Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
7609
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a431ad298e31b64188b4571/gw-berteman-dengan-kolong-wewe-chapter-3---final-chapter
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw mili
Lapor Hansip
27-12-2017 11:00

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER) (TAMAT, BREE)

Past Hot Thread
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki
profile-picture
profile-picture
profile-picture
secretadmirer23 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 142 dari 384
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 20:46
lanjut breee
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 20:47
gemboked
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 20:58
Quote:Original Posted By StormSide


mas imam yg paling top...ijinkan saya mngeluarkan pertnyaan konyol dlm otak saya selama ini setelah mengikuti jln cerita thread mas imam..

dr smua karakter2 ghaib dlm cerita mas imam..mulai dr sekar..jagad tirta..dll semua dahulu nya adalah manusia..jd apakah mereka2 ini dahulu melakukan moksa..ataukah setelah menjadi manusia..meninggal trus jd jin? *opsi terakhir ini sngat ga mungkin sepertinya hehehe* ...ataukah mereka hanyalah sosok jin khodam yg meniru pemiliknya terdahulu?...

maaf yaa mas imam klo pertanyaan saya terdengar konyol...tp itu yg selalu muncul setiap membac thread mas imam ini..

semangat selalu untuk nulis kisahnya mas ya... emoticon-Malu


Ini juga yang mau ane tanyain ke imam ..
Terimaksih sudah di wakilkan hehe
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:23
yuk...
emoticon-Hansip
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:27
Rawa Rontek...

Dada gw terasa semakin sesak saat sudah semakin dekat dengan cahaya kuning yang ada di bawah sungai.. Gerakan gw kian melambat seiring sudah keluarnya sisa oksigen yang sempat tersimpan dalam rongga dada..

Entah mengapa, gw merasakan mantera yang gw ikuti dari lisan Ridho jelmaan Nyi Mas Galuh Pandita, tidak terlalu berfungsi.. Buktinya, saat ini gw megap-megap menelan air sungai nan keruh saat semua udara tak lagi tersisa.. Padahal jarak cahaya kuning itu sudah sangat dekat..

Disaat rongga dada terasa terpenuhi air dan membuat gw hanya bisa megap-megap meregang nyawa.. Tiba-tiba, dari arah belakang gw merasakan seseorang mendekat dengan sangat cepat.. Gw sempat menoleh dan melihat Ridho jelmaan Nyi Mas Galuh Pandita, meluncur sambil mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah gw..

BRETT!!!

Bagian leher kaus yang gw kenakan dirambet dengan kuat oleh Ridho, membuat leher gw sempat tercekik.. Sambil berputar satu kali dalam air, Ridho jelmaan Nyi Mas Galuh Pandita melemparkan tubuh gw ke arah cahaya kuning..

Gw sendiri kembali membuka mulut untuk berteriak dalam air, manakala tubuh gw melesat cepat ke cahaya kuning.. Dan,..

BRUKK..

Tubuh gw terhempas masuk ke dalam sebuah lubang gua dan jatuh menghantam tanah kering berkerikil tajam.. Sementara, Ridho bersalto satu kali saat masuk ke dalam lubang yang sama dan mendarat dengan berpijak tegap diatas tanah berkerikil, persis satu tombak dibelakang..

Sambil meringis menahan sakit dari luka lecet disikut akibat terkena kerikil, gw mencoba berdiri dan menoleh ke arah belakang Ridho.. Pandangan gw terus menatap ke pintu gua seraya melangkah menuju kesana..

Sempat gw menyisir ruangan dalam gua yang cukup luas.. Dinding gua sendiri nampak berkilat saat tersentuh cahaya api berwarna kuning dari tiga buah obor yang tertancap di beberapa bagian sudut gua.. Beberapa stalagnit tersembul keluar dari atap gua dengan bagian tajam yang mengarah ke bawah.. Tetesan air yang mungkin berasal dari resapan air sungai, menetes membasahi tanah kasar berkerikil..

Kedua mata gw membesar saat melihat bayang-bayang air sungai yang keruh terlihat jelas beriak persis dimulut gua.. Namun, ajaibnya tidak ada setetespun air sungai yang masuk dan membasahi.. Kecuali tetesan air yang berasal dari pakaian basah yang gw kenakan serta tetesan air dari stalagnit..Seakan-akan, ada pembatas gaib yang memisahkan air sungai dengan gua..

Keanehan seperti ini, pernah gw alami dan dilihat dengan mata kepala sendiri saat Raden Jaka Wastra mengajak gw ke istana Kerajaan Laut Utara.. Meskipun instana megah tersebut berada didasar laut dan dikelilingi air, namun sebuah pembatas gaib seakan membatasi seluruh istana dari masuknya air laut..

“Jangan buang waktumu dengan hal kecil, Ngger.. Lebih baik kita segera masuk ke dalam gua.. Aku khawatir, Rambe Lantak keburu mencium kedatangan kita.. ” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita yang masih menjelma menjadi Ridho..

Gw menganggukkan kepala, lalu melangkahkan kaki kembali ke arah Ridho.. Tiba-tiba, telinga gw menangkap sayup-sayup suara seruling yang terdengar syahdu mendayu dayu dari dalam gua..

“Ambil sehelai daun jati muda ini untuk menutupi lubang telinga.. Niscaya, kesaktian suara Seruling Wesi Ireng milik Rambe Lantak, tidak akan mampu melukai indera pendengaran mu” Kata Ridho jelmaan Nyi Mas Galuh Pandita sambil menyodorkan dua helai daun jati yang entah kapan dipegangnya..

Dengan kening berkerut karena bingung, gw ambil sehelai daun berwarna kemerahan berbulu halus itu.. Lalu merobek dan menggulungnya sedikit dan gw sumpalkan ke dalam dua telinga kanan dan kiri.. Awalnya ada sensasi geli yang terasa di telinga, namun harus gw tahan karena menuruti anjuran Nyi Mas Galuh Pandita..

“Aku tidak akan membantu mu melawan Rambe Lantak nanti, Ngger.. Karena aku tahu, kau sangat bernafsu sekali untuk melenyapkan Jin itu.. Lagi pula, aku yakin kau pasti bisa membalaskan dendam menggunakan Ajian Segoro Geni pemberian Penguasa Kerajaan Laut Utara” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita lewat lisan Ridho, yang membuat gw cukup kaget..

Dalam hati, gw bertanya-tanya bagaimana bisa Nyi Mas Galuh Pandita mengetahui akan pemberian Ajian Segoro Geni dari sosok Kanjeng Ratu Penguasa Kerajaan Laut Utara? Aah, sudahlah.. Masalah itu, bisa gw tanyakan lain waktu.. Sekarang, yang terpenting gw harus menyiapkan diri menghadapi Rambe Lantak..

Gw mengangguk faham satu kali.. Kemudian, sambil melemparkan kembali pandangan ke arah depan, Ridho langsung berlari dan segera gw susul dari belakang..

Disana, diatas sebuah batu besar berwarna hitam, pandangan mata gw menatap nanar ke arah sosok Jin berwujud seorang laki-laki berambut acak-acakan yang sedang asyik meniupkan Seruling Wesi Ireng..

Melihat kedatangan kami, Rambe Lantak langsung berhenti meniupkan Seruling dan bangkit dari posisi rebahnya di atas batu.. Pandangan matanya menatap nanar ke arah gw dan Ridho..

“Berani sekali kalian datang kesini.. Apakah kalian siap mengantarkan nyawa?” Tanya Rambe Lantak sambil memutar Seruling Wesi Ireng di tangan kanan dan menyunggingkan senyuman menyeringai..

“Yang akan meregang nyawa hari ini adalah kau, Rambe Lantak!!” Teriak gw sambil melompat dengan sebuah tendangan kaki kanan, yang siap menghancurkan kepala jin jahanam itu..

TAKK!!!

Suara pergelangan kaki gw saat berbentur dengan Seruling Wesi Ireng yang digunakan Rambe Lantak untuk menangkis terdengar jelas.. Meski merasakan nyeri di tulang kaki, gw yang masih berada diudara langsung memutar tubuh dan melayangkan tendangan kaki kiri ke arah Rambe Lantak..

Tapi sayang, serangan gw yang kedua pun hanya mengenai udara kosong, saat laki-laki itu melompat mundur ke belakang.. Dengan kaki kanan lurus kesamping dan kaki kiri tertekuk, gw mendarat mulus di atas tanah berkerikil tajam.. Tak mau mengulur waktu, gw segera melompat maju ke arah Rambe Lantak.. Kali ini, gw memutuskan untuk menyerang dengan Ajian Segoro Geni, yang membuat kedua telapak tangan ini berwarna semerah bara dan mengeluarkan asap putih..

Berkali-kali gw melayangkan pukulan kedua telapak tangan secara bergantian ke arah kepala, dada maupun punggung Rambe Lantak yang terus menghindar dan berkelit memutar tubuhnya.. Jin berwujud laki-laki berambut panjang acak-acakan itu, sempat melompat naik ke dinding gua untuk menghindari hantaman Ajian Segoro Geni di telapak tangan kanan gw.. Lalu, melompat bersalto hendak mendarat di atas tanah berkerikil..

Gw yang telah membaca gerakan Rambe Lantak, secepat kilat berbalik arah juga dengan dua telapak tangan yang sudah semerah bara memburu Jin pembunuh Dewi Arum Kesuma.. Lalu..

BUGH!!

Telapak tangan kanan gw tepat menghantam bahu kiri Rambe Lantak, begitu Jin berwujud laki-laki itu baru berpijak di atas tanah berkerikil dengan posisi membelakangi.. Kontan, hantaman Ajian Segoro Geni di telapak tangan kanan gw membuat tubuh Rambe Lantak terdorong ke depan dan jatuh berguling-guling..

Melihat hal itu, gw sempat tersenyum dingin kemudian melompat kembali hendak memberi serangan mematikan untuk yang kedua kalinya.. Gw sama sekali tidak mau membuang kesempatan, saat Rambe Lantak nampak bangkit terhuyung-huyung, dengan tangan kiri yang sudah hampir putus terlepas dari bahu dan mengucurkan darah ..

Sesaat sebelum serangan gw mengenai tubuhnya, Rambe Lantak langsung meniupkan Seruling Wesi Ireng hanya menggunakan tangan kanan, sambil menghindari serangan gw dengan melompat mundur kebelakang..

Gerakan gw untuk sejenak berhenti begitu merasakan sedikit rasa sakit didua telinga.. Dinding gua terasa bergetar akibat suara yang keluar dari Seruling Wesi Ireng.. Hal ini menandakan serangan suara Senjata sakti Rambe Lantak itu mengandung tenaga dalam tinggi..

Untungnya, potongan daun jati yang diberikan Nyi Mas Galuh Pandita sudah melindungi dua gendang telinga dari serangan suara Seruling Wesi Ireng.. Jika tidak, maka saat ini gw sudah pasti sedang terkejang diatas tanah berkerikil tajam, meregang nyawa akibat serangan Rambe Lantak..

Rambe Lantak sendiri terlihat terkejut dan menatap nanar ke arah gw yang malah melangkah santai menuju sosoknya.. Mungkin Jin berwujud laki-laki berambut acak-acakan itu heran melihat gw yang sama sekali tidak terpengaruh serangan suara Seruling Wesi Ireng..

Perlahan, gw mendengar suara alunan Seruling Wesi Ireng lenyap dan berganti dengan suara tawa terbahak-bahak Jin itu..

“Jadi kau tahu cara menangkal suara Serulingku, anak muda? Bagus, ternyata kau memang pantas menjadi lawanku.. Aku juga punya kejutan seperti dirimu dengan Ajian Segoro Geni yang kau miliki” Ucap Rambe Lantak, sambil menyelipkan Seruling Wesi Ireng dipinggangnya..

Pandangan mata gw menatap menyelidik, saat Rambe Lantak menempelkan lengan kirinya yang hampir terputus ke ujung bahu.. Lalu, telapak tangan kanan Jin itu nampak mengusap bagian luka sambil merapalkan suatu mantera..

Sebuah asap hitam terlihat mengepul dari bagian batas lengan kiri dan bahu Rambe Lantak yang hampir terpisah.. Kemudian, kedua mata gw seketika membesar begitu melihat lengan kiri Jin pembunuh Dewi Arum Kesuma itu, sudah tersambung kembali dengan bahu, tanpa ada lagi luka menganga yang mengucurkan darah hitam..

“Hati-hati, Ngger.. Rambe Lantak menguasai Ilmu Rawa Rontek.. Kau harus membunuhnya tanpa membuat darah musuhmu menetes jatuh ke bumi..” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita yang membuat kening gw berkerut..

Dalam hati, gw sempat bertanya-tanya bagaimana cara menghabisi Rambe Lantak tanpa membuat darahnya jatuh ke tanah.. Hal itu sepertinya tidak mungkin bisa gw lakukan..

Dari arah depan, Rambe Lantak terdengar tertawa lantang menatap wajah gw yang sedang kebingungan.. Tak mau ditertawakan, gw segera memanggil Pedang Jagat Samudera yang pangkalnya terasa muncul tersembul dari bahu kanan..

SRIEENG..

Suara seperti dua belah besi terdengar saat Pedang Jagat Samudera perlahan-lahan gw keluarkan dari bahu.. Pedang sakti pemberian Ki Suta itu nampak gagah terselimuti sinar putih kebiruan, dalam genggaman tangan kanan gw..

“Ternyata kau mempunyai Senjata Sakti juga, anak manusia.. Tapi, asal kau tahu sehebat apapun Senjata yang kau miliki.. Sekuat apapun Ilmu yang kau gunakan, tidak akan mampu membuat nyawa ku terlepas dari raga” Kata Rambe Lantak dengan gaya congkak..

“Tak usah banyak cakap! Lebih baik sekarang kau hadapi aku, Jin Busuk!!!” Bentak gw sambil melompat ke arahnya dengan posisi Pedang Jagat Samudera terhunus tepat ke arah kepala Rambe Lantak..

TRANNG!!

Suara benturan dua bilah besi terdengar nyaring disertai percikan api, saat Seruling Wesi Ireng membentur bagian samping Pedang Jagat Samudera.. Rambe Lantak kemudian memutar Serulingnya menggulung Pedang sakti digenggaman tangan kanan gw, sambil meringsek maju.. Tenaga dalam Jin berwujud laki-laki itu yang dialirkan dibatang Seruling, terasa kuat sekali sehingga membuat gw terpaksa melangkah mundur dengan cepat..

Pada jarak satu tombak sebelum menyampai dinding gua, kedua kaki gw segera berpijak pada dinding batu berlumut dan menjadikannya tumpuan untuk berputar, sambil melayangkan sebuah tendangan..

DAKK!!

Tendangan kaki gw berhasil mengenai pergelangan tangan kanan Rambe Lantak, membuat Seruling Wesi Ireng terlepas dari genggamannya dan terpental jauh menancap di tanah berkerikil tajam..

Melihat Senjata andalan tak lagi ditangan, Rambe Lantak langsung melompat untuk mengambil Seruling sakti.. Tapi sayang, gerakan Jin berwujud laki-laki berambut acak-acakan itu sedikit lambat..
Diubah oleh juraganpengki
profile-picture
jimmi2008 memberi reputasi
3 0
3
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:30
Part satunya lagi sekarang juga ga nih, Bree? Kalo mau sekarang, ane edit dulu nih..
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:36
wadah lambe rantakk .. ngerii juga pake ilmu rawa rontek
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:36
ok bre
Diubah oleh inkpro99
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:38
Sekarang donk bree,keren banget nih ceritanye
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:39
Sekarang bre... Kentang bgt nih...
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:40
Sekarang gan👍👍👍
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:41
Quote:Original Posted By juraganpengki
Part satunya lagi sekarang juga ga nih, Bree? Kalo mau sekarang, ane edit dulu nih..


Sekalian aja brey... Kentang nih lagi seru seru nya wkwkw
Diubah oleh dandreans
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:42
sekarang bang imam... tanggung banget ntu di kentangin y... hehehehe
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:45
Quote:Original Posted By juraganpengki
Part satunya lagi sekarang juga ga nih, Bree? Kalo mau sekarang, ane edit dulu nih..


Ditunggu bre...
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:47
Quote:Original Posted By juraganpengki
Part satunya lagi sekarang juga ga nih, Bree? Kalo mau sekarang, ane edit dulu nih..


Lanjutkeun kangmas
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:48
Quote:Original Posted By juraganpengki
Part satunya lagi sekarang juga ga nih, Bree? Kalo mau sekarang, ane edit dulu nih..

Kalo ente lagi senggang lanjut juga boleh bree emoticon-Big Grin
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:51
Quote:Original Posted By juraganpengki
Part satunya lagi sekarang juga ga nih, Bree? Kalo mau sekarang, ane edit dulu nih..


hajar bre sekarang
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:53
lanjut om
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:56
lagi 2
0 0
0
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
19-02-2018 21:57
hajar
0 0
0
Halaman 142 dari 384
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
he-was-my-drugs-part-1
Stories from the Heart
balung-kukang
Stories from the Heart
sebuah-surat
Stories from the Heart
100-days
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Heart to Heart
i-am-depressed
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia