- Beranda
- Berita dan Politik
Kontroversi 'minum kencing unta' Bachtiar Nasir jadi perdebatan politik
...
TS
gabener212
Kontroversi 'minum kencing unta' Bachtiar Nasir jadi perdebatan politik

Dalam unggahannya, Bachtiar mengutip beberapa hadis yang menyebut fungsi air seni dan susu unta yang memiliki khasiat kesehatan tersendiri. "Rasanya, agak-agak, pahit-pahit sedikit," kata Bachtiar dalam video tersebut.
Bachtiar menyebut lagi bahwa menurut penelitian -yang tak disebutkan sumbernya- kencing unta "bisa menyembuhkan penyakit sel-sel kanker di dalam tubuh manusia".

Pada 2015 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluarkan peringatan untuk melarang minum air seni unta dalam upayanya membatasi penyebaran penyakit sindroma pernapasan Timur Tengah atau Mers.
Berbagai standar kebersihan umum, seperti menghindari kontak dengan hewan, terutama unta, dan cuci tangan setelah menyentuh unta, harus dilakukan, menurut WHO saat itu.

Pernyataan yang juga muncul di situs WHO menambahkan bahwa, "Praktik kebersihan makanan harus dipatuhi. Orang-orang harus menghindari minum susu unta mentah atau air seni unta, atau makan daging yang tidak dimasak sampai matang."
Sementara itu, Noorhaidi Hasan, guru besar politik Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, mengatakan bahwa, "Saya kira ini sudah lebay lah ya, bahasa anak-anak muda sekarang, perdebatan-perdebatan yang terjadi di ruang publik yang seharusnya masih dalam koridor nalar publik yang sehat sudah kelewat batas."
Semua pihak mencoba untuk mengeksploitasi segala isu yang bisa melemahkan kekuatan, menyerang kubu yang lain. Itu patut kita amati bersama, arahnya ke mana," kata Noorhaidi.
Menurut Noorhaidi, perdebatan mengenai isu yang seolah remeh ini kemudian menjadi cerminan dari polarisasi politik Indonesia antara mereka yang "dicap mengusung Islam konservatif dengan yang Islam progresif".
Dan sosok Bachtiar Nasir, sebagai salah satu pengusung aksi demonstrasi 212 lewat fungsinya sebagai Ketua GNPF-MUI, dianggap sebagai wakil dari kelompok Islam konservatif itu, kata Noorhaidi.
"(Perdebatan) Ini memang masih kelanjutan dari pertarungan (pilkada DKI Jakarta) itu dan tidak akan berakhir sampai pemilu 2019 dan seterusnya. Saya kira warna politik Indonesia masih begitu," tambahnya.
Media sosial, yang meniadakan sekat-sekat hierarki, menurut Noorhaidi, juga memudahkan orang untuk berdebat langsung secara lugas.
"Tidak ada keengganan apa-apa, sehingga orang merasa bebas mengekspresikan dirinya. Apa yang ingin orang katakan, ya dikatakan saja secara lugas, termasuk isu-isu di-blow up menjadi isu besar. Masing-masing pihak mencari titik lemah dari pihak lainnya," katanya.
"Tidak nyaman sebenarnya melihat perdebatan-perdebatan seperti ini, tapi seharusnya ini dipahami sebagai proses demokrasi itu sendiri," ujar Noorhaidi.
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-42595630
aelah nasbung dongo,WHO saja kagak dianggep coy!
take peerrrrr


nona212 memberi reputasi
1
4K
51
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya