- Beranda
- The Lounge
Refleksi HPN : Saring lalu Sharing
...
TS
khatami1998
Refleksi HPN : Saring lalu Sharing
Quote:



Refleksi HPN : Saring lalu Sharing
Oleh: Muhammad Iqbal Khatami
‘Merayakan’ Hari Pers
Tanggal 9 Februari ini Indonesia kembali memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang ke-73. Umur yang sudah sangat tua yang sudah mengharuskan pers Indonesia bersikap matang, arif dan bijaksana. Tentu kita tidak lupa, kurang lebih 19 tahun sudah usia reformasi pers. Sudah 19 tahun pula pers terbebas dari kekangan dan sekarang pers sedang memasuki pubernya, menginjak usia remaja. Maka, disinilah ujiannya, pers menjadi remaja yang masih suka coba-coba, bersikap sedikit ngawur, menikmati kebebasan tanpa batas, hingga kebablasan.
Rentetan penyakit terus menggelayapi media kita, terlihat dari penggunaan media untuk kepentingan pribadi, konglomerasi media, tayangan-tayangan banal, hingga berita-berita hoax yang memicu perpecahan. Hal ini membuktikan bahwa reformasi pers yang kian memasuki zona kebebasan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pers tidak menjadi sarana pencerahan publik.
Pers memang sudah bebas, dan bukankah itu atas tuntutan kita semua di era reformasi? Kita pun harus siap menerima segala konsekuensinya dimana pers kian bebas bahkan kebablasan. Kebebasan yang telah dijamin oleh Undang-Undang tak dapat ditarik mundur. Yang seharusnya kita lakukan adalah membentengi diri kita masing-masing (Sirikit Syah, 2014).
Dari peringatan HPN ini, sebagai wujud refleksi, yang dapat kita lakukan ialah membentengi diri kita masing-masing dan menjadi pengingat bagi orang di sekitar kita. Kita harus mandiri dalam menyeleksi kebutuhan akan informasi dan hiburan yang telah disajikan media. Meskipun ‘katanya’ media telah menyeleksinya untuk kita, dengan kata lain menjadi gatekeeper kita yang menentukan atas apa yang layak dimuat dan ditayangkan; kita juga seharusnya menyeleksi lagi apa yang patut kita konsumsi dari apa yang mereka sajikan.
mari kita ‘merayakan’ Hari Pers Nasional kali ini dengan menjadi penikmat media yang bijak, cerdas serta kritis dalam menyaring informasi media yang masih nikmat dengan kebebasannya. Seharusnya media bukan lagi salah satu penyebab perpecahan, namun menjadi pencerah bagi penikmatnya dan menjadi pendingin atas segala isu yang rentan menyebabkan perpecahan. Pihak media sendiri pun harusnya menyadari bahwa di usia pers yang kian tua, sudah sepatutnya bersikap dewasa dan meninggalkan masa-masa pubernya.
Diubah oleh khatami1998 09-02-2018 07:34
0
839
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya