Kaskus

Entertainment

henokrasisAvatar border
TS
henokrasis
Akankah Televisi Lokal Dapat Kekal ?
Pada zaman yang modern ini televisi adalah salah satu unsur penting dalam proses berkounikasi dan penyebaran informasi di kehidupan masyarakat. Televisi merupakan media penyiaran yang memiliki pengaruh cukup besar dalam pembentukan sikap perilaku, dan pendapat masyarakat saat ini. Maka dari itu, setiap konten yang disuguhkan dalam televisi harus memiliki nilai moral, budaya, etika, dan tidak mengandung nilai negatif. Televisi nasional saat ini lebih konstan menampilkan konten yang hanya mementingkan rating daripada edukasi. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan televisi lokal yang masih menyuguhkan informasi berbasis nilai budaya dan moral serta isu-isu lokal sehingga jauh lebih bermanfaat dibandingkan hiburan semata. Haryati (2013) dalam artikelnya yang berjudul Televisi Lokal dalam Representasi Identitas Budaya yang dimuat di jurnal Observasis Vol.11 No.1 menyebutkan bahwa kehadiran televisi lokal memiliki peran penting dalam mengubah ketidakseimbangan fungsi media mainstream dalam mengangkat isu-isu lokal sehingga dapat mempresentasikan identitas budaya masyarakat daerah dengan muatan budaya dan identitas yang berbasis kearifan lokal.
Apa itu televisi lokal ? Stasiun televisi lokal sendiri adalah media yang memiliki operasional di daerah-daerah tertentu saja. Televisi lokal memiliki konten yang berbasis budaya atau kearifan lokal dari masing-masing daerah. Menurut Undang-Undang Penyiaran No.32 Tahun 2002 pasal 9 menyebutkan bahwa siaran lokal ditujukan untuk masyarakat di wilayah jangkauan satu kota/kabupaten sesuai dengan wilayah layanan siaran.
Persoalan yang sering terjadi dalam televisi lokal adalah masalah finansial. Hal itu dikarenakan banyak televisi lokal yang hanya disokong oleh dana perseorangan dan tidak banyak perusahaan-perusahaan besar nasional yang memilih beriklan di televisi lokal. Sehingga berimbas pada program-programnya yang tidak bisa berkembang. Persoalan lain yaitu televisi lokal juga tidak memiliki banyak pilihan program, penyajian kurang menarik, sampai kualitas gambar yang kurang jernih. Faktor pengisi acara seperti host, bintang tamu, dan presenter yang kurang menarik dan terkenal juga penyebab televisi lokal saat ini jarang diminati. Faktor SDM juga mempengaruhi perkembangan televisi lokal. Orang-orang kreatif dalam televisi lokal juga kalah saing dengan yang ada di televisi nasional.

Nuraini Cahyaningrum (2013) dalam artikelnya yang berjudul Keberadaan Televisi Lokal di Era Digitalisasi yang dimuat di Jurnal Observasi Vol.11 No.1 menyebutkan bahwa menyebutkan bahwa televisi lokal di era digitalisasi banyak mendapatkan hambatan-hambatan seperti masalah SDM sampai pembiayaan. Banyak yang memprediksi bahwa di era digitalisasi televise ini dapat menimbulkan kemunduran terhadap televisi lokal.

Era digitalisasi merupakan sebuah era dimana televisi mulai meninggalkan analog dan perlahan lahan beralih ke digital. Sistem berpendapat dan berekspresi dalam televisi lokal perlu diperbaharui agar dapat bertahan di era digitalisasi ini. Televisi lokal juga akan mendapatkan banyak kesempatan jika dapat mengikuti peralihan dari analog menuju ke digital. Namun, apabila televisi lokal tidak dapat memperbaharui sistemnya pada era digitalisasi ini maka mereka akan tergerus olah era digitalisasi ini. Faktor yang menjadi penyebab terhambatnya perkembangan dari televisi lokal hendaknya dicermati oleh pemilik televisi lokal tersebut agar dapat diatasi sehingga televisi lokal dapat mengatasi era digitalisasi ini.

Salah satu contoh TV lokal yang ada Indonesia adalah ADiTV. ADiTV merupakan televisi lokal yang berasal dari Yogyakarta. Salah stasiun TV lokal ini memiliki berbagai macam hambatan dari mulai finansial, SDM, sampai saluran frekuensi yang sering bermasalah. Hal itu disampaikan oleh Nimo selaku salah satu karyawan dari ADiTV. Ia juga menyampaikan bahwa televisi lokal sangat berbeda dengan televisi nasional. Dalam hal produksi sebuah program acara, ADiTV sangat mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan dikarenakan sponsor yang minim, tidak seperti televisi nasional yang ada. Dalam hal SDM, ADiTV juga memiliki kayawan yang terbatas sehingga dalam sebuah produksi program hanya di handle oleh beberapa orang saja. Tetapi sampai saat ini ADiTV masih tetap eksis mengudara di televisi-televisi di Yogyakarta.

Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun peminat televisi lokal semakin berkurang. Hal itu juga yang menyebabkan bebrapa televisi lokal di Indonesia memilih gulung tikar. Namun masih banyak juga yang tetap eksis sampai saat ini tapi akankah televisi lokal tersebut dapat kekal ?

0
1.2K
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.