- Beranda
- The Lounge
Pondok Pesantren terbaik di Banten
...
TS
higuain
Pondok Pesantren terbaik di Banten
Pondok Pesantren terbaik di Banten berdasarkan urutan pencariaan google adalah sebagai berikut:
1. Pondok Pesantren Nur El Falah Kubang Petir Serang
Phone:081803888844
Website: www.nurelfalah.or.id
Pondok pesantren Nur El Falah didirikan pada tahun 1943 oleh Almarhum KH.Abdul Kabier (tokoh pendidikan Banten) murid dari Hadrotusyaikh KH.Hasyim Asyari (Pendiri Nahdlatul Ulama) yang beralamat di kp. Kubang Ds.Kubang Jaya Kec.Petir Kab. Serang Banten. Pondok Pesantren Nur El Falah saat ini konsisten mencetak kader ulama yang intelek sesuai visi misi dari didirikannya pesantren ini dan tahun ini pesantren serius membangun pesantren berbasis teknologi sehingga orang tua santri dapat melakukan pemantauan kegiatan santri dengan cara online baik kehadiran, kesehatan, kegiatan, nilai, prestasi, tabungan dan pelanggaran.
Kegiatan pendidikan di Pondok pesantren ini terbagi menjadi empat tahapan, yaitu:
1. Al-Mubtadi yaitu santri dibimbing menguasai 140 masalah agama dasar baik dari segi aqidah, fiqih ibadah, muamalah dan amaliyah harian sehingga para santri dapat beribadah dengan baik dan juga mampu memimpin Doa, tahlil dan fase ini di tempuh dalam waktu paling lama 5 bulan.
2. Tsanawi yaitu para santri di bina untuk mampu berkomunikasi menggunakan 2 bahasa Internasional Bahasa Arab dan Inggris dan fase ini di selesaikan santri dalam waktu 6 bulan.
3. Aliyah yaitu fase dimana santri mempelajari kaidah Ilmu Nahwu dan Sharaf serta dibimbing untuk dapat menerapkan kaidah yang di kuasai untuk membaca Kitab Kuning dengan baik dan fase ini diselesaikan dengan waktu 6 bulan.
4. Ulya merupakan fase dimana para santri mendapatkan bimbingan ilmu ilmu keagamaan baik dalam Aqidah, Al-Quran, Hadits, Akhlaq, Fiqh, Usul Fiqih Tajwid, Tafsir, Balaghah, Mantiq dan lain-lain.
Program Unggulan Pesantren Nur El Falah antara lain:
1. Para santri dites potensi menggunakan sidik jari dan akan diketahui dari hasil tes berupa potensi, cara belajar, keahlian bakat dan lain lain.
2. Para santri juga dibina untuk dapat menguasai komputer dan Teknologi
3. Pesantren memiliki kegiatan Tahunan mendatangkan Syekh dari Al-Azhar Mesir untuk membimbing para santri agar dapat membaca Al-Quran dengan Baik dan pelatihan Hafal alQuran tanpa menghafal.
Pesantren memiliki jenjang pendidikan formal yang lengkap sehingga santri dapat memilih sesui dengan keinginannya. Pesantren memiliki jenjang pendidikan formal seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas ( SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan tinggi STAIKHA (Sekolah Tinggi Agama Islam KH.Abdul Kabier).
2.Pondok Pesantren Daar El Qolam Tanggrang

Pondok Pesantren Daar el-Qolam, adalah sebuah pondok pesantren modern yang terletak di Kampung Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. MMI Daar el-Qolam didirikan pada tanggal 20 Januari tahun 1968 M oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa'i Arief atas prakarsa ayahandanya H. Qasad Mansyur yang juga seorang tokoh masyarakat desa Pasir Gintung. Istilah "Pesantren Modern" sendiri merujuk kepada pesantren yang tidak hanya memberikan pelajaran-pelajaran yang berbasis kitab-kitab klasik, tetapi lebih dari suatu tempat pendidikan yang memberikan pendidikan agama maupun pendidikan umum dengan pendekatan metode pendidikan yang juga modern.
Dalam catatan sejarahnya, proses pendidikan dan pengajaran di Daar el-Qolam diawali dengan 22 murid yang datang dari kalangan keluarga, karib kerabat serta masyarakat sekitar pesantren. Kini setelah 48 tahun dalam perjalanannya, Daar el-Qolam telah menjadi sebuah lembaga pendidikan modern dengan format pesantren besar yang melibatkan lebih dari 370 orang guru dan lebih kurang 5000 santri yang berasal dari perbagai penjuru Indonesia.
3.Daar El Istiqomah Serang

Pondok Pesantren Modern Daar el-Istiqomah diawali oleh keinginan yang kuat dari Abah Moh. Masdani, ayah dari Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf agar anaknya yang lulus dari tahun 1978 dapat mendirikan pondok pesantren seperti Gontor. Keinginan Abah Moh. Masdani tersebut disampaikan setelah Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf kembali ke rumah dan menyelesaikan pengabdian di Gontor 1 tahun (1978-1879) dan mengajar di Gintung 1 tahun (1980). Namun belum ditanggapi serius oleh Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf karena dirasakan masih banyak kekurangan dan harus banyak belajar.
Keinginan itu diungkapkan kembali setelah Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf diajak oleh Drs. Mutawali Waladi untuk merintis pondok pesantren Assa’adah Pasir Manggu (1984) dan akan dibuka tahun 1987. Namun Abah Moh. Masdani mengharapkan supaya Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf membangun pondok pesantren di tanah wakafnya di Penancangan dan tanahnya di Kelurahan Kebanyakan (sekarang Kelurahan Sukawana). Dengan izin Allah PPMDI berdiri tahun 1986.
Balai Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Daar el-Istiqomah (PPMDI) Sukawana Serang Banten yang berdiri sejak tahun 1986 ini dirintis pertama kali oleh Abah Moh. Masdani (Almarhum), Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf (alumni Pondok Modern Gontor, 1978), F Abdul Ghani dan Syamsul Ma’arif, S.Ag.
Bermula dari pengajian privat Al-quran dari rumah ke rumah dibawah bimbingan ibunda Syam’iyah Suchaemi tahun 1984, yang semakin lama tidak bisa ditangani saking banyaknya permintaan dari beberapa keluarga yang menghendaki adanya pengajian privat keluarga di rumah masing-masing.
Atas saran putra-putranya dan restu serta dukungan dari suami (Abah Moh. Masdani), disepakati bahwa pengajian dialihkan dari bentuk privat menjadi bentuk umum, yang semula guru datang ke murid, sekarang murid yang datang ke guru. Pengajian diadakan di rumah Abah Moh. Masdani dengan pembimbing 4 orang, yaitu: ibunda Syam’iah, Abah Moh. Masdani, Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf dan Syamsul Ma’arif S.Ag. Diluar dugaan bahwa kemudian jumlah peserta pengajian melimpah hingga mencapai lebih dari 100 orang yang terdiri dari kelompok anak-anak, remaja dan dewasa.
Setelah berjalan hampir dua tahun, pengajian yang tadinya memberikan pelajaran: Aqidah/Akhlaq, Al-Quran/Tajwid, Fiqh Ibadah dan latihan pidato, yang dilaksanakan setiap ba’da maghrib sampai jam 21.00 WIB. Tokoh masyarakat yaitu Bapak F. Abdul Ghani mengusulkan untuk mendirikan lembaga pendidikan ditempat pengajian itu, sekaligus menujuk Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf sebagai pimpinannya. Ini terjadi pada saat silatirrahim lebaran hari Rabu 10 Syawal 1406 H, bertepatan dengan tanggal 18 Juni 1986 M. Dengan dorongan pak Abdul Ghani dan almarhum ayahanda Moh. Masdani, akhirnya Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf menyatakan Bismillah, artinya siap. Kemudian lurah Kelurahan Penancangan (Bpk. Siradj Halim) dan Bapak Dr. H. baihaqi A.K (Dekan Fak. Syari’ah IAIN di Serang) serta masyarakat yang hadir dalam suatu pertemuan dalam rangka silatirahim dan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tahun 1987 di rumah Abah Moh. Masdani, ikut pula memberikan dukungan.
Sebagai pondok rintisan dalam langkahnya hampir sama dengan pondok-pondok yang ada di Kabupeten Serang dan sekitarnya, yakni menampung anak-anak yang berasal dari luar Kabupaten Serang dan belajar di berbagai sekolah atau madrasah yang ada di Kabupaten Serang. Perbedaannya hanya pada disiplin keluar masuk pondok yang ketat dan program atau pelajaran pondoknya yang wajib diikuti oleh santri (ba’da Isya sampai dengan jam 21.00 WIB dan Shubuh sampai dengan jam 06.15 WIB).
Tercatat sampai akhir tahun 1988 jumlah santri mencapai 80 orang putra/putri yang berasal dari berbagai daerah diluar kabupaten serang, yaitu dari Lampung, Pandeglang, Bekasi, Jakarta, Bogor, Karawang dan Serang. Mereka menempati kamar kamar yang sudah ada di rumah Abah Moh. Masdani dan rumah seorang non muslim yang tidak dipakai kemudian dikontrakan dengan biaya kontrak waktu itu Rp. 300.000,-/tahun. Biaya untuk kontrakan didapat dari hasil penjualan kulkas (freezer) milik Abah. Moh Masdani. Mereka yang belajar di pondok ini tidak dipungut biaya, kecuali untuk keperluan pribadi santri, dan atas musyawarah/persetujuan diantara mereka sendiri.
1. Pondok Pesantren Nur El Falah Kubang Petir Serang
Phone:081803888844
Website: www.nurelfalah.or.id
Pondok pesantren Nur El Falah didirikan pada tahun 1943 oleh Almarhum KH.Abdul Kabier (tokoh pendidikan Banten) murid dari Hadrotusyaikh KH.Hasyim Asyari (Pendiri Nahdlatul Ulama) yang beralamat di kp. Kubang Ds.Kubang Jaya Kec.Petir Kab. Serang Banten. Pondok Pesantren Nur El Falah saat ini konsisten mencetak kader ulama yang intelek sesuai visi misi dari didirikannya pesantren ini dan tahun ini pesantren serius membangun pesantren berbasis teknologi sehingga orang tua santri dapat melakukan pemantauan kegiatan santri dengan cara online baik kehadiran, kesehatan, kegiatan, nilai, prestasi, tabungan dan pelanggaran.
Kegiatan pendidikan di Pondok pesantren ini terbagi menjadi empat tahapan, yaitu:
1. Al-Mubtadi yaitu santri dibimbing menguasai 140 masalah agama dasar baik dari segi aqidah, fiqih ibadah, muamalah dan amaliyah harian sehingga para santri dapat beribadah dengan baik dan juga mampu memimpin Doa, tahlil dan fase ini di tempuh dalam waktu paling lama 5 bulan.
2. Tsanawi yaitu para santri di bina untuk mampu berkomunikasi menggunakan 2 bahasa Internasional Bahasa Arab dan Inggris dan fase ini di selesaikan santri dalam waktu 6 bulan.
3. Aliyah yaitu fase dimana santri mempelajari kaidah Ilmu Nahwu dan Sharaf serta dibimbing untuk dapat menerapkan kaidah yang di kuasai untuk membaca Kitab Kuning dengan baik dan fase ini diselesaikan dengan waktu 6 bulan.
4. Ulya merupakan fase dimana para santri mendapatkan bimbingan ilmu ilmu keagamaan baik dalam Aqidah, Al-Quran, Hadits, Akhlaq, Fiqh, Usul Fiqih Tajwid, Tafsir, Balaghah, Mantiq dan lain-lain.
Program Unggulan Pesantren Nur El Falah antara lain:
1. Para santri dites potensi menggunakan sidik jari dan akan diketahui dari hasil tes berupa potensi, cara belajar, keahlian bakat dan lain lain.
2. Para santri juga dibina untuk dapat menguasai komputer dan Teknologi
3. Pesantren memiliki kegiatan Tahunan mendatangkan Syekh dari Al-Azhar Mesir untuk membimbing para santri agar dapat membaca Al-Quran dengan Baik dan pelatihan Hafal alQuran tanpa menghafal.
Pesantren memiliki jenjang pendidikan formal yang lengkap sehingga santri dapat memilih sesui dengan keinginannya. Pesantren memiliki jenjang pendidikan formal seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas ( SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan tinggi STAIKHA (Sekolah Tinggi Agama Islam KH.Abdul Kabier).
2.Pondok Pesantren Daar El Qolam Tanggrang

Pondok Pesantren Daar el-Qolam, adalah sebuah pondok pesantren modern yang terletak di Kampung Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. MMI Daar el-Qolam didirikan pada tanggal 20 Januari tahun 1968 M oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa'i Arief atas prakarsa ayahandanya H. Qasad Mansyur yang juga seorang tokoh masyarakat desa Pasir Gintung. Istilah "Pesantren Modern" sendiri merujuk kepada pesantren yang tidak hanya memberikan pelajaran-pelajaran yang berbasis kitab-kitab klasik, tetapi lebih dari suatu tempat pendidikan yang memberikan pendidikan agama maupun pendidikan umum dengan pendekatan metode pendidikan yang juga modern.
Dalam catatan sejarahnya, proses pendidikan dan pengajaran di Daar el-Qolam diawali dengan 22 murid yang datang dari kalangan keluarga, karib kerabat serta masyarakat sekitar pesantren. Kini setelah 48 tahun dalam perjalanannya, Daar el-Qolam telah menjadi sebuah lembaga pendidikan modern dengan format pesantren besar yang melibatkan lebih dari 370 orang guru dan lebih kurang 5000 santri yang berasal dari perbagai penjuru Indonesia.
3.Daar El Istiqomah Serang
Pondok Pesantren Modern Daar el-Istiqomah diawali oleh keinginan yang kuat dari Abah Moh. Masdani, ayah dari Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf agar anaknya yang lulus dari tahun 1978 dapat mendirikan pondok pesantren seperti Gontor. Keinginan Abah Moh. Masdani tersebut disampaikan setelah Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf kembali ke rumah dan menyelesaikan pengabdian di Gontor 1 tahun (1978-1879) dan mengajar di Gintung 1 tahun (1980). Namun belum ditanggapi serius oleh Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf karena dirasakan masih banyak kekurangan dan harus banyak belajar.
Keinginan itu diungkapkan kembali setelah Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf diajak oleh Drs. Mutawali Waladi untuk merintis pondok pesantren Assa’adah Pasir Manggu (1984) dan akan dibuka tahun 1987. Namun Abah Moh. Masdani mengharapkan supaya Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf membangun pondok pesantren di tanah wakafnya di Penancangan dan tanahnya di Kelurahan Kebanyakan (sekarang Kelurahan Sukawana). Dengan izin Allah PPMDI berdiri tahun 1986.
Balai Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Daar el-Istiqomah (PPMDI) Sukawana Serang Banten yang berdiri sejak tahun 1986 ini dirintis pertama kali oleh Abah Moh. Masdani (Almarhum), Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf (alumni Pondok Modern Gontor, 1978), F Abdul Ghani dan Syamsul Ma’arif, S.Ag.
Bermula dari pengajian privat Al-quran dari rumah ke rumah dibawah bimbingan ibunda Syam’iyah Suchaemi tahun 1984, yang semakin lama tidak bisa ditangani saking banyaknya permintaan dari beberapa keluarga yang menghendaki adanya pengajian privat keluarga di rumah masing-masing.
Atas saran putra-putranya dan restu serta dukungan dari suami (Abah Moh. Masdani), disepakati bahwa pengajian dialihkan dari bentuk privat menjadi bentuk umum, yang semula guru datang ke murid, sekarang murid yang datang ke guru. Pengajian diadakan di rumah Abah Moh. Masdani dengan pembimbing 4 orang, yaitu: ibunda Syam’iah, Abah Moh. Masdani, Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf dan Syamsul Ma’arif S.Ag. Diluar dugaan bahwa kemudian jumlah peserta pengajian melimpah hingga mencapai lebih dari 100 orang yang terdiri dari kelompok anak-anak, remaja dan dewasa.
Setelah berjalan hampir dua tahun, pengajian yang tadinya memberikan pelajaran: Aqidah/Akhlaq, Al-Quran/Tajwid, Fiqh Ibadah dan latihan pidato, yang dilaksanakan setiap ba’da maghrib sampai jam 21.00 WIB. Tokoh masyarakat yaitu Bapak F. Abdul Ghani mengusulkan untuk mendirikan lembaga pendidikan ditempat pengajian itu, sekaligus menujuk Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf sebagai pimpinannya. Ini terjadi pada saat silatirrahim lebaran hari Rabu 10 Syawal 1406 H, bertepatan dengan tanggal 18 Juni 1986 M. Dengan dorongan pak Abdul Ghani dan almarhum ayahanda Moh. Masdani, akhirnya Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf menyatakan Bismillah, artinya siap. Kemudian lurah Kelurahan Penancangan (Bpk. Siradj Halim) dan Bapak Dr. H. baihaqi A.K (Dekan Fak. Syari’ah IAIN di Serang) serta masyarakat yang hadir dalam suatu pertemuan dalam rangka silatirahim dan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tahun 1987 di rumah Abah Moh. Masdani, ikut pula memberikan dukungan.
Sebagai pondok rintisan dalam langkahnya hampir sama dengan pondok-pondok yang ada di Kabupeten Serang dan sekitarnya, yakni menampung anak-anak yang berasal dari luar Kabupaten Serang dan belajar di berbagai sekolah atau madrasah yang ada di Kabupaten Serang. Perbedaannya hanya pada disiplin keluar masuk pondok yang ketat dan program atau pelajaran pondoknya yang wajib diikuti oleh santri (ba’da Isya sampai dengan jam 21.00 WIB dan Shubuh sampai dengan jam 06.15 WIB).
Tercatat sampai akhir tahun 1988 jumlah santri mencapai 80 orang putra/putri yang berasal dari berbagai daerah diluar kabupaten serang, yaitu dari Lampung, Pandeglang, Bekasi, Jakarta, Bogor, Karawang dan Serang. Mereka menempati kamar kamar yang sudah ada di rumah Abah Moh. Masdani dan rumah seorang non muslim yang tidak dipakai kemudian dikontrakan dengan biaya kontrak waktu itu Rp. 300.000,-/tahun. Biaya untuk kontrakan didapat dari hasil penjualan kulkas (freezer) milik Abah. Moh Masdani. Mereka yang belajar di pondok ini tidak dipungut biaya, kecuali untuk keperluan pribadi santri, dan atas musyawarah/persetujuan diantara mereka sendiri.
Diubah oleh higuain 01-10-2020 00:42
0
15.4K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya