- Beranda
- Stories from the Heart
(A) You
...
TS
febrianjihan
(A) You
Cerita pertama aku ini tentang kehidupan seseorang yang sangat menginspirasi, ia pribadi yang cantik baik hati maupun fisik. Berjuang demi keluarga dengan menghiraukan dirinya sendiri.
Perempuan ini sejujurnya tak asing bagiku, ia perempuan yang berhasil membuat hati ini jatuh dengan nyaman untuk pertama kalinya. Sebelumnya tak ada yang bisa senyaman ini, pendaratan sebelumnya bahkan aku kehilangan salah satu sayap dan ku ingat ekor ku hampir patah. Tapi tidak dengan yang satu ini, landasan yang bila dilihat dari sisi manapun memang termasuk dalam deretan idaman.
Namanya Ayu, secantik parasnya. Dan juga hatinya. Aku mengenalnya ketika aku masih mengenakan seragam putih biru. Pertemuan yang sedikit aneh, mungkin. Tapi jelas ku ingat dulu kami sempat melempar ejekan dengan beberapa sebutan. Ya, aku sendiri memang saat itu belum mengetahui namanya sehingga aku memanggilnya dengan sebutan lain. Justru itu yang membuat kami dekat.
Jujur bila dibandingkan dengan perempuan lain seusianya, ia lah yang paling dewasa meski tingkahnya lebih kanak-kanak dari adikku yang berusia balita. Ia tak sungkan untuk menyambar makanan yang disuguhkan tuan rumah ketika bertamu, tak malu tertawa terbahak-bahak di pinggir jalan, dan yang paling membuat aku tak habis menggelengkan kepala adalah sikapnya yang kekeuh ketika menginginkan sesuatu. 2 tahun setidaknya aku menikmati semua kekonyolannya.
Aku menghabiskan separuh masa putih biru ku dengannya. Karna dia satu tingkat diatasku, tahun ke-3 ku alami tanpa nya. Tak ada lagi perempuan yang sengaja ku perhatikan dari balik jendela kelas, tak ada lagi perempuan yang berjalan menghampiriku dengan senyuman khas, dan tak ada lagi rengekan perempuan yang sangat gila K-Pop itu.
Tahun ketiga ku hampir hampa, setengah jalan kulalui dengan bergonta-ganti landasan. Rasanya tak senyaman dengannya. Hampa. Meski ragaku terlihat tersenyum, tertawa, bahkan menghibur tapi hati ini tak demikian. Rindu dengan sosoknya. Perempuan yang selama 2 tahun terakhir mengisi detik-detik kehidupanku. Setiap hendak berangkat ke sekolah aku selalu memperhatikan satu rumah bercat kuning dari dalam bis kota.
Entah mimpi atau nyata, aku melihat perempuan itu sedang berdiri di rumah yang selalu aku perhatikan. Aku tak heran karna memang itu yang aku harapkan. Tapi yang membuat nadiku hampir berhenti selama beberapa detik adalah ketika perempuan itu masuk ke dalam bis yang aku tumpangi ini. Kaki ini lemas, tangan gemetar, jantung berdetak memaksa orang lain mendengarnya, nafas tak lagi ku hiraukan. Entah dia sadar atau tidak dengan keberadaanku. Tapi yang jelas memandangi punggungnya pun sudah membuatku habis akal.
Sayangnya aku harus menyudahi semua ini. Aku sudah sampai tujuan dan harus berjalan ke depan untuk membayar lalu turun. Langkahku agak berat karna masih lemas. Ditambah arah langkahku ini melewati tempat perempuan itu berdiri. Entah apa yang harus aku lakukan ketika melewatinya? Apa aku harus menyapanya? Atau aku pura-pura tidak melihatnya? Hmm ini pilihan terberat bagiku. Tapi ku sadar ini harus segera ku putuskan.
Perempuan ini sejujurnya tak asing bagiku, ia perempuan yang berhasil membuat hati ini jatuh dengan nyaman untuk pertama kalinya. Sebelumnya tak ada yang bisa senyaman ini, pendaratan sebelumnya bahkan aku kehilangan salah satu sayap dan ku ingat ekor ku hampir patah. Tapi tidak dengan yang satu ini, landasan yang bila dilihat dari sisi manapun memang termasuk dalam deretan idaman.
Namanya Ayu, secantik parasnya. Dan juga hatinya. Aku mengenalnya ketika aku masih mengenakan seragam putih biru. Pertemuan yang sedikit aneh, mungkin. Tapi jelas ku ingat dulu kami sempat melempar ejekan dengan beberapa sebutan. Ya, aku sendiri memang saat itu belum mengetahui namanya sehingga aku memanggilnya dengan sebutan lain. Justru itu yang membuat kami dekat.
Jujur bila dibandingkan dengan perempuan lain seusianya, ia lah yang paling dewasa meski tingkahnya lebih kanak-kanak dari adikku yang berusia balita. Ia tak sungkan untuk menyambar makanan yang disuguhkan tuan rumah ketika bertamu, tak malu tertawa terbahak-bahak di pinggir jalan, dan yang paling membuat aku tak habis menggelengkan kepala adalah sikapnya yang kekeuh ketika menginginkan sesuatu. 2 tahun setidaknya aku menikmati semua kekonyolannya.
Aku menghabiskan separuh masa putih biru ku dengannya. Karna dia satu tingkat diatasku, tahun ke-3 ku alami tanpa nya. Tak ada lagi perempuan yang sengaja ku perhatikan dari balik jendela kelas, tak ada lagi perempuan yang berjalan menghampiriku dengan senyuman khas, dan tak ada lagi rengekan perempuan yang sangat gila K-Pop itu.
Tahun ketiga ku hampir hampa, setengah jalan kulalui dengan bergonta-ganti landasan. Rasanya tak senyaman dengannya. Hampa. Meski ragaku terlihat tersenyum, tertawa, bahkan menghibur tapi hati ini tak demikian. Rindu dengan sosoknya. Perempuan yang selama 2 tahun terakhir mengisi detik-detik kehidupanku. Setiap hendak berangkat ke sekolah aku selalu memperhatikan satu rumah bercat kuning dari dalam bis kota.
Entah mimpi atau nyata, aku melihat perempuan itu sedang berdiri di rumah yang selalu aku perhatikan. Aku tak heran karna memang itu yang aku harapkan. Tapi yang membuat nadiku hampir berhenti selama beberapa detik adalah ketika perempuan itu masuk ke dalam bis yang aku tumpangi ini. Kaki ini lemas, tangan gemetar, jantung berdetak memaksa orang lain mendengarnya, nafas tak lagi ku hiraukan. Entah dia sadar atau tidak dengan keberadaanku. Tapi yang jelas memandangi punggungnya pun sudah membuatku habis akal.
Sayangnya aku harus menyudahi semua ini. Aku sudah sampai tujuan dan harus berjalan ke depan untuk membayar lalu turun. Langkahku agak berat karna masih lemas. Ditambah arah langkahku ini melewati tempat perempuan itu berdiri. Entah apa yang harus aku lakukan ketika melewatinya? Apa aku harus menyapanya? Atau aku pura-pura tidak melihatnya? Hmm ini pilihan terberat bagiku. Tapi ku sadar ini harus segera ku putuskan.
Diubah oleh febrianjihan 20-02-2018 22:58
anasabila memberi reputasi
1
923
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya