Kaskus

News

shahrah018Avatar border
TS
shahrah018
Faisal Basri: Ada Pembusukan di Tubuh Pemerintahan Jokowi
Faisal Basri: Ada Pembusukan di Tubuh Pemerintahan Jokowi
SABTU, 17 MARET 2018 , 11:03:00 WIB


Faisal Basri: Ada Pembusukan di Tubuh Pemerintahan Jokowi


RMOL. Ekonom Faisal Basri gelisah dan prihatin. Dia mensinyalir ada pembusukan yang tengah terjadi di tubuh pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo saat ini. Pembusukan itu membuat pemerintahan Jokowi menjadi pemerintahan yang tidak berdaya.

Keprihatinan itu disampaikan Faisal Basri dalam twitnya lewat akun @FaisalBasri pagi ini (Sabtu, 17/3).

"Terjadi pembusukan di dalam pemerintah sendiri, mengarah pada ungoverned government," katanya.

Dia menyesalkan aksi main tabrak dimana aturan yang diterbitkan pemerintah tidak mengindahkan aturan yang lebih tinggi. Contoh paling mutakhir, kata Faisal Basri lagi, adalah penerbitan PP 9/2018 tentang tata cara pengendalian impor komoditas perikanan dan komoditas pergaraman sebagai bahan baku dan bahan penolong industri. PP itu ditandatangani Jokowi hari Kamis kemarin (15/3).

Dengan PP ini, impor garam dan ikan tak perlu rekomendasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Untuk kepentingan siapa?" tanya Faisal lebih lanjut.

Dia juga mengatakan, kini bermunculan perusahaan baru yang tiba-tiba mendapat jatah impor garam. Sementara perusahaan yang memerlukan garam tak dapat.

"Lisensi impor diobral. PT Sarinah impor beras ketan. Importir umum boleh impor tekstil. Perusahaan baru berdiri dapat kuota impor garam. Pantas neraca perdagangan defisit 3 bulan berturut-turut, membuat rupiah loyo," demikian Faisal Basri

http://www.rmolbabel.com/read/2018/0...ntahan-Jokowi-

--------------------------------

Sebab Runtuhnya Peradaban Menurut Ibnu Khaldun
Faisal Basri: Ada Pembusukan di Tubuh Pemerintahan Jokowi
Ibnu Khaldun


“Jika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya juga akan rusak, akhirnya ia akan berubah menjadi seperti hewan.”(Ibnu Khaldun)

“Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat di kalangan mereka. Jiwa manusia dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara mencari nafkah, dan menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut. Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba”.demikian pandangan Ibnu Khaldun dalam bukunya "Muqaddimah".

Menurut Ibn Khaldun, faktor-faktor penyebab runtuhnya sebuah peradaban lebih bersifat internal dari pada eksternal. Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negatif tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral. 

Dalam peradaban yang telah hancur, masyarakat hanya memfokuskan pada pencarian kekayaan yang secepat-cepatnya dengan cara-cara yang tidak benar. Sikap malas masyarakat yang telah di warnai oleh materialisme pada akhirnya mendorong orang mencari harta tanpa berusaha.

Mehdi, Soltanzadeh dalam presentasinya “Factor Affecting a Society Life Span, According to Ibn Khaldun” menyimpulkan faktor-faktor jatuhnya Peradaban menurut Ibn Khaldun :
1. Rusaknya moralitas penguasa
2. Penindasan penguasa dan ketidak-adilan
3. Despotisme atau kezaliman
4. Orientasi kemewahan masyarakat
5. Egoisme
6. Opportunisme
7. Penarikan pajak secara berlebihan
8. Keikutsertaan penguasa dalam kegiatan ekonomi rakyat
9. Rendahnya komitmen masyarakat terhadap agama
10. Penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat

“Tindakan-tindakan amoral di atas menunjukkan hilangnya keadilan di masyarakat yang akibatnya merembes kepada elit penguasa dan sistem politik. Kerusakan moral dan penguasa dan sistem politik mengakibatkan berpindahnya Sumber Daya Manusia (SDM) ke negara lain (braindrain) dan berkurangnya pekerja terampil karena mekanisme rekrutmen yang terganggu. Semua itu bermuara pada turunnya produktivitas pekerja dan di sisi lain menurunnya sistem pengembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan”  demikian kata Ibnu Khaldun.

Sumber :
– Hamid Fahmi Zarkasyi, Perabadan Islam: Makna dan Strategi Pembangunannya
– Ibnu Khaldun, Muqaddimah, Terjm. F.rosenthal
– Ibnu Khaldun, Economic of Ibn Khaldun


Jadi jelaskan ... semua orang banyak "titip kepentingan"nya masing-masing kepada Jokowi. Semangat memenuhi daftar kepentingannya semata, untuk diri atau kelompoknya, menyebabkan Presiden Jokowi banyak dikelilingi oleh orang-orang yang opputunities dan hanya mengejar keuntungan sesaat. Mereka yang ada disana lupa bahwa dan tanpa sadar banyak melakukan proses pembusukan dari dalam pemerintahannya sendiri. Mereka tidak sadar, kalau rakyat melihat, mendengar, dan bahkan menganalisa perilaku para elit penguasa itu. Tahun 2017, pengguna Internet di Indonesia takhir tahun 2017 lalu mencapai 143,26 juta orang. Dari jumlah itu, 40% adalah penggila medsosLuberan informasi via sosial media mempermudah semua informasi itu sampai ke HP milik rakyat se antero negeri ini. Berkat medsos, kini pemilh muda dan pemilih pemula lebih cerdas!


emoticon-Hansipemoticon-Ngamukemoticon-Hansip
0
3.3K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.3KThread59KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.