- Beranda
- Heart to Heart
Ikhlaskan atau perjuangkan?
...
TS
theear85
Ikhlaskan atau perjuangkan?
Selamat hari gini agan2..
Sekitar dua tahun yang lalu, saya (cowo) diperkenalkan oleh temen saya kepada temennya dia (cewe) inisialnya S (single parent). Akhirnya kita pun kenalan. Alhamdulillah pertemuan pertama berjalan lancar. Berjalan beberapa lama, saya agak ragu dengan S karena beberapa faktor. Akhirnya hubungan kita pasang surut. Sayanya lagi semangat, dianya down.. sebaliknya, dianya lagi semangat, sayanya yang down. Nggak terasa tahu2 sudah berjalan hampir dua tahun tapi dengan intensitas pertemuan yang jarang. Nah 2 bulan lalu, saya diperkenalkan oleh S kepada anak dan keluarga besarnya (beberapa kali pertemuan). S pernah cerita bahwa dia hanya akan memperkenalkan cowo ke keluarganya saat sudah yakin akan pilihannya. Pucuk dicinta ulam tiba, karena saat itu saya sendiri sudah yakin untuk melanjutkan hubungan dengan S ke jenjang yg lebih tinggi (pernikahan). Akhirnya saya pun melamar dia, tapi tidak memberikan jawaban.
Setelah itu tiba2 S down lagi, sampai kami putus komunikasi selama 2 bulan ini.
Akhirnya kemarin S mau ketemu, tapi ternyata untuk menginformasikan hal-hal berikut ini :
1. Keluarganya sudah setuju dengan saya. dan menurut S, saya saat ini satu2nya yang memiliki kriteria yang baik. Apalagi anaknya yang kata S sayang dengan saya (pas S cerita tentang anaknya, S nangis)
2. Masalahnya, S tidak dapat chemistry dengan saya dan ngga mau saya berharap tanpa kepastian. (setahu S, saya sudah ingin cepat menikah)
3. Saat ini S sedang dekat dengan orang yang kata S tidak disetujui orangtuanya. Mereka hanya berteman karena S merasa nyaman dengan dia. Tapi tidak mungkin melangkah lebih jauh (saya sempat kepoin instagramnya, dia divorced juga dengan dua anak, dan dari namanya kemungkinan beda agama)
Saya meminta kesempatan untuk mencoba lagi hubungan kita dan melupakan sementara rencana saya untuk menikahi dia dan apakah kita putus? Jawaban dia selalu sama : bukan putus tapi nggak ingin saya berharap tanpa ada kepastian akan mendapatkan yang saya inginkan (maksudnya mungkin menikah).
jujur, selama dua tahun, saya terus menimbang2 dan akhirnya mempengaruhi kepada intensitas dan cara saya berinteraksi dengan dia (S mungkin menangkap keragu2an saya dst)
Mungkin disini ada yang bisa memberikan masukan apakah S saya ikhlaskan, atau kah layak saya coba perjuangkan kembali? Dan jika saya harus mencoba lagi, kira2 dengan cara bagaimana.
Ps : yang membuat saya berat move on adalah poin 1 di atas.
Saya ulang aja "Keluarganya sudah setuju dengan saya. dan menurut S, saya saat ini satu2nya yang memiliki kriteria yang baik. Apalagi anaknya yang kata S sayang dengan saya (pas S cerita tentang anaknya, S nangis)"
Makasih atas masukan agan-agan sekalian..
3
Sekitar dua tahun yang lalu, saya (cowo) diperkenalkan oleh temen saya kepada temennya dia (cewe) inisialnya S (single parent). Akhirnya kita pun kenalan. Alhamdulillah pertemuan pertama berjalan lancar. Berjalan beberapa lama, saya agak ragu dengan S karena beberapa faktor. Akhirnya hubungan kita pasang surut. Sayanya lagi semangat, dianya down.. sebaliknya, dianya lagi semangat, sayanya yang down. Nggak terasa tahu2 sudah berjalan hampir dua tahun tapi dengan intensitas pertemuan yang jarang. Nah 2 bulan lalu, saya diperkenalkan oleh S kepada anak dan keluarga besarnya (beberapa kali pertemuan). S pernah cerita bahwa dia hanya akan memperkenalkan cowo ke keluarganya saat sudah yakin akan pilihannya. Pucuk dicinta ulam tiba, karena saat itu saya sendiri sudah yakin untuk melanjutkan hubungan dengan S ke jenjang yg lebih tinggi (pernikahan). Akhirnya saya pun melamar dia, tapi tidak memberikan jawaban.
Setelah itu tiba2 S down lagi, sampai kami putus komunikasi selama 2 bulan ini.
Akhirnya kemarin S mau ketemu, tapi ternyata untuk menginformasikan hal-hal berikut ini :
1. Keluarganya sudah setuju dengan saya. dan menurut S, saya saat ini satu2nya yang memiliki kriteria yang baik. Apalagi anaknya yang kata S sayang dengan saya (pas S cerita tentang anaknya, S nangis)
2. Masalahnya, S tidak dapat chemistry dengan saya dan ngga mau saya berharap tanpa kepastian. (setahu S, saya sudah ingin cepat menikah)
3. Saat ini S sedang dekat dengan orang yang kata S tidak disetujui orangtuanya. Mereka hanya berteman karena S merasa nyaman dengan dia. Tapi tidak mungkin melangkah lebih jauh (saya sempat kepoin instagramnya, dia divorced juga dengan dua anak, dan dari namanya kemungkinan beda agama)
Saya meminta kesempatan untuk mencoba lagi hubungan kita dan melupakan sementara rencana saya untuk menikahi dia dan apakah kita putus? Jawaban dia selalu sama : bukan putus tapi nggak ingin saya berharap tanpa ada kepastian akan mendapatkan yang saya inginkan (maksudnya mungkin menikah).
jujur, selama dua tahun, saya terus menimbang2 dan akhirnya mempengaruhi kepada intensitas dan cara saya berinteraksi dengan dia (S mungkin menangkap keragu2an saya dst)
Mungkin disini ada yang bisa memberikan masukan apakah S saya ikhlaskan, atau kah layak saya coba perjuangkan kembali? Dan jika saya harus mencoba lagi, kira2 dengan cara bagaimana.
Ps : yang membuat saya berat move on adalah poin 1 di atas.
Saya ulang aja "Keluarganya sudah setuju dengan saya. dan menurut S, saya saat ini satu2nya yang memiliki kriteria yang baik. Apalagi anaknya yang kata S sayang dengan saya (pas S cerita tentang anaknya, S nangis)"
Makasih atas masukan agan-agan sekalian..
3
0
2.6K
30
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23KThread•39KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya