TS
godok.indonesia
Mengenal Lebih Dekat Penyakit Paronikia

Pernah dengar istilah paronikia? Mungkin penyakit ini terdengar asing bagi Agan, sebab di Indonesia, ia dikenal dengan nama lain; cantengan. Meskipun sebagian besar paronikia yang terjadi tidak mengakibatkan dampak yang serius dan perawatannya dapat dilakukan sendiri di rumah. Karenanya, akan lebih baik jika Agan mengenal penyebab, pengobatan, dan kiat pencegahannya berikut ini!
Apa sih penyebab penyakit Paronikia?

Penyakit Paronikia merupakan infeksi kulit yang terjadi di sekitar kuku karena adanya trauma atau luka terbuka. Luka tersebut bisa diakibatkan oleh kegiatan yang seringkali Agan lakukan, seperti menggigiti kuku, kesalahan pemakaian alat manikur, menekan kutikula terlalu keras dan melakukan kegiatan yang bersentuhan dengan air terlalu lama. Cantengan juga akan mengakibatkan perubahan warna mejadi kekuningan di sekitar kuku yang terinfeksi disertai rasa nyeri, bengkak dan untuk beberapa kasus paronikia bisa mengakibatkan kuku mengeluarkan nanah. Berdasarkan jenis bakteri yang menginfeksi paronikia dibagi menjadi dua.
Terdapat dua tipe paronikia, apa perbedaannya?

– Penyakit paronikia akut
Tipe yang pertama ini merupakan kasus yang paling umum terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi jamur candida pada trauma atau luka di sekitar kuku Agan. Trauma sendiri bisa terjadi karena kebiasaan Agan menghisap jari, menggigiti kuku, memakai kuku palsu, dan kesalahan dalam perawatannya. Jika sudah terinfeksi, gejala akan muncul dalam waktu singkat dan muncul rasa sakit pada kuku. Tak hanya itu, area yang terinfeksi juga akan berubah kemerahan, yang dalam beberapa kasus disertai dengan munculnya nanah berwarna putih.
– Penyakit paronikia kronis
Berbeda dengan paronikia akut, tipe yang ini justru biasanya terjadi pada Agan yang sering berkegiatan di air dalam waktu lama. Jika terinfeksi, juga akan butuh waktu lama sebelum gejalanya terlihat. Adapun gejala yang timbul meliputi berubahnya warna kulit yang terinfeksi menjadi kemerahan, pembengkakan, dan munculnya nanah bewarna putih, kuning atau hijau. Penyebabnya? Paronikia kronis masih disebabkan oleh infeksi sejumlah tipe jamur candida, dengan tambahan infeksi dari bakteri Staphylococcus aureus, dan dalam beberapa kasus, disebabkan pula oleh virus herpes.
Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit paronikia?

Penting untuk Agan ketahui, bahwa paronikia merupakan jenis gangguan atau penyakit yang dapat pengobatannya dapat Agan lakukan sendiri. Karenanya, Agan tidak perlu buru-buru pergi ke dokter. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Agan praktikkan dalam mengobati penyakit paronikia :
Merendam kuku yang terinfeksi dengan air panas selama 15 menit. Lakukan ini selama 4 kali dalam sehari
Selalu bersihkan nanah keluar dari kuku yang terinfeksi untuk mempercepat proses penyembuhan
Apabila sedang melakukan aktivitas diluar ruangan, maka ada baiknya Agan memasang perban pada bagian jari yang terserang Hal ini dapat melindungi sekaligus menjaga kuku tetap dalam keadaan bersih. Jangan lupa untuk sering-sering mengganti perban, ya!
Kenali tindak pencegahannya

Sejatinya, penyakit paronikia dapat Agan cegah dengan mempraktikkan beberapa cara sederhana, seperti :
- Menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan trauma pada kuku,seperti kebiasaan menggigit kuku, manikur, pedikur, menggunakan kuku palsu.
- Apabila Agan beraktivitas yang berhubungan dengan air, jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan yang terbuat dari karet guna menghindari kuku terkena air dalam jangka waktu yang lama.Pastikan kuku selalu dalam keadaan kering.
Nah, itu tadi serba-serbi dari penyakit paronikia, alias cantengan. Selamat mencoba kiat-kiatnya, dan semoga bermanfaat!

sumur : Go Dok
Jangan lupa buat didownload aplikasinya juga, ya! Karena Agan bisa langsung berkonsultasi tentang kesehatan diri dan keluarga dengan dokter Go Dok, yang tidak hanya ramah, tapi juga informatif dan membantu!
:welcome :welcome
0
2.3K
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Health
25.2KThread•13.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya