- Beranda
- Berita Luar Negeri
Trump Minta Arab Saudi Segera Hentikan Blokade Yaman
...
TS
hahaiyaa.20
Trump Minta Arab Saudi Segera Hentikan Blokade Yaman

Trump Minta Arab Saudi Segera Hentikan Blokade Yaman
Presiden AS Donald Trump meminta Arab Saudi segera mencabut blokadenya terhadap Yaman, yang rakyatnya sudah menderita karena perang. Dia “meminta agar mereka benar-benar memperbolehkan pengiriman makanan, bahan bakar, air, dan obat-obatan kepada masyarakat Yaman yang sangat membutuhkannya.” Sebuah koalisi pasukan Arab Sunni yang dipimpin Arab Saudi telah bertempur melawan para pemberontak Houthi Syi’ah di Yaman yang didukung Iran selama beberapa tahun.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Arab Saudi untuk mencabut blokade terhadap negara tetangganya yang hancur akibat perang, Yaman, pada Rabu (6/12). Permintaan tersebut dilayangkan beberapa jam setelah menentang kerajaan tersebut, dan mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (6/12) siang, Trump mengatakan bahwa ia telah mengarahkan para anggota pemerintahannya untuk melakukan pendekatan terhadap pemimpin Arab Saudi “untuk meminta agar mereka benar-benar memperbolehkan pengiriman makanan, bahan bakar, air, dan obat-obatan kepada masyarakat Yaman yang sangat membutuhkannya.”
“Hal ini harus segera dilakukan secepatnya untuk alasan kemanusiaan,” ujar presiden tersebut.
Sebuah koalisi pasukan Arab Sunni yang dipimpin Arab Saudi telah bertempur melawan para pemberontak Houthi Syi’ah di Yaman yang didukung Iran selama beberapa tahun. Perang tersebut telah menjadi pertempuran proxy bagi negara-negara besar di wilayah tersebut antara Arab Saudi dengan musuh besarnya, Iran. Pertempuran itu telah memicu bencana kemanusiaan di negara termiskin di Timur Tengah tersebut, dan membunuh ribuan orang serta membuat jutaan orang mengungsi.
Sekitar tujuh juta masyarakat Yaman—yang banyak di antaranya adalah anak-anak—di ambang kelaparan, dimana koalisi Arab Saudi menutup akses ke negara tersebut.
“Kami berada di ambang kelaparan. Jika kami tidak menerima dana yang kami butuhkan dalam beberapa bulan kedepan, saya bisa mengatakan bahwa 125 ribu anak perempuan dan laki-laki akan meninggal,” ujar seorang pejabat Program Pangan Dunia dalam acara “60 Minutes” baru-baru ini.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pada Selasa (5/12), bahwa AS telah mengamati situasi di Yaman, dan mendesak negara-negara tetangganya untuk memperbolehkan bantuan dikirimkan kepada mereka yang membutuhkan.
“Salah satu permintaan kami ketika kami berbicara dengan rekan-rekan kami di wilayah tersebut—ketika kami berbicara dengan Arab Saudi—adalah, misalnya, memperbolehkan akses kemanusiaan menuju Yaman,” ujar juru bicara Heather Nauert kepada para wartawan. “Kita tahu bahwa orang-orang itu sangat membutuhkannya.”
Yaman terjerumus ke dalam krisis parah pada pekan ini, setelah pembunuhan Ali Abdullah Saleh, yang merupakan pemimpin yang sempat lama berkuasa, yang mengundurkan diri sebagai presiden pada tahun 2012. Saleh dibunuh oleh pasukan Houthi di kota Sanaa, dan para pejabat Houthi mengatakan bahwa Saleh berusaha untuk melarikan diri ke Arab Saudi.
Permintaan Trump kepada Arab Saudi untuk memperbolehkan pengiriman makanan dan pasokan ke Yaman, dikeluarkan satu hari setelah ia berbicara dengan pemimpin Saudi Raja Salman, dan menginformasikan raja tersebut terkait keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Yaman menyatakan secara publik bahwa langkah seperti itu “akan memicu kontroversi terhadap seluruh umat Muslim di seluruh dunia.” Baik pemerintah Sunni maupun Syi’ah bereaksi marah terhadap langkah tersebut, pada Rabu (6/12).
Arab Saudi telah menjadi rekan utama dalam agenda pemerintahan Trump di Timur Tengah. Jared Kushner, seorang penasihat senior Gedung Putih dan menantu Trump, memiliki hubungan yang dekat dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman, yang merupakan pewaris berusia 32 tahun yang telah memulai perang anti-korupsi dan memperkuat kekuasaan di antara jajaran teratas negara tersebut.
haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa
POTUS bersabda sementara Dzholimin Indo mingkem waaa!!!

anasabila dan sebelahblog memberi reputasi
2
3.4K
25
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.2KThread•21.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya