- Beranda
- Berita dan Politik
Viral #2019GantiPresiden, PDIP: Menyedihkan!
...
TS
shahrah018
Viral #2019GantiPresiden, PDIP: Menyedihkan!
Viral #2019GantiPresiden, PDIP: Menyedihkan!
Selasa 03 April 2018, 10:05 WIB
Kaus dengan sablon #2019GantiPresiden. (Foto: dok. Instagram)
Jakarta - Muncul kaus #2019GantiPresiden melalui penjualan online. PDIP menilai beredarnya kaus itu sebagai upaya pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo.
"Memang menyedihkan, tahapan kampanye pilpres dimulai saja belum. Yang ngebet ngalahin Jokowi punya tiket juga belum. Gagasan tandingan juga masih absen di wacana," ungkap politikus PDIP Eva Kusuma Sundari saat dimintai konfirmasi, Selasa (3/4/2018).

Eva Kusuma Sundari (Ari Saputra/detikcom)
Eva juga menyoroti soal serangan yang kembali mulai banyak ditujukan ke Jokowi menjelang Pilpres 2019. Jokowi sendiri sudah mendapat dukungan maju sebagai capres pada 2019, yakni dari PDIP, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura.

"Fokusnya orang, Jokowi, sehingga serangan-serangan seputar fisik Jokowi atau menuduh hantu blau, mental maling. Harapan kita, tidak semuanya hanyut dalam diskursus paling rendah dalam debat, yaitu masalah orang (bergunjing, gossiping) karena tidak ada dampak mencerahkan/mencerdaskan," papar Eva.
Baca juga: Viral Video Kaos Sablon #2019GantiPresiden, Ini Faktanya
"Harus ada yang arahkan tren untuk membahas gagasan sehingga memicu kecerdasan (vs memobilisasi sentimen kebencian)," imbuh anggota DPR itu.
Eva menyadari kritik diperlukan kepada pemerintah sebagai bentuk perbaikan sistem. Namun, menurutnya, itu harus sesuai dengan data dan fakta.
"Syukur-syukur adu gagasan perbaikan atau alternatif. Tapi ini hasilnya gaduh, bukan pemikiran-pemikiran dialektik. Ini fenomena miskin gagasan memang memprihatinkan," tambah Eva.
Seperti diketahui, viral video produksi kaus #2019GantiPresiden. Kaus tersebut ternyata dijual secara online oleh Teguh KaosPolos.
Pemilik usaha kaus sablon itu, Teguh, membenarkan pihaknya memproduksi kaus #2019GantiPresiden. Dia juga membenarkan video yang viral memang diambil dari lapak tempatnya memproduksi kaus sablon. Namun Teguh tak memberi informasi mengenai ide dari desain kaus yang berbau politik itu.
"Pasti selalu ada pro dan kontra. Laku dan tidak laku tergantung ibadah kita. Alhamdulillah rezeki saya memang tukang sablon," tutur Teguh.
https://news.detik.com/berita/3950508/viral-2019gantipresiden-pdip-menyedihkan
PKB: Viral #2019GantiPresiden, Jokowi Malah Dapat Simpati
Selasa 03 April 2018, 10:13 WIB
Kaus dengan sablon #2019GantiPresiden. (Foto: dok. Instagram)
Jakarta - Kaus sablon #2019GantiPresiden yang dijual online menjadi polemik. PKB sebagai partai pendukung Presiden Joko Widodo menilai itu hanya langkah produsen mencari untung pada tahun politik ini.
"Nggak jelas itu gambar, jangan-jangan itu strategi tukang sablon cari untung. Itu yang pasti dapat untung tukang kausnya," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan saat dimintai tanggapan, Selasa (3/4/2018).
Untuk Pilpres 2019, PKB memang belum menentukan sikap apakah akan kembali mengusung Jokowi atau tidak. Meski begitu, Daniel optimistis Jokowi justru akan mendapat simpati dengan banyaknya serangan kepadanya menjelang Pilpres 2019.

"Pak Jokowi sendiri jangan-jangan malah mendapat simpati karena masyarakat kita kan nggak tegaan," ucap Wakil Ketua Komisi IV itu.

Wasekjen PKB Daniel Johan (Foto: dok. Istimewa)
Daniel pun berharap persaingan di Pilpres lebih mengedepankan program. Sekalipun hendak melemparkan kritik, dia meminta disampaikan dengan baik dengan solusi yang berarti.
"Bisa kritik program yang belum tercapai dengan baik, sehingga bisa ada perbaikan ke depan siapa pun pemerintahannya nanti," tutur Daniel.
Seperti diketahui, video produksi kaus sablon bertulisan #2019GantiPresiden tengah viral. Kaus-kaus tersebut dijual online oleh salah satu tempat usaha kaus sablon, Teguh KaosPolos.
Pemilik usaha sablon, Teguh, membenarkan pihaknya memproduksi kaus-kaus #2019GantiPresiden. Namun dia tak memberi informasi mengenai ide desain kaus yang berbau politik itu.
"Pasti selalu ada pro dan kontra. Laku dan tidak laku, tergantung ibadah kita. Alhamdulillah rezeki saya memang tukang sablon," kata Teguh saat
https://news.detik.com/berita/d-3950541/pkb-viral-2019gantipresiden-jokowi-malah-dapat-simpati
Beredar Kaos #2019GantiPresiden, Golkar: Upaya Jatuhkan Jokowi
Selasa 03 April 2018, 09:08 WIB
Foto: Kaos Sablon #2019GantiPresiden. (Dok Instagram)
Jakarta - Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menilai beredarnya kaos #2019GantiPresiden merupakan upaya untuk mendiskreditkan Presiden Joko Widodo. Ace mempersoalkan alasan mengapa Jokowi tak boleh menjabat lagi sebagai presiden.
"Pak Jokowi kenapa harus diganti? Bukankah kinerja pemerintahannya dinilai rakyat sudah sangat memuaskan sebagaimana lembaga survei selama ini menunjukkan hal tersebut. Gerakan #gantipresiden itu kan sebetulnya gerakan politik yang bertujuan mendegradasi Pak Jokowi," kata Ace saat dimintai tanggapan detikcom, Selasa (3/4/2018).
Baca juga: Viral Video Kaos Sablon #2019GantiPresiden, Ini Faktanya
Menurut Ace, slogan itu semestinya juga dilengkapi dengan alasan yang memperkuat penilaian bahwa Jokowi memang tak layak menjabat lagi sebagai presiden. Dengan begitu, publik bisa menilai.
"Ini gerakan politik sebelum kampanye Pilpres 2019 dimulai. Seharusnya tak cukup hanya bikin slogan itu dong. Harus ada argumentasi kenapa harus diganti? Biarkan masyarakat menilai dengan cerdas apa saja alasan harus diganti," papar Ace.
Ace meyakini slogan tersebut dimunculkan karena sudah ada calon presiden tandingan Jokowi. Namun, pada dasarnya, Wakil Ketua Komisi VIII tak mempersoalkan keberadaan slogan tersebut.
"Pasti ada pihak-pihak tertentu di belakangnya yang sudah mengantongi calon Presiden yang menjadi lawan Pak Jokowi. Ini memang tidak masuk kategori kampanye presiden secara resmi. Tapi gerakan ini merupakan upaya menjatuhkan Pak Jokowi sebagai presiden petahana," terang Ace.
Sebelumnya diberitakan, beredar video produksi kaos #2019GantiPresiden. Kaos tersebut ternyata dijual secara online oleh Teguh KaosPolos.
"(yang pesan) banyak. Se-Indonesia," ujar pemilik usaha kaos sablon #2019GantiPresiden, Teguh.
https://news.detik.com/berita/3950391/beredar-kaos-2019gantipresiden-golkar-upaya-jatuhkan-jokowi
-------------------------------
Maksud diadakannya Pemilu dan Pilpres itu adalah untuk menanyakan kepada rakyat, apakah sang Presiden yang sudah berkuasa selama 5 tahun ini, perlu diganti atau tidak! Jadi wacana diberlakukannya Pemilu dan Pilpres setiap 5 tahun sekali dalam sistem politik Demkrasi itu, yaaa emang esensinya adalah pergantian Presiden itulah. What's wrong? Kecuali para kelompok oposisi itu menyebut nama sang presiden yang masih berkuasa, itu memang menjadi agak tendensius. Tapi nyatanya kan tidak?



Selasa 03 April 2018, 10:05 WIB
Kaus dengan sablon #2019GantiPresiden. (Foto: dok. Instagram)Jakarta - Muncul kaus #2019GantiPresiden melalui penjualan online. PDIP menilai beredarnya kaus itu sebagai upaya pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo.
"Memang menyedihkan, tahapan kampanye pilpres dimulai saja belum. Yang ngebet ngalahin Jokowi punya tiket juga belum. Gagasan tandingan juga masih absen di wacana," ungkap politikus PDIP Eva Kusuma Sundari saat dimintai konfirmasi, Selasa (3/4/2018).

Eva Kusuma Sundari (Ari Saputra/detikcom)
Eva juga menyoroti soal serangan yang kembali mulai banyak ditujukan ke Jokowi menjelang Pilpres 2019. Jokowi sendiri sudah mendapat dukungan maju sebagai capres pada 2019, yakni dari PDIP, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura.
"Fokusnya orang, Jokowi, sehingga serangan-serangan seputar fisik Jokowi atau menuduh hantu blau, mental maling. Harapan kita, tidak semuanya hanyut dalam diskursus paling rendah dalam debat, yaitu masalah orang (bergunjing, gossiping) karena tidak ada dampak mencerahkan/mencerdaskan," papar Eva.
Baca juga: Viral Video Kaos Sablon #2019GantiPresiden, Ini Faktanya
"Harus ada yang arahkan tren untuk membahas gagasan sehingga memicu kecerdasan (vs memobilisasi sentimen kebencian)," imbuh anggota DPR itu.
Eva menyadari kritik diperlukan kepada pemerintah sebagai bentuk perbaikan sistem. Namun, menurutnya, itu harus sesuai dengan data dan fakta.
"Syukur-syukur adu gagasan perbaikan atau alternatif. Tapi ini hasilnya gaduh, bukan pemikiran-pemikiran dialektik. Ini fenomena miskin gagasan memang memprihatinkan," tambah Eva.
Seperti diketahui, viral video produksi kaus #2019GantiPresiden. Kaus tersebut ternyata dijual secara online oleh Teguh KaosPolos.
Pemilik usaha kaus sablon itu, Teguh, membenarkan pihaknya memproduksi kaus #2019GantiPresiden. Dia juga membenarkan video yang viral memang diambil dari lapak tempatnya memproduksi kaus sablon. Namun Teguh tak memberi informasi mengenai ide dari desain kaus yang berbau politik itu.
"Pasti selalu ada pro dan kontra. Laku dan tidak laku tergantung ibadah kita. Alhamdulillah rezeki saya memang tukang sablon," tutur Teguh.
https://news.detik.com/berita/3950508/viral-2019gantipresiden-pdip-menyedihkan
PKB: Viral #2019GantiPresiden, Jokowi Malah Dapat Simpati
Selasa 03 April 2018, 10:13 WIB
Kaus dengan sablon #2019GantiPresiden. (Foto: dok. Instagram)Jakarta - Kaus sablon #2019GantiPresiden yang dijual online menjadi polemik. PKB sebagai partai pendukung Presiden Joko Widodo menilai itu hanya langkah produsen mencari untung pada tahun politik ini.
"Nggak jelas itu gambar, jangan-jangan itu strategi tukang sablon cari untung. Itu yang pasti dapat untung tukang kausnya," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan saat dimintai tanggapan, Selasa (3/4/2018).
Untuk Pilpres 2019, PKB memang belum menentukan sikap apakah akan kembali mengusung Jokowi atau tidak. Meski begitu, Daniel optimistis Jokowi justru akan mendapat simpati dengan banyaknya serangan kepadanya menjelang Pilpres 2019.
"Pak Jokowi sendiri jangan-jangan malah mendapat simpati karena masyarakat kita kan nggak tegaan," ucap Wakil Ketua Komisi IV itu.

Wasekjen PKB Daniel Johan (Foto: dok. Istimewa)
Daniel pun berharap persaingan di Pilpres lebih mengedepankan program. Sekalipun hendak melemparkan kritik, dia meminta disampaikan dengan baik dengan solusi yang berarti.
"Bisa kritik program yang belum tercapai dengan baik, sehingga bisa ada perbaikan ke depan siapa pun pemerintahannya nanti," tutur Daniel.
Seperti diketahui, video produksi kaus sablon bertulisan #2019GantiPresiden tengah viral. Kaus-kaus tersebut dijual online oleh salah satu tempat usaha kaus sablon, Teguh KaosPolos.
Pemilik usaha sablon, Teguh, membenarkan pihaknya memproduksi kaus-kaus #2019GantiPresiden. Namun dia tak memberi informasi mengenai ide desain kaus yang berbau politik itu.
"Pasti selalu ada pro dan kontra. Laku dan tidak laku, tergantung ibadah kita. Alhamdulillah rezeki saya memang tukang sablon," kata Teguh saat
https://news.detik.com/berita/d-3950541/pkb-viral-2019gantipresiden-jokowi-malah-dapat-simpati
Beredar Kaos #2019GantiPresiden, Golkar: Upaya Jatuhkan Jokowi
Selasa 03 April 2018, 09:08 WIB
Foto: Kaos Sablon #2019GantiPresiden. (Dok Instagram)Jakarta - Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menilai beredarnya kaos #2019GantiPresiden merupakan upaya untuk mendiskreditkan Presiden Joko Widodo. Ace mempersoalkan alasan mengapa Jokowi tak boleh menjabat lagi sebagai presiden.
"Pak Jokowi kenapa harus diganti? Bukankah kinerja pemerintahannya dinilai rakyat sudah sangat memuaskan sebagaimana lembaga survei selama ini menunjukkan hal tersebut. Gerakan #gantipresiden itu kan sebetulnya gerakan politik yang bertujuan mendegradasi Pak Jokowi," kata Ace saat dimintai tanggapan detikcom, Selasa (3/4/2018).
Baca juga: Viral Video Kaos Sablon #2019GantiPresiden, Ini Faktanya
Menurut Ace, slogan itu semestinya juga dilengkapi dengan alasan yang memperkuat penilaian bahwa Jokowi memang tak layak menjabat lagi sebagai presiden. Dengan begitu, publik bisa menilai.
Ace meyakini slogan tersebut dimunculkan karena sudah ada calon presiden tandingan Jokowi. Namun, pada dasarnya, Wakil Ketua Komisi VIII tak mempersoalkan keberadaan slogan tersebut.
"Pasti ada pihak-pihak tertentu di belakangnya yang sudah mengantongi calon Presiden yang menjadi lawan Pak Jokowi. Ini memang tidak masuk kategori kampanye presiden secara resmi. Tapi gerakan ini merupakan upaya menjatuhkan Pak Jokowi sebagai presiden petahana," terang Ace.
Sebelumnya diberitakan, beredar video produksi kaos #2019GantiPresiden. Kaos tersebut ternyata dijual secara online oleh Teguh KaosPolos.
"(yang pesan) banyak. Se-Indonesia," ujar pemilik usaha kaos sablon #2019GantiPresiden, Teguh.
https://news.detik.com/berita/3950391/beredar-kaos-2019gantipresiden-golkar-upaya-jatuhkan-jokowi
-------------------------------
Maksud diadakannya Pemilu dan Pilpres itu adalah untuk menanyakan kepada rakyat, apakah sang Presiden yang sudah berkuasa selama 5 tahun ini, perlu diganti atau tidak! Jadi wacana diberlakukannya Pemilu dan Pilpres setiap 5 tahun sekali dalam sistem politik Demkrasi itu, yaaa emang esensinya adalah pergantian Presiden itulah. What's wrong? Kecuali para kelompok oposisi itu menyebut nama sang presiden yang masih berkuasa, itu memang menjadi agak tendensius. Tapi nyatanya kan tidak?



0
4.3K
51
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya