- Beranda
- Stories from the Heart
Wanita Bayangan
...
TS
ryan.bundas
Wanita Bayangan
Wanita Bayangan
Mau sedikit berbagi, masih belum tau itu mimpi apa bukan. Waktu itu aku enak nongkrong sama temen2 teknikku. Biasa ngebahas hal gak jelas, terus aku ada momen dimana semua jadi sunyi. Semua sibuk dengan hpnya sendiri2. Tiba2 aku merasakan ada seorang cewek yang belum pernah aku temui sebelumnya.
Aku langsung terpikat ngeliat dia. Perawakan yang sangat santun, menandakan bahwa dia orang jawa, walaupun pakaian yang ia kenakan waktu itu udah modern. Dia seperti bulu domba, dengan halusnya mampu menyapa aku dalam renunganku. Terlihat luwes dengan setiap lekukan gerakanmu, udah kayak penari remo pada masanya. Sangat waspada dengan keadaan sekelilingnya, takut dapat merubah kepribadiannya yang sangat luar biasa indahnya.
Aku merasakan dia menikmati teduhnya pohon jambu, dengan rerumputan yang berkeliaran disampingnya. Diam-diam dia mulai bersiul berirama lagu "Are-are". Lagu favoritku sampai saat ini. Suaranya yang merdu langsung mampu merusak pernapasanku. Aku langsung terengah-engah, keringatku mulai berkucuran. Aku sangat menikmati hiburannya, sudah seperti orkestra dari Om Erwin saja.
Dalam ujung kenikmatan dari renunganku itu, tiba2 temenku mukul pundakku dan langsung nyadarin aku. Sempet kecewa sih, belum juga aku nuntasin hiburan dari cewek itu. Sampek sekarang aku ngerasa kalo dia itu nyata, bukan sekedar renunganku saja. Dia itu ada, tapi masih gak tau dia dimana. Sampek sekarang belum bisa merenungkan dia, apalagi buat ketemu. Mulai saat itu aku menamai cewek misterius dalam renunganku itu, Laura.
Mau sedikit berbagi, masih belum tau itu mimpi apa bukan. Waktu itu aku enak nongkrong sama temen2 teknikku. Biasa ngebahas hal gak jelas, terus aku ada momen dimana semua jadi sunyi. Semua sibuk dengan hpnya sendiri2. Tiba2 aku merasakan ada seorang cewek yang belum pernah aku temui sebelumnya.
Aku langsung terpikat ngeliat dia. Perawakan yang sangat santun, menandakan bahwa dia orang jawa, walaupun pakaian yang ia kenakan waktu itu udah modern. Dia seperti bulu domba, dengan halusnya mampu menyapa aku dalam renunganku. Terlihat luwes dengan setiap lekukan gerakanmu, udah kayak penari remo pada masanya. Sangat waspada dengan keadaan sekelilingnya, takut dapat merubah kepribadiannya yang sangat luar biasa indahnya.
Aku merasakan dia menikmati teduhnya pohon jambu, dengan rerumputan yang berkeliaran disampingnya. Diam-diam dia mulai bersiul berirama lagu "Are-are". Lagu favoritku sampai saat ini. Suaranya yang merdu langsung mampu merusak pernapasanku. Aku langsung terengah-engah, keringatku mulai berkucuran. Aku sangat menikmati hiburannya, sudah seperti orkestra dari Om Erwin saja.
Dalam ujung kenikmatan dari renunganku itu, tiba2 temenku mukul pundakku dan langsung nyadarin aku. Sempet kecewa sih, belum juga aku nuntasin hiburan dari cewek itu. Sampek sekarang aku ngerasa kalo dia itu nyata, bukan sekedar renunganku saja. Dia itu ada, tapi masih gak tau dia dimana. Sampek sekarang belum bisa merenungkan dia, apalagi buat ketemu. Mulai saat itu aku menamai cewek misterius dalam renunganku itu, Laura.
anasabila memberi reputasi
1
768
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya