- Beranda
- Berita dan Politik
Carut Marut Program Ok Otrip Anies-Sandi
...
TS
dybala.mask
Carut Marut Program Ok Otrip Anies-Sandi
Sabtu, 17 Maret 2018
JAKARTA, NNC - Program One Karcis One Trip ( Ok Otrip) dengan rute Kampung Melayu - Duren Sawit, Jakarta Timur, mulai diuji coba sejak (15/1/2018) lalu, dan akan dilakukan hingga (15/4/2018) mendatang. Namun setelah dua bulan uji coba, program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, rupanya tak berjalan mulus.
Pantauan NNC pada Jumat (16/3/2018) sore, masih banyak hal yang berjalan tidak sesuai rencana. Seperti, semua penumpang yang turun tidak menggunakan kartu Ok Otrip. Mereka terlihat bebas naik turun gratis.
Padahal aturannya adalah penumpang yang turun harus menempelkan kartu itu di mesin Ok Otrip yang dipasang depan mobil. "Kalau pagi ada (yang pakai kartu Ok Otrip)," kata salah seorang sopir yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, beberapa penumpang turun di tempat yang tidak dipasang plang stop Ok Otrip. Hal ini dibenarkan oleh sopir tersebut. Ia mengatakan para penumpang mengeluhkan jarak antara plang stop.
"Sebenarnya nggak boleh (turun sembarangan) tapi mau gimana, mereka main nyelonong-nyelonong saja, kan begitu. Mereka alasannya plangnya terlalu jauh. Tapi emang benar juga (jarak antar plang jauh)," ujarnya.
Kemudian, ada penumpang yang turun mencoba membayar dengan uang tunai, namun para sopir hanya memberitahukan jika gratis, tanpa penjelasan yang jelas dan membuat para penumpang bingung.
Selanjutnya, ada penumpang yang naik namun langsung turun setelah sang sopir mengatakan jika angkot tersebut tidak bisa berhenti di tempat yang dituju penumpang itu. Tapi lagi-lagi tidak dijelaskan kepada penumpang soal ada tidaknya plang stop.
Sayangnya, tidak ada petugas yang melakukan pendampingan terhadap sopir angkot untuk mensosialisasikan penggunaan kartu di mesin Ok Otrip yang telah disediakan. Padahal sebelumnya, pihak Transjakarta menyebut akan ada pendampingan selama uji coba.
"Kalau pagi (ada petugas) ada yang ngarahin gitu-gitu. Kalau saya repot," ujar pria berseragam biru bertuliskan Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta itu.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan dan Pelayanan Bisnis dan SDM PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, layanan OK Otrip dilakukan di lima wilayah salah satunya di Jakarta Timur.
Menurutnya, untuk wilayah Jakarta Timur yang melayani rute Kampung Melayu - Duren Sawit, ada 15 armada angkutan umum M03 yang telah siap beroperasi mulai hari ini.
"Hari ini uji coba Ok Otrip Kampung Melayu-Duren Sawit. Ada 15 unit yang siap melayani trakyek OK 2, secara bertahan akan terus kita tambah," kata Welfizon di Terminal Kampung saat uji coba Ok Otrip, Senin (15/1/2018).
http://www.netralnews.com/news/megap...ip.anies.sandi
JAKARTA, NNC - Program One Karcis One Trip ( Ok Otrip) dengan rute Kampung Melayu - Duren Sawit, Jakarta Timur, mulai diuji coba sejak (15/1/2018) lalu, dan akan dilakukan hingga (15/4/2018) mendatang. Namun setelah dua bulan uji coba, program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, rupanya tak berjalan mulus.
Pantauan NNC pada Jumat (16/3/2018) sore, masih banyak hal yang berjalan tidak sesuai rencana. Seperti, semua penumpang yang turun tidak menggunakan kartu Ok Otrip. Mereka terlihat bebas naik turun gratis.
Padahal aturannya adalah penumpang yang turun harus menempelkan kartu itu di mesin Ok Otrip yang dipasang depan mobil. "Kalau pagi ada (yang pakai kartu Ok Otrip)," kata salah seorang sopir yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, beberapa penumpang turun di tempat yang tidak dipasang plang stop Ok Otrip. Hal ini dibenarkan oleh sopir tersebut. Ia mengatakan para penumpang mengeluhkan jarak antara plang stop.
"Sebenarnya nggak boleh (turun sembarangan) tapi mau gimana, mereka main nyelonong-nyelonong saja, kan begitu. Mereka alasannya plangnya terlalu jauh. Tapi emang benar juga (jarak antar plang jauh)," ujarnya.
Kemudian, ada penumpang yang turun mencoba membayar dengan uang tunai, namun para sopir hanya memberitahukan jika gratis, tanpa penjelasan yang jelas dan membuat para penumpang bingung.
Selanjutnya, ada penumpang yang naik namun langsung turun setelah sang sopir mengatakan jika angkot tersebut tidak bisa berhenti di tempat yang dituju penumpang itu. Tapi lagi-lagi tidak dijelaskan kepada penumpang soal ada tidaknya plang stop.
Sayangnya, tidak ada petugas yang melakukan pendampingan terhadap sopir angkot untuk mensosialisasikan penggunaan kartu di mesin Ok Otrip yang telah disediakan. Padahal sebelumnya, pihak Transjakarta menyebut akan ada pendampingan selama uji coba.
"Kalau pagi (ada petugas) ada yang ngarahin gitu-gitu. Kalau saya repot," ujar pria berseragam biru bertuliskan Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta itu.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan dan Pelayanan Bisnis dan SDM PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, layanan OK Otrip dilakukan di lima wilayah salah satunya di Jakarta Timur.
Menurutnya, untuk wilayah Jakarta Timur yang melayani rute Kampung Melayu - Duren Sawit, ada 15 armada angkutan umum M03 yang telah siap beroperasi mulai hari ini.
"Hari ini uji coba Ok Otrip Kampung Melayu-Duren Sawit. Ada 15 unit yang siap melayani trakyek OK 2, secara bertahan akan terus kita tambah," kata Welfizon di Terminal Kampung saat uji coba Ok Otrip, Senin (15/1/2018).
http://www.netralnews.com/news/megap...ip.anies.sandi
0
2K
15
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.2KThread•58.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya