Kaskus

Story

karlkochAvatar border
TS
karlkoch
Because Solitude Is A Bliss (sinestesia)
Because Solitude Is A Bliss (sinestesia)

Terasa menunggu bayangan yang aku sudah bersembunyi di dalamnya, dan dalam tersembunyi telah melarikan diri dariku hari ini. Hanya sepengal aroma tubuh pada kulit yang semalam aku cumbui diliang-liang liar. Aku tahu itu lebih mudah untuk berjalan kaki, daripada mencarinya didepan mata dan berkayal melintas dimensi. Tapi aku akan menaikkan tempat berlindung ke langit, bersama bala tentara malaikat. Meski gelarku adalah Jendral Tanpa Pasukan.

Dan di sini di bawah ini bintang malam ini aku akan berbaring, melepaskan keterasingan tak ingin mengusik ataupun berisik. Diam perlahan-lahan datang menghasilkan cahaya melesatlah. Saat aku terbangun dari malam terpanjang. Mimpi gemetar, pengaturan sirene bangunkan mata lelah. Dengan cahaya kenangan, semua terburu-buru membentur di kepalaku. Dengan lilin berdiri didepan cermin. Dari hati dan jiwa aku biarkan sisi lain menari, aku menari melalui malam terjal. Di atas tempat tidurku yang masih saja kumal. Dan berjalan menuju ke jendela. Aku melempar pintunya keluar dinding.

Dan dari menara gading mendengar panggilannya "Biarkan cahaya mengelilingiku". Hai ....... 7 Samudra mana yang harus kutempuh dan kukayuh, akan ku kayuh hatiku ke hatimu? Bagaimana ku bisa berpaling darimu, ketika kita menyadari kita adalah sepasang jiwa yang saling mecari dan berlari tanpa mengikat. Bagaimana bisa aku juga pergi begitu saja, ketika menyadari kita tak saling sanggup untuk menjauh, dan saling berteriak ini adalah luka kita, ini adalah perih kita dan menangis bersama dibawah hujan.

Today, i'am not in my skin. My body cannot contain me. I'am spilling out and over, like a rogue wave on the shore. Today, i can't keep myself from feeling like i don't have a friend in the world. And now matter how hard i try, i can't seem to pick myself up off the floor. My demons are lying in wait, they are grinning in the shadows, their polished fangs glinting, knowing today, it will be an easy kill. But tomorrow, tomorrow could be different, and that is what keeps me going today. When people tell you that you have so much more to experience in life once they find out you’re suicidal, you don’t get it.

I have lost the ability to become excited about things even things that I have yet to experience. So please don’t tell me that the world as more to offer because frankly I am incapable of caring. But, close your eyes, remind yourself that Allah is watching. Your efforts, your deeds, your patience will never go wasted. Remind yourself it's all being written down for later reference. Open your eyes and keep going. Look past the struggles, look past the pain. Remind yourself of how good it would feel to have it all one day come back to you to elevate you in your status. Don't let go. Don't give up.

Aku tak tau, ini hari keberapa saat Marisol pergi. Pergi bukan karna kemauannya, ia pergi karna Papa nya harus pindah tugas ke Jakarta. Meninggalkan begitu banyak kepelikan yg kurasa, kenangan itu, canda tawa itu, rindu itu seperti asap yg membumbung dari pembakaran yg tersiram air. Pekat nan menghitam. Aku lebih baik amnesia, lupa ingatan sementara daripada terusmenerus tergerus oleh rindu.

Quote:

Setelah sekian tahun Marisol pergi, aku masih seperti yang dulu. Masih berusaha melawan rindu, memendam rasa kangen itu dalam2. Dipalung terdalam hati, sama sekali hanya menjadi ampas yg mengendap kemudian menjadi karang yg membatu. Hari2 terasa pias, menyibukkan diri dengan melakukan banyak kegiatan diluar rumah agar sedikit terobati. Jika sendiri pasti teringat lagi, dikamar, diruang tengah, didapur semua ada bayangan Marisol. Bedebah itu telah mengurungku dalam sangkar yg bernama rindu.

Tapi aku harus bisa move on, melupakan semua tentang Marisol. Aku harus melanjutkan hidupku. Ditengah perasaan yg berkecamuk itu, aku bertemu dengan Sheril. Aku dikenalkan oleh teman sekantor denganku, anaknya cantik dan kalem. Tapi hanya sebatas berkenalan saja, tukeran nope habis itu ngga ada diantara kami saling menghubungi. Aku sih tau kenapa dia ngga menghubungiku, logik nya begini; Mana ada cewe yg mau menghubungi cowo duluan, jaim dong. Dan logika yg paling masuk akal adalah karna aku buruk rupa, semisal aku tampan. Kurasa logika pertama bisa dipatahkan.

Quote:


Sheril, cewe putih yg tinggi nya sekuping ku itu. Wajahnya oval dengan bibir yg selalu basah, cewe periang dan supel, kini mulai menghiasi hari2ku. Aku tak tau ini apa? tapi berangsur rindu yg membatu kepada Marisol mulai mencair. Sheril berhasil memalingkan pandangan tak kasat mataku untuk mulai membuka hati lagi.

Aku bukan tipe pria tebang pilih (halahhh boso hopo to coegg? emoticon-Bingung (S)), apalagi sama cewe secantik Sheril. Seminggu kenalan dan jalan bareng, langsung ku tembak. Perihal dia mau atau tidak itu bukan lagi problema yg bikin tertunduk lesu, wong sudah jelas kode nya begitu. Semisal ditolak pun aku ngga apa2, masih ada Marisol yg bisa kutunggu entah sampai kapan itu.

Merindu lagi, membatu lagi, yasudah biarlah. Yg terpenting saat ini, harus sedikit peka terhadap rangsangan (tsahhhh emoticon-Genit) #Ehh bukan..., peka terhadap sinyal2 dan kode cewe. Liat gelagatnya begitu (merespon) yaaa..., kemungkinan ditolak itu sangat kecil (pasang emot kacamata emoticon-Cool). Dan taraaaa..., perasaanku jarang meleset kalau soal menimang hati (beeeee). Sheril mau menjadi pacarku, dengan syarat dan ketentuan tertentu (baca: term emoticon-Wow) ngoahaha. Yang salah satunya tdk boleh masuk ke area pribadinya emoticon-Berduka (S).

Sheril dan Marisol itu dua karakter berbeda, Marisol cewe pendiem yg lebih suka menyendiri dan membaca buku ketimbang leyeh2 dengan teman2nya. Sheril char sebaliknya, dia supel, siapa saja yg bisa dia ajak ngomong ya ngomong apa saja. Dapet cewe kaya Sheril itu musti kuat nahan jealeous, klo engga ya berantem terus saban hari. Aku memang butuh cewe seperti Sheril saat ini, walau gaya hedonis dan perfectionisnya terkadang ngga nyambung dengan karakter slengeanku. Tapi sedikit masih bisa kuimbangi, Sheril paling risau klo pas jalan dengannya aku cuma pake celana pendek sama selop capit.

Dia pasti ngomong gini; 'Lu ganti celana sama capit lu, atau kita ngga jadi jalan". Ya bukan gw klo ngga pake debat2 dulu, soal beginian mah gw ngga mau kalah. Jangankan kalah, seri pun gw ogah! emoticon-Selamat. Klo soal yg lain, aku lbh banyak ngalahnya. Tapi soal style? waduhhhh maaf banget. Aku cukup beruntung memacari Sheril, selain dia itu baik banget dia juga cewe mandiri. Mau kemana2 minta dianterin, mau beli baju minta anterin, mau ke salon minta anterin. Sheril bkn tipe cewe ngehe macam gitu. Tapi ada satu hal yg membuat kami sempat bersi tegang, yaitu soal Marisol.

Kami pacaran sudah setahun lebih, tapi di kamarku masih terpajang photo Marisol. Yang tak kuasa ku lepas, entah apa yg ada dibenakku kala itu. Photo dengan ukuran 4x6 itu bertengger dengan gagah di meja bersama tumpukan buku dan barang2 lainnya. Mungkin Marisol tak tergantikan disudut hati yang lain. Mungkin ini rindu yang terlalu. Mungkin ini sekedar melankolia. Tentang perasaan yang bertahun-tahun lalu kamu pendam Ali. Kemudian, perasaan itu datang lagi, ia baru, bukan berarti berbeda sama sekali. Ada beberapa yang tersisa dari perasaan lama itu. Tentang bunyi, tentang warna, tentang cahaya, tentang wajah, tentang suara dan segala kenangan yang berkelindan. Perasaan itu sebenarnya tidak datang tiba tiba.

Ia telah pelan pelan mengintip. Memberimu harapan. Apakah ia masih seperti dahulu? Apakah ia masih yang sama seperti kamu melihatnya? Pesona yang membuatmu tunduk, menyerah dan kasmaran. Tentang hitamnya angkasa, tentang suar yang tak henti bersinar, dan kamu terjebak pada keinginan untuk terus bersama. Lalu kamu ragu. Kamu merasa tidak yakin. Kamu tidak ingin perasaan indah yang bertahun lalu kamu miliki rusak. Bagaimana jika ia berubah? Bagaimana jika ia berganti? Bagaimana jika ia mengecewakan? Bukankah kamu sudah beberapa kali dikecewakan? Bukankah kamu pernah dibuat kesal dengan satu karakter darinya yang menurutmu lemah, tak berguna dan juga menyebalkan?

Tapi disisi lain, perasaanmu tak bisa dibohongi. Kamu masih merindu. Kamu masih ingin bertemu lagi dengannya. Memandangnya pelan. Meski kemudian kamu paham. Kamu akan terluka, kamu akan kembali dibuat berharap, kamu akan dibuat menunggu dan seperti yang telah terjadi, kamu mungkin akan dibuat terluka marah lantas mendendam.


Beberapa hari kala itu, anehnya, terasa dingin. Apakah karena menyambutnya juga pikirmu. Tapi kamu tahu itu tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Tidak mungkin seorg Dokter cantik di ibu kota datang menemui mu. Kamu berusaha untuk tidak menangis. Ego primitif patriarkismu masih berkuasa Ali. Kau memang bedebah Ali, kau hanya mengintip dicelah bebatuan untuk membangkitkan cemburu di hati Sheril. Kau pantas mendapat dendam kesumat dari Sheril. May the force be with you Ali.

Quote:


Saat mata senja berlinang jingga, engkau hanya berlalu bahagia mengenang luka. Seperti pergi yang lupa jalan pulangnya. Seperti itulah rindu. Sheril memang mampu menganti canda tawa Marisol, tapi wangi tubuh, serta cara mencintai mereka berbeda. Sheril cenderung possesife, sedangkan Marisol percaya seutuhnya. Ya..., termasuk percaya kalau aku baik2 saja disini. Aku tidak mencari pengantinya, ini rindu terkadang yg susah dibuang. Kepolosan Marisol. Ia begitu yakin suatu saat kami akan bertemu lagi, atau terpaksa di pertemukan dengan jalan yg entah bagaimana.

SMS send to M (marisol);
Ali: "Apa kabar?"

5 menit>>>10 menit>>>1 jam>>> 1hari belum juga di bales, istilah anak jaman now di read doang emoticon-Cek PM (S). Hingga menjelang makan siang pada keesokan harinya lagi, tiba2 Hp jadul besutan Nokiyem bertipe 3315 milikku bergetar hebat dengan ringtone khas bervolume maxs.

Tanda ada yg menelepon, namanya diketik dengan inisial huruf 'M' segede gabanemoticon-Ngakak (S). M itu pasti Marisol. Diangkat malu ngga diangkat rindu (ini lagunya dermaga band emoticon-Cape d... (S) ). Sampai tone nak...nik...nuk...nak...nik...nuk ciri khas nokia itu berakhir, aku belum berani mengangkatnya emoticon-Takut (S). Hingga tidak lama datang 'short message service' yang berbunyi;

"Ini siapa ya? kok ngga diangkat?"

Aku masih menimang-nimang, bales apa ngga-bales apa ngga? sampe bulan berlapis coklat emoticon-Moon . Akhirnya dengan kekuatan jurus kunyuk melempar buah milik alumni 212 #Ehhh pendekar 212 kamsudnya gan emoticon-Peace , aku balas juga SMS tersebut.

Quote:


Naas, itu kata yg tepat buat hari itu. Isi SMS ini lupa ku hapus di inbox, kotak terkirimnya juga. Semua terbaca oleh si ratu possesife (baca: Sheril), dan kali ini aku ngga bisa ngeles lagi. Ini skak mat.

Quote:



Akhirnya, Sheril pun tak tahan akan kelakuanku. Yg menurutnya sudah keterlaluan. Sheril kini sudah berumah tangga dengan pacar barunya stelah putus denganku, dendamnya tak begitu lama. Meski sama2 sudah berkeluarga dan memiliki anak, kami masih sering berinteraksi baik melalui socmed maupun di real life.

Marisol akhirnya menyerah, dia kembali ke pelukkanku. Hanya Marisol yg mampu menaklukkan si bedebah Ali. Yang sampai hari ini tak mampu lagi buat berpaling. Sheril, maafin gw ya. Aku bingung aja dulu, antara mempertahankan hubungan LDR yg tak berkesudahan atau menjalin hubungan tanpa rasa apa2 ke lu.

Jahat, yupsss..., gw emang jahat Sher. Gw ngga pernah tegas dalam memutuskan suatu hal, gw tau yg gw lakuin ke lu itu ngga manusiawi banget. Tapi gw ngga pernah ngapa2in lu kan? paling baik doang, terus guling2. Sampai2 anak pertama lu dikira anak gw, karna kulitnya putih bersihemoticon-Thread Kacauemoticon-Thread Kacau.


Because Solitude Is A Bliss (sinestesia)


:TAMAT.
Diubah oleh karlkoch 05-02-2018 03:36
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.1K
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.