- Beranda
- Stories from the Heart
BENANG KUSUT: Complicated Relationship (Cerbung)
...
TS
milkteann
BENANG KUSUT: Complicated Relationship (Cerbung)
Halo Agan Sista semua 
Aku baru lahir di nih, hehehe... maksudnya baru join.
sekarang aku mau bikin theard yang isinya cerita yang aku tulis sendiri, dan pernah duluuuuuuu banget diupload ke wattpad dengan judul berbeda, yaitu "You and Mine" tapi udah gak dipublish di sana lagi karena kata mamah mainnya jangan jauh-jauh hehehe.
langsung aja yuk, di sub-forum Stories from the heart ini aku mempersembahkan.....
*ehem-ehem,
BENANG KUSUT: Complicated Relationship. Sebuah cerita fiksi karyaku.
-milkteann-
yaudah kalau gitu... cus...

pict source: google
edited by: milkteann
oke mungkin segini dulu, hehe..
inget tinggalkan jejak, kritik, saran, rate, dan share jika bermanfaat ya.. maaciw
See Ya!

Aku baru lahir di nih, hehehe... maksudnya baru join.
sekarang aku mau bikin theard yang isinya cerita yang aku tulis sendiri, dan pernah duluuuuuuu banget diupload ke wattpad dengan judul berbeda, yaitu "You and Mine" tapi udah gak dipublish di sana lagi karena kata mamah mainnya jangan jauh-jauh hehehe.
langsung aja yuk, di sub-forum Stories from the heart ini aku mempersembahkan.....
*ehem-ehem,
BENANG KUSUT: Complicated Relationship. Sebuah cerita fiksi karyaku.
-milkteann-
Quote:
Silakan digelar tikarnya dan pasang tendanya. Keep Enjoy and hope u like it guys
Buat agan sista kaskuser penghuni dan pembaca SFTH jangan lupa tinggalkan jejaknya, rate, dan share jika bermanfaat ya hihihi. Etttt...tapi jangan OOT ya... 
Buat agan sista kaskuser penghuni dan pembaca SFTH jangan lupa tinggalkan jejaknya, rate, dan share jika bermanfaat ya hihihi. Etttt...tapi jangan OOT ya... 
yaudah kalau gitu... cus...
Quote:

pict source: google
edited by: milkteann
Quote:
Sinopsis
Ini adalah kisah Veea dan teman-temannya. Mereka memiliki hubungan persahabatan dan cinta yang sangat rumit bagaikan benang yang kusut.
Banyak kenangan di masa lalu, rahasia yang satu persatu mulai terkuak, tawa, dan juga duka. Perjalanan ini terus berlanjut dengan banyaknya hal tak terduga yang terjadi.
Entah itu Veea, maupun yang lainnya masih belum bisa mengetahui akan menjadi seperti apa hubungan mereka. Meski begitu, mereka satu sama lain saling menguatkan sampai akhirnya hubungan yang rumit itu dapat diperbaiki meski tak sama seperti semula.
Ini adalah kisah Veea dan teman-temannya. Mereka memiliki hubungan persahabatan dan cinta yang sangat rumit bagaikan benang yang kusut.
Banyak kenangan di masa lalu, rahasia yang satu persatu mulai terkuak, tawa, dan juga duka. Perjalanan ini terus berlanjut dengan banyaknya hal tak terduga yang terjadi.
Entah itu Veea, maupun yang lainnya masih belum bisa mengetahui akan menjadi seperti apa hubungan mereka. Meski begitu, mereka satu sama lain saling menguatkan sampai akhirnya hubungan yang rumit itu dapat diperbaiki meski tak sama seperti semula.
Quote:
Part 1
Saat ini, semuanya masih belum dimulai.
-----------------------------------------------------------
Libur telah tiba, hatiku gembira!
Itulah yang bisa diungkapkan saat ini oleh seluruh siswa dimanapun berada, tak terkecuali gadis cantik bernama Saveea yang akrab disapa Veea, ketika para sahabatnya datang untuk berlibur dan merayakan kelulusan dengan nilai yang cukup memuaskan di rumahnya.
Rumah Veea terlihat berbeda dari biasanya. Bungkus makanan ringan dan kaleng minuman bersoda banyak tergeletak di atas meja, tak lupa kulit kacang pun berserakan di setiap sudut meja dan karpet ruangan. Itu membuat dia menggelengkan kepala dan tersenyum kecil.
Dari dulu kebiasaan mereka memang tidak berubah, setiap kali berkumpul pasti selalu seperti itu.
Yap! Veea menghabiskan waktu liburnya dengan sang kakak dan para sahabatnya, yaitu Marfelyo, Laila, dan Kevin-sahabat Veea sejak kecil, serta Jeni-sepupu Laila.
Biasanya, jika sedang berlibur mereka berkumpul bersama, dan mereka selalu berpasangan, tapi hanya ada satu yang merupakan pasangan sesungguhnya, yaitu Laila dan Kevin. Mereka berpacaran sejak tahun pertama masuk SMA, sudah tiga tahun tepatnya. Tapi Marfelyo menyukai Laila. Jadi, terkadang Marfelyo menganggu kencan Laila dan Kevin, sehingga mendapat cibiran dari Laila.
***
Jam menunjukkan pukul 1 pagi, namun di antara mereka belum ada satupun yang mengantuk. Sebenarnya Veea sudah mulai mengantuk, tapi kehebohan para sahabatnya yang sedang menonton pertandingan bola membuat gadis itu lupa jika dia lelah.
Veea menyandarkan kepalanya di pundak sang kakak tercinta-Raka sambil sedikit memejamkan mata. Raka menyuruhnya untuk beristirahat di kamar.
"Veea, tidur sana. Udah malam banget, nih," ucapnya.
"Nanti ah, Kak. Lagian ini udah pagi bukan malam lagi," jawab Veea sambil menggelengkan kepala.
"Oh iya, ya? Hehe," ucapan Raka membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa. Veea mulai menguap, terlihat Laila pun begitu.
"La? Tidur yuk!" ajaknya pada Laila, Laila mengangguk, lalu mereka beranjak ke kamar.
Laila Membalikan badannya, "Kak Jeni gak ikut?"
Semua melirik ke arah Jeni, "Kok pada lihatin gue sih? Kenapa? Gue belum nagntuk," Jeni menjawab dengan nada juteknya, tak aneh melihat dia bersikap begitu, dia adalah gadis yang tomboy, semua tahu itu.
"Udah biarin, Jeni mau bobo sama kita-kita, yakkan?" Raka mengedipkan mata genit.
"Heh! Apaan? Ogah! yang ada besok gue jadi korban," Jeni bergidik ngeri dan langsung melempar bantal ke arah Raka.
"Iya.. korban perasaan karena akang Raka yang ganteng ini belum menyatakan cintanya sama neng Jeni," gombal Raka yang tak dihiraukan Jeni, dia akhirnya berlari menyusul Veea dan Laila untuk tidur di kamar.
Di kamar, saat para gadis akan tidur, tiba-tiba Veea merasa haus. Veea memutuskan untuk mengmbil minum di dapur. Terpaksa Veea harus turun dari lantai atas, tempat kamarnya berada. Dia berpapasan dengan Raka yang juga akan ke kamar, "Loh? Kok balik lagi, Ve?"
Veea tersenyum manis sekali lalu menjawabnya dengan jahil sambil meniru saat Raka mengedipkan matanya, "Aku mau ambil minum, Kakakku sayang,"
Raka mengerutkan jidatnya, "Ih amit-amit, gue bukan siscon ya.. please deh Ve, jangan mulai,"
Veea tertawa mendengarnya, "Ye.. emang aku gak boleh sayang sama kakak sendiri? Beuh..”
Raka pun membuat muka lucu dengan berpura-pura akan muntah, "Udah sana, ambil minumnya, cepet tidur!"
Veea mengacungkan jempolnya.
Veea melihat ke ruangan tempat berkumpul tadi, hanya ada Marfelyo di sana, sepertinya Kevin sudah tidur sebelum Raka tadi. Dia melanjutkan niatnya untuk mengambil minum.
Terdengar seperti ada orang yang sedang menyalakan air di kamar mandi, dia merasa kebingungan, jangan-jangan rumah ini berhantu. Veea mendekati kamar mandi dan perlahan membuka pintunya.
"AAA...PPPPHH..." dia terkejut saat melihat Kevin keluar dari kamar mandi, buru-buru Kevin membekap mulutnya supaya tidak ada yang mendengar.
"dikira setan, Vin," ucap Veea cengengesan, dia mengelus-elus dadanya.
"Ck, dasar. Ngapain di sini?" tanyanya, "Tidur sana." Lanjutnya.
Mau tak mau Veea menaiki tangga ke kamarnya karena Kevin terus mendorong dari belakang, meski dia belum menjawab pertanyaan Kevin,
"Ih," kesalnya.
***
"La? Bangun, katanya mau lari," samar-samar terdengar suara dari balik pintu kamar, Veea bangun dan melihat sekitar, Laila dan Jeni belum bangun rupanya. Dia membukakan pintu kamar lalu melihat Kevin di sana.
"Hah? Hahaha...hahaha!" Kevin tertawa terbahak-bahak, Veea heran melihatnya, "Ve? Lo? Haha..haha!" Kevin melanjutkan tertawanya.
"Kenapa sih, Vin? Aneh deh!" ucapnya kesal,
"Lo, mirip singa! Haha-" Veea sudah siap dengan guling ditangannya dan mengarahkan pada Kevin membentuk sebuah serangan, Kevin pun menghindar dan lari sambil masih tertawa,
"LARI!... Hahaha...hahaha..." Veea pun kembali menutup pintu dan bergeras mandi, tak menghiraukan keberadaan Laila dan Jeni yang masih di alam mimpinya.
Setelah beberapa waktu kemudian, Veea sudah rapi dengan baju olahraga favoritnya, lengkap dengan sepatu sneakers di kakinya juga earphone yang sudah menancap di telinganya, dia membangunkan Laila dan Jeni dengan teriakan yang sangat kencang, tapi teriakannya lebih terdengar seperti menjerit.
Semua orang yang ada di rumahnya masuk ke kamar Veea. Namun memang dasar jahil, dia malah berpura-pura takut lalu berlari menaiki ranjang sambil meloncat dan berteriak histeris saat semua orang berada di kamarnya, dan itu dianggap hal yang konyol oleh Raka.
"Veea ngapain woy? Malu-maluin gue ah. Masa cowok ganteng gini punya adik gila? Udah turun!" ucap Raka, membuat dia disoraki oleh Kevin dan Marfelyo yang sebenarnya sama saja dengan dirinya dan Saveea-gila
"wooooo!!!" seru mereka. Meski Veea sudah membuat kehebohan, tapi Laila dan Jeni baru bisa bangun saat Veea bernyanyi lantang dengan masih berada pada posisi berdirinya di atas ranjang.
"Ada apa, nih?" tanya Jeni dengan wajah polosnya.
"Ah, Tuan putri sudah bangun? Mari hamba antar ke kamar mandi, hamba akan memandikanmu," ucap Raka sontak membuat semuanya tertawa,
"Cieee, Jeninya kok digodain aja sih, Bang?" jahil Kevin, Jeni dan Raka sama-sama tersipu malu.
***
Hari ini, meski Laila dan Jeni bangun terlambat, rencana mereka untuk menikmati udara segar di taman umum yang tak jauh dari rumah Veea dan Raka, tetap dilaksanakan. Tapi kali ini minus Kevin, karena dia mengeluh sedang tidak enak badan.
Laila berusaha untuk tetap bersama Kevin dan tidak ikut olah raga pagi, namun ditolaknya lantaran Kevin tahu bahwa Laila di sini bukan untuk menjaganya, melainkan untuk liburan bersama yang lainnya. Terpaksa Laila menurut walau sebenarnya dia khawatir dengan Kevin, dan Kevin pun tetap kekeuh mengatakan bahwa dirinya akan baik-baik saja.
Setengah perjalanan, Marfelyo dan Jeni mulai terengah-engah karena sepanjang jalan mereka berlari tanpa berhenti. Marfelyo berhenti, dia mengeluh dan protes pada Raka,
"Bang! Sumpah lo bohongin gue ya?" Raka tak mengerti maksud ucapan Marfelyo,
"Hah? Bohongin apa, Yo?" Elyo-Marfelyo menepuk pundak Raka,
"Hosh...Hosh, lo bilang dekat tapi belum sampai juga?"
Raka menahan tawanya dan tangannya membentuk huruf 'V' menandakan damai, "Maaf deh, tapi menurut gue dekat ah, lo aja yang gak biasa," ujarnya.
"Ya udah deh gue balik lagi aja ya? Gamau rugi gue, habisin tenaga," kali ini Raka tak dapat menahan tawanya, entah kenapa, tapi dia menganggap Elyo lucu.
"Kok cowok gak suka olah raga sih? Ntar perutnya gak kotak-kotak loh?" candanya,
"Ah, biarin aja. Gue balik ya, dah," Raka mengangguk saja mengiyakan. Sebelum melanjutkan perjalannya Raka meminta minuman yang dipegang Elyo untuknya, Elyo menggelengkan kepala namun sesaat kemudian dia memberikannya pada Raka, dia pun kembali ke rumah.
***
Kevin nampak memegangi dadanya saat Elyo tiba di rumah, khawatir takut terjadi sesuatu, Elyo pun mendekatinya, "Eh, Vin. Lo kenapa?" Kevin berusaha tenang dan sedikit mengurangi cengkraman pada dadanya,
"Gak apa-apa, Yo. Napas gue berasa sesak doang. Udah biasa kok," elaknya, namun berhasil membuat Elyo percaya dan tak merasa khawatir lagi, karena setahunya Kevin menderita asma dan sering kambuh.
"Ya udah, lo hati-hati ya. Gue mau ke kamar dulu, gerah nih," Kevin mengangguk pelan. Dia merogoh saku celananya karena mendapat telepon dari seseorang.
"Halo? Kenapa?"
"..."
"Sorry, gue gak punya pulsa,"
"..."
"Gak, gue baik. Tenang aja,"
"..."
"Iya, gak usah disuruh, bosen gue. Haha! Udah ya, gue mau lanjut tidur, semalam begadang nih,"
"..."
"Ya gitu deh. Sekarang, bandelnya gue malah lebih dari waktu lo di sini. Lo aja yang gak tahu. Bye, kalau ada perlu sms aja,"
"..."
"Miss you too" Kevin lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Di belakang pintu kamar, Elyo mengintip. Mungkin, dibenaknya Kevin sedang berbicara dengan gadis lain yang bukan Laila, itu sebabnya Kevin tidak ikut menikmati udara di taman bersama Laila dan yang lainnya, dan menolak Laila untuk tetap bersamanya. Tapi, Elyo juga merasa itu hal yang tak mungkin, karena dia lihat sendiri tadi bahwa Kevin mengeluhkan sesak napas. Elyo menggelengkan kepalanya, dia bingung dibuatnya.
***
BERLANJUT KE PART BEIKUTNYA
Saat ini, semuanya masih belum dimulai.
-----------------------------------------------------------
Libur telah tiba, hatiku gembira!
Itulah yang bisa diungkapkan saat ini oleh seluruh siswa dimanapun berada, tak terkecuali gadis cantik bernama Saveea yang akrab disapa Veea, ketika para sahabatnya datang untuk berlibur dan merayakan kelulusan dengan nilai yang cukup memuaskan di rumahnya.
Rumah Veea terlihat berbeda dari biasanya. Bungkus makanan ringan dan kaleng minuman bersoda banyak tergeletak di atas meja, tak lupa kulit kacang pun berserakan di setiap sudut meja dan karpet ruangan. Itu membuat dia menggelengkan kepala dan tersenyum kecil.
Dari dulu kebiasaan mereka memang tidak berubah, setiap kali berkumpul pasti selalu seperti itu.
Yap! Veea menghabiskan waktu liburnya dengan sang kakak dan para sahabatnya, yaitu Marfelyo, Laila, dan Kevin-sahabat Veea sejak kecil, serta Jeni-sepupu Laila.
Biasanya, jika sedang berlibur mereka berkumpul bersama, dan mereka selalu berpasangan, tapi hanya ada satu yang merupakan pasangan sesungguhnya, yaitu Laila dan Kevin. Mereka berpacaran sejak tahun pertama masuk SMA, sudah tiga tahun tepatnya. Tapi Marfelyo menyukai Laila. Jadi, terkadang Marfelyo menganggu kencan Laila dan Kevin, sehingga mendapat cibiran dari Laila.
***
Jam menunjukkan pukul 1 pagi, namun di antara mereka belum ada satupun yang mengantuk. Sebenarnya Veea sudah mulai mengantuk, tapi kehebohan para sahabatnya yang sedang menonton pertandingan bola membuat gadis itu lupa jika dia lelah.
Veea menyandarkan kepalanya di pundak sang kakak tercinta-Raka sambil sedikit memejamkan mata. Raka menyuruhnya untuk beristirahat di kamar.
"Veea, tidur sana. Udah malam banget, nih," ucapnya.
"Nanti ah, Kak. Lagian ini udah pagi bukan malam lagi," jawab Veea sambil menggelengkan kepala.
"Oh iya, ya? Hehe," ucapan Raka membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa. Veea mulai menguap, terlihat Laila pun begitu.
"La? Tidur yuk!" ajaknya pada Laila, Laila mengangguk, lalu mereka beranjak ke kamar.
Laila Membalikan badannya, "Kak Jeni gak ikut?"
Semua melirik ke arah Jeni, "Kok pada lihatin gue sih? Kenapa? Gue belum nagntuk," Jeni menjawab dengan nada juteknya, tak aneh melihat dia bersikap begitu, dia adalah gadis yang tomboy, semua tahu itu.
"Udah biarin, Jeni mau bobo sama kita-kita, yakkan?" Raka mengedipkan mata genit.
"Heh! Apaan? Ogah! yang ada besok gue jadi korban," Jeni bergidik ngeri dan langsung melempar bantal ke arah Raka.
"Iya.. korban perasaan karena akang Raka yang ganteng ini belum menyatakan cintanya sama neng Jeni," gombal Raka yang tak dihiraukan Jeni, dia akhirnya berlari menyusul Veea dan Laila untuk tidur di kamar.
Di kamar, saat para gadis akan tidur, tiba-tiba Veea merasa haus. Veea memutuskan untuk mengmbil minum di dapur. Terpaksa Veea harus turun dari lantai atas, tempat kamarnya berada. Dia berpapasan dengan Raka yang juga akan ke kamar, "Loh? Kok balik lagi, Ve?"
Veea tersenyum manis sekali lalu menjawabnya dengan jahil sambil meniru saat Raka mengedipkan matanya, "Aku mau ambil minum, Kakakku sayang,"
Raka mengerutkan jidatnya, "Ih amit-amit, gue bukan siscon ya.. please deh Ve, jangan mulai,"
Veea tertawa mendengarnya, "Ye.. emang aku gak boleh sayang sama kakak sendiri? Beuh..”
Raka pun membuat muka lucu dengan berpura-pura akan muntah, "Udah sana, ambil minumnya, cepet tidur!"
Veea mengacungkan jempolnya.
Veea melihat ke ruangan tempat berkumpul tadi, hanya ada Marfelyo di sana, sepertinya Kevin sudah tidur sebelum Raka tadi. Dia melanjutkan niatnya untuk mengambil minum.
Terdengar seperti ada orang yang sedang menyalakan air di kamar mandi, dia merasa kebingungan, jangan-jangan rumah ini berhantu. Veea mendekati kamar mandi dan perlahan membuka pintunya.
"AAA...PPPPHH..." dia terkejut saat melihat Kevin keluar dari kamar mandi, buru-buru Kevin membekap mulutnya supaya tidak ada yang mendengar.
"dikira setan, Vin," ucap Veea cengengesan, dia mengelus-elus dadanya.
"Ck, dasar. Ngapain di sini?" tanyanya, "Tidur sana." Lanjutnya.
Mau tak mau Veea menaiki tangga ke kamarnya karena Kevin terus mendorong dari belakang, meski dia belum menjawab pertanyaan Kevin,
"Ih," kesalnya.
***
"La? Bangun, katanya mau lari," samar-samar terdengar suara dari balik pintu kamar, Veea bangun dan melihat sekitar, Laila dan Jeni belum bangun rupanya. Dia membukakan pintu kamar lalu melihat Kevin di sana.
"Hah? Hahaha...hahaha!" Kevin tertawa terbahak-bahak, Veea heran melihatnya, "Ve? Lo? Haha..haha!" Kevin melanjutkan tertawanya.
"Kenapa sih, Vin? Aneh deh!" ucapnya kesal,
"Lo, mirip singa! Haha-" Veea sudah siap dengan guling ditangannya dan mengarahkan pada Kevin membentuk sebuah serangan, Kevin pun menghindar dan lari sambil masih tertawa,
"LARI!... Hahaha...hahaha..." Veea pun kembali menutup pintu dan bergeras mandi, tak menghiraukan keberadaan Laila dan Jeni yang masih di alam mimpinya.
Setelah beberapa waktu kemudian, Veea sudah rapi dengan baju olahraga favoritnya, lengkap dengan sepatu sneakers di kakinya juga earphone yang sudah menancap di telinganya, dia membangunkan Laila dan Jeni dengan teriakan yang sangat kencang, tapi teriakannya lebih terdengar seperti menjerit.
Semua orang yang ada di rumahnya masuk ke kamar Veea. Namun memang dasar jahil, dia malah berpura-pura takut lalu berlari menaiki ranjang sambil meloncat dan berteriak histeris saat semua orang berada di kamarnya, dan itu dianggap hal yang konyol oleh Raka.
"Veea ngapain woy? Malu-maluin gue ah. Masa cowok ganteng gini punya adik gila? Udah turun!" ucap Raka, membuat dia disoraki oleh Kevin dan Marfelyo yang sebenarnya sama saja dengan dirinya dan Saveea-gila
"wooooo!!!" seru mereka. Meski Veea sudah membuat kehebohan, tapi Laila dan Jeni baru bisa bangun saat Veea bernyanyi lantang dengan masih berada pada posisi berdirinya di atas ranjang.
"Ada apa, nih?" tanya Jeni dengan wajah polosnya.
"Ah, Tuan putri sudah bangun? Mari hamba antar ke kamar mandi, hamba akan memandikanmu," ucap Raka sontak membuat semuanya tertawa,
"Cieee, Jeninya kok digodain aja sih, Bang?" jahil Kevin, Jeni dan Raka sama-sama tersipu malu.
***
Hari ini, meski Laila dan Jeni bangun terlambat, rencana mereka untuk menikmati udara segar di taman umum yang tak jauh dari rumah Veea dan Raka, tetap dilaksanakan. Tapi kali ini minus Kevin, karena dia mengeluh sedang tidak enak badan.
Laila berusaha untuk tetap bersama Kevin dan tidak ikut olah raga pagi, namun ditolaknya lantaran Kevin tahu bahwa Laila di sini bukan untuk menjaganya, melainkan untuk liburan bersama yang lainnya. Terpaksa Laila menurut walau sebenarnya dia khawatir dengan Kevin, dan Kevin pun tetap kekeuh mengatakan bahwa dirinya akan baik-baik saja.
Setengah perjalanan, Marfelyo dan Jeni mulai terengah-engah karena sepanjang jalan mereka berlari tanpa berhenti. Marfelyo berhenti, dia mengeluh dan protes pada Raka,
"Bang! Sumpah lo bohongin gue ya?" Raka tak mengerti maksud ucapan Marfelyo,
"Hah? Bohongin apa, Yo?" Elyo-Marfelyo menepuk pundak Raka,
"Hosh...Hosh, lo bilang dekat tapi belum sampai juga?"
Raka menahan tawanya dan tangannya membentuk huruf 'V' menandakan damai, "Maaf deh, tapi menurut gue dekat ah, lo aja yang gak biasa," ujarnya.
"Ya udah deh gue balik lagi aja ya? Gamau rugi gue, habisin tenaga," kali ini Raka tak dapat menahan tawanya, entah kenapa, tapi dia menganggap Elyo lucu.
"Kok cowok gak suka olah raga sih? Ntar perutnya gak kotak-kotak loh?" candanya,
"Ah, biarin aja. Gue balik ya, dah," Raka mengangguk saja mengiyakan. Sebelum melanjutkan perjalannya Raka meminta minuman yang dipegang Elyo untuknya, Elyo menggelengkan kepala namun sesaat kemudian dia memberikannya pada Raka, dia pun kembali ke rumah.
***
Kevin nampak memegangi dadanya saat Elyo tiba di rumah, khawatir takut terjadi sesuatu, Elyo pun mendekatinya, "Eh, Vin. Lo kenapa?" Kevin berusaha tenang dan sedikit mengurangi cengkraman pada dadanya,
"Gak apa-apa, Yo. Napas gue berasa sesak doang. Udah biasa kok," elaknya, namun berhasil membuat Elyo percaya dan tak merasa khawatir lagi, karena setahunya Kevin menderita asma dan sering kambuh.
"Ya udah, lo hati-hati ya. Gue mau ke kamar dulu, gerah nih," Kevin mengangguk pelan. Dia merogoh saku celananya karena mendapat telepon dari seseorang.
"Halo? Kenapa?"
"..."
"Sorry, gue gak punya pulsa,"
"..."
"Gak, gue baik. Tenang aja,"
"..."
"Iya, gak usah disuruh, bosen gue. Haha! Udah ya, gue mau lanjut tidur, semalam begadang nih,"
"..."
"Ya gitu deh. Sekarang, bandelnya gue malah lebih dari waktu lo di sini. Lo aja yang gak tahu. Bye, kalau ada perlu sms aja,"
"..."
"Miss you too" Kevin lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Di belakang pintu kamar, Elyo mengintip. Mungkin, dibenaknya Kevin sedang berbicara dengan gadis lain yang bukan Laila, itu sebabnya Kevin tidak ikut menikmati udara di taman bersama Laila dan yang lainnya, dan menolak Laila untuk tetap bersamanya. Tapi, Elyo juga merasa itu hal yang tak mungkin, karena dia lihat sendiri tadi bahwa Kevin mengeluhkan sesak napas. Elyo menggelengkan kepalanya, dia bingung dibuatnya.
***
BERLANJUT KE PART BEIKUTNYA
oke mungkin segini dulu, hehe..
inget tinggalkan jejak, kritik, saran, rate, dan share jika bermanfaat ya.. maaciw
Quote:
See Ya!

Diubah oleh milkteann 22-02-2018 14:17
anasabila memberi reputasi
1
2.5K
Kutip
5
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya