- Beranda
- Berita dan Politik
Gerindra Minta Gatot Nyapres di 2024, Prabowo Takut Tersaingi?
...
TS
shahrah018
Gerindra Minta Gatot Nyapres di 2024, Prabowo Takut Tersaingi?
Gerindra Minta Gatot Nyapres di 2024, Prabowo Takut Tersaingi?
Minggu 18 Maret 2018, 07:27 WIB
Ilustrasi Foto: Gatot vs Prabowo
Jakarta - Politikus Partai Gerindra Habiburokhman menilai sebaiknya mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mencalonkan diri pada pemilihan presiden di tahun 2024. Apakah Habiburokhman takut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tersaingi?
Pengamat politik dari Media Survey Nasional (Median), Rico Marbun tidak melihat adanya ketakutan tersebut. Dia menyebut, selama bukan Prabowo Subianto sendiri yang mengatakan itu, maka imbauan semacam itu hal yang biasa.
"Selama itu bukan Pak Prabowo yang bicara, semua kemungkinan itu bisa saja terjadi. Harus kita ketahui di setiap parpol tidak mungkin semua orang punya pendapat yang sama. Artinya semua faksi punya jagonya sendiri. Misalnya Gerindra tidak hanya menggadangkan Prabowo saja, kita dengar ada Anies Baswedan, bahkan ada juga yang menggadang nama Gatot Nurmantyo," kata Rico saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (17/3/2018).

Rico mengatakan, apa yang dilakukan Habiburokhman itu bisa disebut semacam upaya 'mempersulit' tiket masuk ke Gerindra. Artinya, harus ada upaya ekstra bagi Gatot untuk bisa masuk ke Gerindra untuk tujuan Pilpres 2019 mendatang.
"Jadi kalau menurut saya, yang dilakukan beberapa orang Gerindra itu playing hard to get, artinya tidak gampang bagi orang atau politisi masuk ke Gerindra," katanya.
Rico menjelaskan maksud pernyataan tersebut. Dia mengatakan, saat ini Gerindra merupakan salah satu partai politik terbesar di Indonesia, bahkan masuk dalam ranking tiga besar. Untuk itu, masuk ke Gerindra dan mencalonkan diri dari partai tersebut merupakan tiket yang sangat berharga.
"Tentu tidak mudah bagi politisi manapun untuk masuk baik sebagai capres atau cawapres. Artinya ini tidak mudah. Jadi ini sikap logis yang ditunjukkan politisi Gerindra supaya partai ini tidak menjadi 'murahan'. Ini bukan barang murah, partai ini partai besar. Sinyal ini harus dibaca Pak Gatot," katanya.
Dia pun menyarankan agar Gatot lebih peka dengan pernyataan Habiburokhman tersebut. Rico menilai, apa yang disampaikan politikus Gerindra itu bisa disinyalir sebagai sinyal agar Gatot melakukan komunikasi yang lebih intens dan efektif dengan Gerindra.
"Dia harus beri komunikasi lebih intens, kalau memang ingin masuk ke Gerindra. Bukan hanya ke Prabowo, tapi juga ke faksi-faksi yang ada di Gerindra. Jadi menurut saya ini sinyal buat Pak Gatot bahwa ini partai bergengsi, kalau ingin ambil tiket Gerindra harus bicara serius dan pendekatan yang intensif, kalau memag dia ingin maju," jelas Rico.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman menilai Jenderal Gatot Nurmantyo belum saatnya menjadi calon presiden. Menurutnya, Gatot harus masuk ke partai terlebih dahulu, baru kemudian nyapres di pemilu setelah 2019.
"Masuk ke parpol dulu. Masuk, terus besarkan. Jadi tahun 2024 Pak Gatot bisa nyalon presiden. Kan berpolitik itu harus berproses, tidak ujug-ujug," ujar Habiburokhman di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (17/3/2018).
Menurut Habiburokhman, hal ini merupakan efek dari ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Itu adalah syarat bagi capres harus mengantongi dukungan parpol atau gabungan parpol yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional hasil Pemilu 2014.
"Jadi, Pak Gatot, idealnya, dia sosok negarawan yang sangat berkualitas. Tapi tahapannya, jika dia mau jadi capres, dia tahapannya didukung salah satu parpol, bantu besarkan, dapat 20 persen," kata Habiburokhman.
Nama Gatot memang masuk di bursa Pilpres 2019. Sayang, hingga saat ini, jenderal bintang empat itu belum ada tanda-tanda mendapat dukungan dari parpol.
Gerindra sendiri sudah menyatakan menutup pintu bagi Gatot. Padahal eks Panglima TNI itu disebut-sebut memiliki logistik kuat untuk maju Pilpres 2019, melebihi Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
"Jadi peluang Pak Gatot tertutup kalau ingin maju dari Gerindra," ungkap Wasekjen Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo sebelumnya.
https://news.detik.com/berita/d-3922354/gerindra-minta-gatot-nyapres-di-2024-prabowo-takut-tersaingi
Gerindra: Gatot Ingin Maju Pilpres, Sudah Temui Prabowo
Senin 19 Maret 2018, 09:00 WIB
Jakarta - Partai Gerindra bicara lebih jauh soal alasan menutup pintu bagi Gatot Nurmantyo untuk berlaga di Pilpres 2019. Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut, sebelum Gerindra menutup pintu untuk Gatot, eks panglima TNI itu pernah menemui Prabowo Subianto.
"Pak Prabowo dan Pak Gatot merupakan sahabat. Hubungan beliau berdua sangat bagus. Bahkan, Pak Gatot sudah datang ke Prabowo untuk menyampaikan keinginan beliau maju di Pilpres 2019," kata Andre kepada wartawan, Minggu (18/3/2018).
Andre menceritakan lebih jauh soal respons Prabowo menanggapi keinginan Gatot. Andre menyebut, jika Gatot ingin jadi capres, itu sangat tidak mungkin sebab kader partai berlambang kepala garuda merah itu sudah kukuh ingin memajukan Prabowo.

"Pak Prabowo mendengarkan apa yang disampaikan dan keinginan Pak Gatot ke Pak Prabowo dan Partai Gerindra. Memang kalau untuk jadi capres Gerindra, Pak Gatot akan kesulitan karena kami sudah solid dan sepakat mencapreskan Pak Prabowo," jelas Andre.
Jika Gatot ingin jadi cawapres, Andre mengatakan Gerindra akan memberi pertimbangan. Nama Gatot, andai mau jadi cawapres Prabowo, akan dikonsultasikan ke seluruh partai koalisi Prabowo nantinya.
Untuk diketahui, Gerindra dan PKS telah sepakat berkoalisi di Pilpres 2019. PKS sendiri mematok 9 nama untuk dimajukan, baik sebagai capres ataupun cawapres.
"Tapi kalau untuk cawapres, tentu Pak Gatot masuk dalam radar kami. Hal ini tentunya akan dibicarakan bersama-sama dengan parpol koalisi kami nantinya," ungkap Andre.
https://news.detik.com/berita/d-3923613/gerindra-gatot-ingin-maju-pilpres-sudah-temui-prabowo
T.A Khalid: Pemilu 2019 Milik Gerindra dan Prabowo
07/02/2018
ACEHTREND.CO, Banda Aceh -ketua DPD Gerindra Aceh, T.A Khalid, 2019 adalah miliknya partai Gerindra dan Prabowo presidennya.Dalam kesempatan itu ia juga mengenalkan beberapa calon anggota DPRI yang berencana naik lewat partai Gerindra besutan Prabowo Subianto ini.
Hal ini disampaikan oleh T.A Khalid, pada malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra Aceh, semalam diperingati secara meriah, Selasa (6/2/2018) di Amel Convention Hall, Banda Aceh
Ketua Gerindra ini, dalam kesempatan ini, mengajak kader Gerindra untuk tetap solid dan kompak merebut kejayaaa Gerindra dan kemenangan Prabowo di Pileg dan Pilpres 2019 yang akan datang
Sementara itu, Chairawan Nusirwan yang mewakili DPP Gerindra, mengingatkan seluruh kadernya, untuk bekerja keras, selalu mendekatkan diri dengan rakyat.
“Jangan mendekatkan diri dengan rakyat itu, saat dekat pemilu saja, saat mau butuh suara, Kader Gerindra itu harus dekat dengan rakyat kapanpun dan dimanapun” kata mantan Danrem Lilawangsa ini.
Malam puncak HUT Gerindra ini, merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari 2018 yang lalu
Ketua panitia HUT Gerindra, Mahfudz Y Loethan dalam sambutannya, menyebutkan ada 10 rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan, mulai dari awal melakukan silaturrahmi dengan awak media, peungut sampah dengan kegiatan aksi sosial lainnya.
“Karya kegiatan HUT ini dipersembahkan, oleh kerja anak anak muda yang ada Gerindra, semangat anak muda yang disupport oleh senior ini Alhamdullilah berlangsung sukses” kata Mahfudz dalam sambutannya, Selasa Malam (06/02/2019).
http://www.acehtrend.co/t-a-khalid-pemilu-2019-milik-gerindra-dan-prabowo/
--------------------------------
Banyak orang yang memprediksi bahwa tahun 2019 itu adalah tahun kemenangan milik Gerindra. Sementara PDIP, Golkar dan Demokrat masanya sudah lewat. Dan ada keyakinan kuat pula dari banyak orang bahwa Prabowo bisa jadi tidak memilih untuk maju melawan Jokowi ... tetapi dia akan memakai jagonya sendiri. Kemungkinan kombinasi Gatot dan Tuan Guru Bajang.

Minggu 18 Maret 2018, 07:27 WIB
Ilustrasi Foto: Gatot vs PrabowoJakarta - Politikus Partai Gerindra Habiburokhman menilai sebaiknya mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mencalonkan diri pada pemilihan presiden di tahun 2024. Apakah Habiburokhman takut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tersaingi?
Pengamat politik dari Media Survey Nasional (Median), Rico Marbun tidak melihat adanya ketakutan tersebut. Dia menyebut, selama bukan Prabowo Subianto sendiri yang mengatakan itu, maka imbauan semacam itu hal yang biasa.
"Selama itu bukan Pak Prabowo yang bicara, semua kemungkinan itu bisa saja terjadi. Harus kita ketahui di setiap parpol tidak mungkin semua orang punya pendapat yang sama. Artinya semua faksi punya jagonya sendiri. Misalnya Gerindra tidak hanya menggadangkan Prabowo saja, kita dengar ada Anies Baswedan, bahkan ada juga yang menggadang nama Gatot Nurmantyo," kata Rico saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (17/3/2018).
Rico mengatakan, apa yang dilakukan Habiburokhman itu bisa disebut semacam upaya 'mempersulit' tiket masuk ke Gerindra. Artinya, harus ada upaya ekstra bagi Gatot untuk bisa masuk ke Gerindra untuk tujuan Pilpres 2019 mendatang.
"Jadi kalau menurut saya, yang dilakukan beberapa orang Gerindra itu playing hard to get, artinya tidak gampang bagi orang atau politisi masuk ke Gerindra," katanya.
Rico menjelaskan maksud pernyataan tersebut. Dia mengatakan, saat ini Gerindra merupakan salah satu partai politik terbesar di Indonesia, bahkan masuk dalam ranking tiga besar. Untuk itu, masuk ke Gerindra dan mencalonkan diri dari partai tersebut merupakan tiket yang sangat berharga.
"Tentu tidak mudah bagi politisi manapun untuk masuk baik sebagai capres atau cawapres. Artinya ini tidak mudah. Jadi ini sikap logis yang ditunjukkan politisi Gerindra supaya partai ini tidak menjadi 'murahan'. Ini bukan barang murah, partai ini partai besar. Sinyal ini harus dibaca Pak Gatot," katanya.
Dia pun menyarankan agar Gatot lebih peka dengan pernyataan Habiburokhman tersebut. Rico menilai, apa yang disampaikan politikus Gerindra itu bisa disinyalir sebagai sinyal agar Gatot melakukan komunikasi yang lebih intens dan efektif dengan Gerindra.
"Dia harus beri komunikasi lebih intens, kalau memang ingin masuk ke Gerindra. Bukan hanya ke Prabowo, tapi juga ke faksi-faksi yang ada di Gerindra. Jadi menurut saya ini sinyal buat Pak Gatot bahwa ini partai bergengsi, kalau ingin ambil tiket Gerindra harus bicara serius dan pendekatan yang intensif, kalau memag dia ingin maju," jelas Rico.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman menilai Jenderal Gatot Nurmantyo belum saatnya menjadi calon presiden. Menurutnya, Gatot harus masuk ke partai terlebih dahulu, baru kemudian nyapres di pemilu setelah 2019.
"Masuk ke parpol dulu. Masuk, terus besarkan. Jadi tahun 2024 Pak Gatot bisa nyalon presiden. Kan berpolitik itu harus berproses, tidak ujug-ujug," ujar Habiburokhman di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (17/3/2018).
Menurut Habiburokhman, hal ini merupakan efek dari ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Itu adalah syarat bagi capres harus mengantongi dukungan parpol atau gabungan parpol yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional hasil Pemilu 2014.
"Jadi, Pak Gatot, idealnya, dia sosok negarawan yang sangat berkualitas. Tapi tahapannya, jika dia mau jadi capres, dia tahapannya didukung salah satu parpol, bantu besarkan, dapat 20 persen," kata Habiburokhman.
Nama Gatot memang masuk di bursa Pilpres 2019. Sayang, hingga saat ini, jenderal bintang empat itu belum ada tanda-tanda mendapat dukungan dari parpol.
Gerindra sendiri sudah menyatakan menutup pintu bagi Gatot. Padahal eks Panglima TNI itu disebut-sebut memiliki logistik kuat untuk maju Pilpres 2019, melebihi Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
"Jadi peluang Pak Gatot tertutup kalau ingin maju dari Gerindra," ungkap Wasekjen Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo sebelumnya.
https://news.detik.com/berita/d-3922354/gerindra-minta-gatot-nyapres-di-2024-prabowo-takut-tersaingi
Gerindra: Gatot Ingin Maju Pilpres, Sudah Temui Prabowo
Senin 19 Maret 2018, 09:00 WIB
Jakarta - Partai Gerindra bicara lebih jauh soal alasan menutup pintu bagi Gatot Nurmantyo untuk berlaga di Pilpres 2019. Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut, sebelum Gerindra menutup pintu untuk Gatot, eks panglima TNI itu pernah menemui Prabowo Subianto.
"Pak Prabowo dan Pak Gatot merupakan sahabat. Hubungan beliau berdua sangat bagus. Bahkan, Pak Gatot sudah datang ke Prabowo untuk menyampaikan keinginan beliau maju di Pilpres 2019," kata Andre kepada wartawan, Minggu (18/3/2018).
Andre menceritakan lebih jauh soal respons Prabowo menanggapi keinginan Gatot. Andre menyebut, jika Gatot ingin jadi capres, itu sangat tidak mungkin sebab kader partai berlambang kepala garuda merah itu sudah kukuh ingin memajukan Prabowo.
"Pak Prabowo mendengarkan apa yang disampaikan dan keinginan Pak Gatot ke Pak Prabowo dan Partai Gerindra. Memang kalau untuk jadi capres Gerindra, Pak Gatot akan kesulitan karena kami sudah solid dan sepakat mencapreskan Pak Prabowo," jelas Andre.
Jika Gatot ingin jadi cawapres, Andre mengatakan Gerindra akan memberi pertimbangan. Nama Gatot, andai mau jadi cawapres Prabowo, akan dikonsultasikan ke seluruh partai koalisi Prabowo nantinya.
Untuk diketahui, Gerindra dan PKS telah sepakat berkoalisi di Pilpres 2019. PKS sendiri mematok 9 nama untuk dimajukan, baik sebagai capres ataupun cawapres.
"Tapi kalau untuk cawapres, tentu Pak Gatot masuk dalam radar kami. Hal ini tentunya akan dibicarakan bersama-sama dengan parpol koalisi kami nantinya," ungkap Andre.
https://news.detik.com/berita/d-3923613/gerindra-gatot-ingin-maju-pilpres-sudah-temui-prabowo
T.A Khalid: Pemilu 2019 Milik Gerindra dan Prabowo
07/02/2018
ACEHTREND.CO, Banda Aceh -ketua DPD Gerindra Aceh, T.A Khalid, 2019 adalah miliknya partai Gerindra dan Prabowo presidennya.Dalam kesempatan itu ia juga mengenalkan beberapa calon anggota DPRI yang berencana naik lewat partai Gerindra besutan Prabowo Subianto ini.
Hal ini disampaikan oleh T.A Khalid, pada malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra Aceh, semalam diperingati secara meriah, Selasa (6/2/2018) di Amel Convention Hall, Banda Aceh
Ketua Gerindra ini, dalam kesempatan ini, mengajak kader Gerindra untuk tetap solid dan kompak merebut kejayaaa Gerindra dan kemenangan Prabowo di Pileg dan Pilpres 2019 yang akan datang
Sementara itu, Chairawan Nusirwan yang mewakili DPP Gerindra, mengingatkan seluruh kadernya, untuk bekerja keras, selalu mendekatkan diri dengan rakyat.
“Jangan mendekatkan diri dengan rakyat itu, saat dekat pemilu saja, saat mau butuh suara, Kader Gerindra itu harus dekat dengan rakyat kapanpun dan dimanapun” kata mantan Danrem Lilawangsa ini.
Malam puncak HUT Gerindra ini, merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari 2018 yang lalu
Ketua panitia HUT Gerindra, Mahfudz Y Loethan dalam sambutannya, menyebutkan ada 10 rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan, mulai dari awal melakukan silaturrahmi dengan awak media, peungut sampah dengan kegiatan aksi sosial lainnya.
“Karya kegiatan HUT ini dipersembahkan, oleh kerja anak anak muda yang ada Gerindra, semangat anak muda yang disupport oleh senior ini Alhamdullilah berlangsung sukses” kata Mahfudz dalam sambutannya, Selasa Malam (06/02/2019).
http://www.acehtrend.co/t-a-khalid-pemilu-2019-milik-gerindra-dan-prabowo/
--------------------------------
Banyak orang yang memprediksi bahwa tahun 2019 itu adalah tahun kemenangan milik Gerindra. Sementara PDIP, Golkar dan Demokrat masanya sudah lewat. Dan ada keyakinan kuat pula dari banyak orang bahwa Prabowo bisa jadi tidak memilih untuk maju melawan Jokowi ... tetapi dia akan memakai jagonya sendiri. Kemungkinan kombinasi Gatot dan Tuan Guru Bajang.

0
1.5K
7
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya