sumber foto: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/i...isCbzkvXW9AOLe
sumber foto: BBC Indonesia
Kastil Kumamoto sebuah kastil yang memiliki khas warna hitam ini, merupakan saksi bisu era samurai.
Suatu jaman dimana jepang dilanda pertempuran
antardinasti feodal.
Seorang komandan militer Hideyoshi yang bernama, Kato Kiyomasa membangun sebuah kastil sebagai benteng pertahanan anti tembus guna melindungi kota Kumamoto.
Dengan dibangunnya, 29 gerbang, 18 pos, dan 49 menara. Membuat kastil Kumamoto sulit ditembus.
Seiring beralihnya
dinasti feodal ke
restorasi Meiji saat munculnya pemberontakan Satsuma pada tahun 1877, dua abad setelah kastil dibangun, saat itulah momen kastil kumamoto ditentukan.
Dimana masa tersebut merupakan puncak dari serangkaian pemberontakan dan reformasi.
Saat ketegangan antara Satsuma dan kaisar Meiji di tokyo memuncak, komandan samurai Saigo Takamori mempunyai rencana pergi ke tokyo dan meninggalkan Satsuma untuk memusnahkan korupsi di tubuh pemerintahan kaisar Meiji.
Dikarenakan akan melewati Kumamoto, Takamori menyadari bahwa kastil Kumamoto yang saat itu menjadi benteng pasukan jepang harus dihancurkan dengan mengerahkan 20.000 samurai.
Namun pemerintahan Meiji sudah bisa membaca rencana Takamori tersebut. Sehingga kaisar memerintahkan untuk mempertahankan kastil tersebut dengan segala cara.
Karena jika kastil tersebut jatuh ke tangan samurai, maka pemberontakan akan menyebar ke seluruh jepang.
Penyerbuan para samurai itu bukanlah akhir dari drama seputar kastil kumamoto.
Pasukan jepang sengaja melakukan pembakaran agar asapnya menyulitkan para samurai membombardir kastil.
Kastil Kumamoto mampu menghalau serangan selama sekitar dua bulan, dari 19 Februari 1877 hingga 12 April 1877, tanpa satu orang pun bisa menembus kastil tersebut.
Terlepas insiden kebakaran yang mengakibatkan menara utama hancur. Para samurai tak mampu menaklukan kastil Kumamoto hingga dipaksa mundur ke Satsuma, dan kembali melakukan pertempuran habis-habisan pada september 1877, yang dikenal sebagai
pertempuran Shiroyama.
Oleh Hollywood kejadian tersebut lalu diangkat dalam sebuah film "The Last Of Samurai."
Kini menara utama yang dibangun kembali pada tahun 1960, menjadi museum yang menyimpan berbagai arfifak sejarah seperti: Baju Zirah samurai, Pedang, dan sejarah dari samurai yang pernah ada di Kumamoto.