alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.64 stars - based on 14 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5accee0ac0cb1768418b4567/hari-gini-masih-demen-nonton-film-lokal
Lapor Hansip
11-04-2018 00:02
Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal
Past Hot Thread
Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal

Quote:
Merasa aneh denga judul thread diatas, atau malah ada yang merasa kesal? Wajar kok, karena sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya kita mensupport film-film produksi dalam negri dan tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan skeptis seperti diatas.

Sebagai seorang yang tumbuh dan berkembang dengan ditemani film-film berkualitas mancanegara setiap malamnya, sudah sepantasnya jika dikemudian hari kita bakal mempunyai standar acuan yang sangat tinggi dalam menentukan film apa saja yang masuk kriteria layak tonton sebagai sarana hiburan.

Walaupun industri film Indonesia sudah mulai kembali menggeliat sejak awal tahun dua ribuan, tapi sampai sejauh ini belum ada satupun film yang dirasa mempunyai kualitas setara dengan film box office dari luar, terutama produksi Holliwood. Dan kembali lagi soal rasa dari orang-orang yang mempunyai standar acuan yang tinggi tadi, jangan salahkan mereka jika skeptis terhadap film-film lokal, tapi kritiklah para praktisi perfilman tanah air yang belum mampu menghadirkan film dengan rasa yang mereka inginkan.

Berikut ada beberapa faktor yang dirasa kudu dibenahi agar perfilman tanah air tidak terlalu ketinggalan jauh kualitasnya dari film-film Hollywood:

1. Aktor

Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal

Bagi sebagian orang menonton beberapa film dengan aktor yang sama jelas mengurangi kenikmatan dari film itu sendiri. Jadi jangan kaget jika bakal ada komentar "Dia lagi dia lagi, kayak ga ada pemain lain aja". Karena sejauh ini kita tahu bahwa ada satu atau dua nama beken yang selalu mendominasi film-film besar tanah air, sepertinya kita memang kekurangan stok untuk peran aktor yang berkualitas.

Disinilah sutradara seharusnya jeli dengan selera pasar dan dituntut melakukan inovasi. Siapa yang tidak akan penasaran jika Iko Uwais membintangi Dibawah Lindungan Ka'bah 2, atau Reza Rahardian bermain di The raid 3 sebagai penjahat utama, atau aktor tidak terkenal yang jadi pemeran utama dari sebuah sekuel film terkenal? Pasti banyak yang tidak sabar untuk menunggu film tersebut segera tayang di bioskop.

2. Genre Film

Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal

Genre film adalah salah satu elemen yang masih belum terlalu di eksploitasi oleh rumah-rumah produksi. Horor, Romance dan Action selalu menjadi andalan dalam meraup pundi-pundi melalui tayangan bioskop. Coba deh diperbanyak lagi film-film yang berbau sejarah, petualangan, thriller atau bahkan fantasy. Kurang kayanya film lokal akan berbagai genre film kan membuat para penikmat film cepat merasa bosan, hari ini nonton premiernya film romantis masak besoknya nonton film romantis lagi?

3. Visual effect

Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal

Bagian ini merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah film, semua genre film pasti pernah menggunakan visual effect. Visual effect yang bagus akan membuat film yang dihasilkan juga terlihat lebih bagus. Apalagi dengan adanya efek CGI, adegan dan lokasi film yang awalnya mustahil diltampilkan bisa dengan mudah untuk dibawa kelayar kaca.

Untuk saat ini ilmu dan teknologi yang dipunyai praktisi film tanah air memang masih jauh tertinggal dari sineas Hollywood. Tapi seharusnya bukan jadi alasan, malah jadi cambuk untuk terus memperbaiki diri demi kualitas film yang lebih bagus lagi.

4. Jalan Cerita

Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal

Tidak jarang saat film baru berjalan 10-15 menit kita sudah bisa menebak ending filmnya bakal seperti apa, dan itu akan membuat sisa film akan sangat membosankan. Disinilah letak dan peran penting seorang penulis naskah, mereka dituntut untuk bisa memberikan jalan cerita yang membuat penonton untuk tidak berkedip sampai akhir. Adakah penulis cerita yang benar-benar jempolan saat ini? Hmmm..

5. Sensor

Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal

Pernah dengar ada film produksi tanah air yang mendapatkan penghargaan diluar negri tapi tidak boleh tayang didalam negri? Atau ada yang merindukan adegan2 sensual ataupun adegan berbau gore dalam sebuah film tanpa adanya sensor?

Sensor ketat yang ditetapkan oleh Lembaga Sensor Film sedikit banyaknya berpengaruh terhadap kualitas film yang dibuat. Sebuah naskah cerita yang dirasa bakal bagus mau tak mau harus dirombak ulang karena terbentur aturan dari lembaga tersebut, padahal adegan yang dirombak tadi seharusnya menjadi adegan vital yang berkaitan erat dengan jalannya cerita.


Quote:
Teruslah berbenah para praktisi film tanah air, agar kalimat "Hari Gini Masih Demen Nonton Film Lokal" cuma akan menjadi lelucon belaka dimasa lampau.


Quote:
Kalau berkenan boleh dong dikasih Rate 5 & lemparan BATAnya

Quote:
Diubah oleh ucln
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 8
12-04-2018 00:28
ya bnr sblm ad kata2 ts rmh produksi bkin film lebih brkualitas.
0
12-04-2018 00:30

Untuk CGI ama visual effects keknya sih inevitable sih emoticon-norose
Bahkan negara kek Jepang atau china pun teknologinya masih kalah canggih ama Amrik
0
12-04-2018 00:32
film indo genrenya itu2 aja
0
12-04-2018 00:40
Mereka siapa! Gakenal anjay gapernah nonton film indo
Dikasihpun diapus
Buang buang waktu
Ga boleh dibajak giliran ditonton
Kalo ga hitz babget ya under banget dapetnya
Hitz juga paling gegara meme


Ga bermutu sih. Buat apa gitu
Terus yg di up itu lagi itu lagi
Bosen
Gapernah dah nonton film di bioskop kalo semuanya film indo


Ga worth it
2
12-04-2018 00:42
Quote:Original Posted By edsixteen
masih banyak kok film indo yang berkualitas


contohnya film film yg di indosiar .
0
12-04-2018 00:43
Ini yang bikin ane selektif banget kalo mau nonton film lokal emoticon-Cool
Diubah oleh kontholl
0
12-04-2018 00:49
Quote:Original Posted By deontaywilder
film indo genre sci fi ada gk


alif lam mim itu masuk action/scifi/crime. jalan cerita sih rada oke cuma di efek ya mungkin masih biasa
0
12-04-2018 00:52
Banyak aslinya film Indo berkualitas. tapi sampai sini.. CENCOR emoticon-Wakaka
0
12-04-2018 00:53
pelm endo ada ko yang bagus, cuma ga banyak. kata saya sih kebanyakan pelmnya rada lawas kaya Pintu Terlarang, GIE, Jomblo (edisi lama), janji joni dll
0
12-04-2018 00:54
ada benernya juga bor :sudahkuduga
0
12-04-2018 00:57
Wah mas jangan meng understimate film indonesia dulu dong.
Awalnya saya juga pernah begitu kok, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba kembali mencintai film dari tanah kita sendiri.
Film di Indonesia itu biasanya terbagi dua mas, film komersil sama film festival walaupun ada sih film festival yang akhirnya tayang di bioskop dan juga cukup banyak diapresiasi semua orang
Mungkin kalau mas mau coba nonton film -film festivalnya seperti Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Ziarah, Siti, Sekala Niskala dan masih banyak lagi.
Kalau mau film komersil yang bagus mungkin saya bisa rekomendasiin film Posesif, filosofi kopi dan masih banyak film lagi.
Kalau mas masih ragu, mungkin bisa coba follow instagram atau twitter khusus film Indonesia.
Semoga bisa menjadi pencerahan ya
Sama kalau nonton film Indonesia bisa nonton di platfrom seperti iflix, hooq dll.
Sayang loh sebenarnya banyak film Indonesia yang diapresiasi di luar tapi dipandang sebelah mata di negara sendiri
Diubah oleh Adinda1004
0
12-04-2018 00:59
1. Aktor aktris itu itu aja. Memang saat ini kurang gan yg bener bener berbakat. Y cuma itu itu aja memang yg mnrt sutradara pas. Dan jelas mereka gak mau gambling. Gak gambilng aja kurang laku apalagi gambling ngeri bayanginnya. Sutradara jelas mencari org paling pas buat meranin suatu cerita. Gak asal comot gan. Casting aja masih dilakuin padahal mereka juga bukan aktor artis kmrn sore. Dan saya rasa dihollywood yg industri film uwdh maju juga gak ngawur amat buat cari aktor dan aktris. Kecuali, film itu yg danai si a (si a pengen main difilm sendri), aktor/aktris A lagi booming (aji mumpung).
2. Genre jelas romance yg paling murmer dari segi pendanaan. Sedangkan horor, komedi alternatif yg bisa juga menekan budget. Kalau film fantasy jelas belum bisa diaplikasikan disini karena jelas budget over. Action aja budget uwdh jelas meroket apalagi fantasy. Lihat the raid itu saja sudah minim menurut saya kalau dibandingkan film hollywood tapi tertolong full action perkelahian tangan kosong hampir diseluruh film.
Film sejarah? Banyak tuh tapi gak laku. Atau mkn kurang laku tepatnya. Rugi besar rata rata yg ambil genre sejarah.
3.Seperti diatas di sini belum mampu menuju pasar cgi. Apalagi full CGI. Kalau orang luar yg bikin mkn bisa (kayak the raid misal) disamping dana gede mereka juga jualan ke seluruh dunia. Justru bagus film indo menghindari film fantasy dan yg melibatkan visual efek. Gak kebayang jadinya kalau asal asalan.
4. Soal naskah cerita di hollywood sana juga banyak yg uwdh ketebak di awal cerita. Saya rasa sama aja. Yg perlu disini cuma pengembangan ide cerita atau perwujudan ide cerita menjadi nyata. Dan itupun balik lagi ke dana, aktor dan aktris yg ada serta kualitas sutradara dan produser.
5.Soal sensor lebih condong karena budaya timur gan. Disensor salah, gak disensor makin salah. Ntar gak disensor bisa didemo. Jangan disamakan dengan barat yg super bebas mau apa aja hampir semua bisa. Film indo sampai disensor jelas karena sang sutradara saking pengennya filmnya utuh. Tapi balik lagi disini jelas gak bisa gan. Mungkin thailand sedikit lebih bebas dibanding disini. Harusnya para sineas sudah paham betul soal itu kalau maksa ya tanggung sendiri akibatnya cuma bisa ikut festival.

Jujur film indonesia jauh sekali kalau dibandingkan dengan film hollywood bahkan dilan yg booming saja mnrt saya sangat biasa nothing special. Tapi menghargai kerja keras sineas saya rasa gak ada ruginya. Semoga menjadi semangat agar kedepannya jadi jauh lebih baik. Kalau cuma ngomong aja gampang. Coba terjun langsung baru ngerasain susahnya
0
12-04-2018 01:01
aku suka semua jenis film
0
12-04-2018 01:04
Males nnton film dalam negeri...hehe...
0
12-04-2018 01:05
emoticon-Peluk
0
12-04-2018 01:06
emoticon-Matabelo ane kalau filmnya bagus sih ga masalah gan
0
12-04-2018 01:09
Ngoahahahaha
0
12-04-2018 01:13
Quote:Original Posted By tukang.semprot
trit ini adalah pelecehan terhadap film Indonesia yang udah mulai menuju masa keemasanemoticon-Marah
point point yg disebutkan TS diatas sudah dimentahkan oleh film keren hero cilik Rafathar emoticon-Marah
aktor berbakat, genre anti mainstream, skenario berbobot, visual effect super canggih berbujet milyaran
dan kelebihan2 lain yang gak bisa ane sebutkan utk menggambarkan betapa luar biasanya film Rafatharemoticon-Marah


Anjenggg ngakak gw, fak yuuu emoticon-Cool
0
12-04-2018 01:13
Kalo untuk pandangan orang awam mungkin gampang bilang gitu, tapi realitanya susah gan, ane mau kasih pandangan ane per poin ya
1. Kenapa aktornya itu itu aja? Kalo agan tau proses casting pasti tau kok jawabannya, sebenernya yang ikut casting itu banyak... buanget, ketika ada open casting tuh yang dateng bisa ratusan bahkan ribuan... cuma ya itu, kualitas.
Kenapa reza rahadian terus sih yang main, opini agan ada benernya, cuma kalo agan ngambil sudut pandang produser, agan lebih pilih mana, aktor fresh yang orang-orang gatau atau aktor yang udah terkenal dengan jaminan filmnya laku.
Lagian di hollywood sekarang jg the rock ada terus tuh dimana-manaemoticon-Stick Out Tongue
2. Untuk masalah genre, produser kan ngeliat pasar, dulu booming horror buka bukaan, lanjut ke film yang ada nuansa luar negeri, ini kan masuknya ke selera masyarakat, lah kalo masyarakatnya suka cinta-cintaan mau gimana? Jadi yang harus dibenahi sineasnya apa selera masyarakat?
3. Untuk visual effect ane kira itu masalah waktu aja kok, kalo dibandingin sama hollywood mah jauh gan, mereka punya banyak studio untuk cgi, sedangkan di indo? Lagian sdmnya jg ga mumpuni, liat rafathar?itu cgi paling bagus loh disiniemoticon-Smilie makanya kejauhan kalo ngambil standar hollywood, kalo agan sering liat film2 asia khususnya thailand dan bollywood paham kok maksud aneemoticon-Smilie
4. Yah namanya cerita mah emang itu2 aja kok, ada yang bilang udah ga ada yang baru didunia ini, rata2 film hollywood jg sama pakemnya kaya disini yaiti pake hollywood classic, eksekusinya aja yang membuat beda,lagian film kan yang dinikmati bukan ceritanya aja, ada akting pemain, sinematografi, sound, dll. Makanya award ga cuma skenario terbaik ajaemoticon-Smilie
5. Untuk poin ini ane setuju, cuma kalo diliat dari masyarakatnya ya lsf bener jg, contoh, ketika lu udah ngasih rating dewasa, tapi masih ada orang tua yang bawa anaknya nonton itu dan ga disensor, yang disalahin siapa?Sineas kan, jadi ketika masyarakat kita ga mengindahkan rating, ane rasa wajar kalo lsf ngasih kebijakan seperti itu.
Perfilman indonesia menurut ane udah di trek yang benar kok, kita kita sebagai sineas udah berusaha yang terbaik, tapi yang namanya industri mau gimana lg, kalo dari tulisan agan sih ya yang cocok film marlina, atau film2 art house lain, cuma kan ga laku, makanya mending bikin cinta-cintaan kaya dilan atau komedi-komedi ala falcon picture yang udah terbukti laku, jadi yang harus berbenah kita2 sebgai sineas atau selera masyarakatnya?emoticon-Stick Out Tongue
0
12-04-2018 01:19
Keknya ini dulu tritnya pernah dibuat deh.. terus tau2 ngilang.. knp dibikin lg ya??? Isinya juga sama persis keknya... emoticon-Bingung
0
Halaman 3 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.