mereka mematuhi ajaran-ajaran ulama dan rahib tersebut dengan membabi buta, walaupun para ulama dan rahib tersebut memerintahkan kemaksiatan dengan mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram [lihat hadits riwayat. At-Tirmidzi no. 3096 dari sahabat ‘Ady bin Hatim].
=====================
https://muslim.or.id/2160-jangan-han...klid-buta.html

Ato, mungkin maksud masleo adalah sikap berlebih2an dalam beragama a.k.a ghuluw

Itu juga dilarang, ghuluw itu, di dalamnya termasuk juga taklid buta.

=====================
BEBERAPA ISTILAH UNTUK SIKAP BERLEBIH-LEBIHAN DALAM AGAMA.
Ada beberapa ungkapan lain yang digunakan oleh syariat selain ghuluw ini, di antaranya:

1. Tanaththu’ (Sikap Ekstrem).
`Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda:

هَلَكَ المُتَنَطعُوْنَ
“Celakalah orang-orang yang ekstrim!” Beliau mengucapkannya tiga kali.”[3]

2. Tasyaddud (Memberat-Beratkan Diri).
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُشَددُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَيُشَددُ اللهُ عَلَيْكُمْ فَإِن قَوْمًا شَددُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ فَشَددَ اللهُ عَلَيْهِمْ فَتِلْكَ بَقَايَاُهْم فِي الصوَامِعِ وَالديَارِ وَرَهْبَانِيةً ابْتَدَعُوْهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ
“Janganlah kamu memberat-beratkan dirimu sendiri, sehingga Allah Azza wa Jalla akan memberatkan dirimu. Sesungguhnya suatu kaum telah memberatkan diri mereka, lalu Allah Azza wa Jalla memberatkan mereka. Sisa-sisa mereka masih dapat kamu saksikan dalam biara-biara dan rumah-rumah peribadatan, mereka mengada-adakan rahbaniyyah (ketuhanan/kerahiban) padahal Kami tidak mewajibkannya atas mereka.”[4]

Dalam hadits lain pula Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

إِن الديْنَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَاد الديْنَ إِلا غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama ini mudah. Dan tiada seseorang yang mencoba mempersulit diri dalam agama ini melainkan ia pasti kalah (gagal).”[5]

3. I’tidâ’ (Melampaui Ketentuan Syariat).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ الذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِن اللهَ لَا يُحِب الْمُعْتَدِينَ
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [al-Baqarah/2:190].

Dalam ayat lain Allah Azza wa Jalla telah berfirman:

تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا
“Itulah batasan-batasan hukum Allah, maka janganlah kalian melampauinya.” [al-Baqarah/2:187]

4. Takalluf (Memaksa-Maksa Diri).
Allah Azza wa Jalla berfirman:

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلفِينَ
“Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.” [Shâd/38:86]

Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu ia berkata, “Kami dilarang bersikap takalluf (memaksa-maksa diri).”[6]

SEBAB MUNCULNYA SIKAP GHULUW.
Sebab-sebab munculnya sikap ghuluw ini bermacam-macam, di antaranya:

1. Kebodohan dalam agama. Ini meliputi kebodohan terhadap tujuan inti syariat Islam dan kaidah-kaidahnya serta kebodohan dalam memahami nash-nash al-Qur’ân dan Sunnah. Sehingga kita lihat sebagian pemuda yang memiliki semangat akan tetapi masih dangkal pemahaman dan ilmunya terjebak dalam sikap ghuluw ini.

2. Taqlîd (ikut-ikutan). Taqlîd hakikatnya adalah kebodohan. Termasuk di antaranya adalah mengikuti secara membabi-buta adat istiadat manusia yang bertentangan dengan syariat Islam serta mengikuti tokoh-tokoh adat yang menyesatkan. Kebanyakan sikap ghuluw dalam agama yang berlaku di tengah-tengah masyarakat berpangkal dari sebab ini.

3. Mengikuti hawa nafsu. Timbangan hawa nafsu ini adalah akal dan perasaan. Sementara akal dan perasaan tanpa bimbingan wahyu akan bersifat liar dan keluar dari batasan-batasan syariat.

4. Berdalil dengan hadits-hadits lemah dan palsu. Hadits-hadits lemah dan palsu tidak bisa dijadikan sandaran hukum syar’i. Dan pada umumnya hadits-hadits tersebut dikarang dan dibuat-buat bertujuan menambah semangat beribadah atau untuk mempertebal sebuah keyakinan sesat.

BENTUK-BENTUK GHULUW.
Secara garis besar, ghuluw ada tiga macam: dalam keyakinan, perkataan dan amal perbuatan.

Ghuluw dalam bentuk keyakinan misalnya sikap berlebih-lebihan terhadap para malaikat, Nabi dan orang-orang shalih dengan meyakini mereka sebagai tuhan. Atau meyakini para wali dan orang-orang shalih sebagai orang-orang yang ma’shûm (bersih dari dosa). Contohnya adalah keyakinan orang-orang Syi’ah Rafidhah terhadap ahli bait dan keyakinan orang-orang sufi terhadap orang-orang yang mereka anggap wali.

Ghuluw dalam bentuk ucapan misalnya, puji-pujian yang berlebih-lebihan terhadap seseorang, doa-doa dan dzikir-dzikir bid’ah, misalnya puji-pujian kaum sufi terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamdan wali-wali mereka; demikian pula dzikir-dzikir mereka yang keluar dari ketentuan syariat. Contoh lainnya adalah menambah-nambahi doa dan dzikir, misalnya menambah kata sayyidina dalam salawat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ghuluw dalam bentuk amal perbuatan misalnya mengikuti was-was dalam bersuci atau ketika hendak bertakbîratulihrâm; sehingga kita dapati seseorang berulang-ulang berwudhu’ karena mengikuti waswas. Demikian seseorang yang berulang-ulang bertakbîratul ihrâm karena anggapan belum sesuai dengan niatnya.

Sebenarnya, ada satu jenis ghuluw lagi yang perlu diwaspadai yaitu ghuluw dalam semangat. Jenis ini biasanya merasuki para pemuda yang memiliki semangat keagamaan yang berlebih-lebihan akan tetapi dangkal pemahaman agamanya. Sehingga mereka jatuh dalam sikap sembrono dalam menjatuhkan vonis kafir, fasiq dan bid’ah.
=====================
Sumber: https://almanhaj.or.id/3435-fenomena-ghuluw-melampaui-batas-dalam-agama.html

Jika terjadi ghuluw dalam beragama, jatuhnya bisa jadi khawarij ato teroris.

Sholat, ada perintahnya

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللهَ قِيَامًا وقُعُوْدًا وعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصلٰوةَ ۚ اِن الصلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا موْقُوْتًا
"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 103)

اَقِمِ الصلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشمْسِ اِلٰى غَسَقِ اليْلِ وَقُرْاٰنَ الْـفَجْرِ ۗ اِن قُرْاٰنَ الْـفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
"Laksanakanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula sholat) subuh. Sungguh, sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 78)

حَافِظُوْا عَلَى الصلَوٰتِ وَالصلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلهِ قٰنِتِيْنَ
"Peliharalah semua sholat dan sholat wusta. Dan laksanakanlah (sholat) karena Allah dengan khusyuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 238)

emoticon-Angel emoticon-Kiss emoticon-I Love Indonesia


sungguh ahli mas oegank dlm ilmu agama emoticon-thumbsup trims
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:03
Ane muslim dan ane selalu menayakan janji allah tpi sampai sekarang gk ada sedikit pun yg nyata dan w alami.

Contoh Kenyataan palsu surat Al-Baqarah: 286 Tuhan tidak membebani seseorang kecuali itu sesuai dengan kemampuannya.Mana janji allah? Gk usahlah lihat hal yg w alami saat ini lihat dluar orang lain kesusahan peperangan dluar sana kelaparan dll.

Apa itu tidak berebihan?

Justru yg w aneh rezeki orang yg zalim justru melimpah.
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:11
Quote:Original Posted By leo.ambles
sungguh ahli mas oegank dlm ilmu agama emoticon-thumbsup trims

Terimakasih banyak atas pujiannya, masleo.

Tapi, sebener, ogud ndak ahli, masleo.

Cumak rajin mbaca doang. Itu pun ndak apal.

Njawab tadi pun, masih harus nyari lagi di gugel tentang artikel yang ogud inget pernah baca.

emoticon-Sorry

emoticon-Mewek

emoticon-Turut Berduka
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:11
Quote:Original Posted By Oegank


Contoh fiksi yang berupa fakta apa?

Cerita di atas hanya klaim sepihak dari maskeren, sehingga tanpa bukti, maka disebut sebagai fiksi a.k.a karangan maskeren.

Beda dengan kitab suci, yang mana adalah merupakan wahyu Tuhan. Apakah Tuhan akan mewahyukan hal yang fiksi?
emoticon-cystg
saya coba jelaskan pak oegaNK

Fiksi berupa fakta

Contohnya Novel
emoticon-Frown

Ramalan itu bisa kah disebut karangan?

Karena kalau dibelahan bum I kita tidak ad belum tentu di bumi belahan da2x 🤗😵

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:11
Quote:Original Posted By cureinpotion
Ane muslim dan ane selalu menayakan janji allah tpi sampai sekarang gk ada sedikit pun yg nyata dan w alami.

Contoh Kenyataan palsu surat Al-Baqarah: 286 Tuhan tidak membebani seseorang kecuali itu sesuai dengan kemampuannya.Mana janji allah? Gk usahlah lihat hal yg w alami saat ini lihat dluar orang lain kesusahan peperangan dluar sana kelaparan dll.

Apa itu tidak berebihan?

Justru yg w aneh rezeki orang yg zalim justru melimpah.


sabar bree..

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-baqarah: 155)

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:13
Quote:Original Posted By go2alpa


sabar bree..

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-baqarah: 155)



Sabar? Sampai mati kelaparan ? Mati ketembak? Sampai kapan? Kapan berita baik itu datang?
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:16
Quote:Original Posted By cureinpotion


Sabar? Sampai mati kelaparan ? Mati ketembak? Sampai kapan? Kapan berita baik itu datang?


pikiran ente masih tentang dunia saja.. setelah mati game over..

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:16
Quote:Original Posted By Oegank

Terimakasih banyak atas pujiannya, masleo.

Tapi, sebener, ogud ndak ahli, masleo.

Cumak rajin mbaca doang. Itu pun ndak apal.

Njawab tadi pun, masih harus nyari lagi di gugel tentang artikel yang ogud inget pernah baca.

emoticon-Sorry

emoticon-Mewek

emoticon-Turut Berduka


Sebab apa mas gud yakin kalok itu ghuluw,dan bukannya mas gud taklid buta sama yg ngetik itu digogeol?
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:17
Quote:Original Posted By kerenorang
saya coba jelaskan pak oegaNK

Fiksi berupa fakta

Contohnya Novel
emoticon-Frown

Ramalan itu bisa kah disebut karangan?

Karena kalau dibelahan bum I kita tidak ad belum tentu di bumi belahan da2x 🤗😵



emoticon-Cape d...
ya faktanya adalah buku novel...
emoticon-No Hope

ramalan = bisa jadi menduga2, bisa jadi hanya asal menduga2 a.k.a ngarang.

jadi balik lagi, apakah wahyu Tuhan ada hal yang fiksinya?
emoticon-cystg
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:17
OeGang

[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44 emoticon-Ngakak
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:18
Quote:Original Posted By go2alpa


pikiran ente masih tentang dunia saja.. setelah mati game over..



Yaudah gini aja ente tinggalin dunia ente. Sanggup gk?
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:19
sdh akuk jawabQuote:Original Posted By Oegank


emoticon-Cape d...
ya faktanya adalah buku novel...
emoticon-No Hope

ramalan = bisa jadi menduga2, bisa jadi hanya asal menduga2 a.k.a ngarang.

jadi balik lagi, apakah wahyu Tuhan ada hal yang fiksinya?
emoticon-cystg


0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:22
Quote:Original Posted By cureinpotion


Yaudah gini aja ente tinggalin dunia ente. Sanggup gk?


tinggalin dunia? mati gitu? bunuh diri?

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:25
Quote:Original Posted By kerenorang
saya coba jelaskan pak oegaNK

Fiksi berupa fakta

Contohnya Novel
emoticon-Frown

Ramalan itu bisa kah disebut karangan?

Karena kalau dibelahan bum I kita tidak ad belum tentu di bumi belahan da2x 🤗😵



Bentar kisanak...jgn membuat org bingung.

Novel yg dimaksud apakah buku novel? Atau penyidik kpk novel baswedan? Atau pejabat FPI habib novel?

Mohon penjelasannya kisanak. emoticon-Salaman:
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Muslim Menjawab - Part 44
16-04-2018 18:26
Quote:Original Posted By go2alpa


tinggalin dunia? mati gitu? bunuh diri?



Copot semua fasilitas ente. Tinggal di negri orang tanpa uang sama sekali.
0 0
0
Halaman 106 dari 501
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia