- Beranda
- Stories from the Heart
SEPENGGAL CERITA SI PENJUAL KORAN
...
TS
tiayulia044
SEPENGGAL CERITA SI PENJUAL KORAN
Setiap manusia pasti memiliki kekurangan karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, dalam hidup kita tidak bisa merubah apa yang sudah ditakdirkan, kita hanya menjalani hidup sesuai takdir yang sudah tertulis, hidup layaknya roda yang berputar, kadang berada di atas kadang juga berada di bawah, namun ketika kita sedang berada di bawah, janganlah mengeluh karena masih banyak lagi orang yang sedang merasakan hal yang sama bahkan lebih bawah dari kita.
Herdianto seorang laki-laki yang berumur 29 tahun berasal dari Riau yang mengadu nasib ke Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 2000 sampai dengan saat ini, laki-laki yang akrab dipanggil Herdi ini bekerja sebagai penjual koran di daerah Ring Road Selatan, perempatan Imogiri Barat, Yogyakarta. Herdi adalah satu dari beribu-ribu orang yang diberi cobaan barat namun tidak putus asa daam menjalankan hidup.
Ketika itu Herdi berusia 12 tahun, dia adalah seorang yang memiliki organ tubuh yang sempurna, sama halnya dengan kebanyakan orang, namun ketika menjelang ujian nasional Herdi harus mengikhlaskan tangan kanannya diamputasi kerana penyakit kanker yang menimpanya saat itu, kanker adalah sebuah penyakit yang menyerang organ tubuh bagian dalam yang mudah menyebar dan bisa memnyebabkan kematian, diamputasi adalah keputusan yang paling baik agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.
Setelah diamputasi Herdi mengalami trauma dalam hidupnya, sehingga membuatnya berpikir untuk meninggalkan kampung halamannya. “Karena frustasi dan trauma, sekitar tahun 2000 saya pergi dari rumah,awalnya tidak ada yang tau saya pergi kemana, di tahun 2010 saya pulang mbak, tapi seminggu di rumah, saya balik ke Jogja lagi dan sampai sekarang belum pulang,” ungkap Herdi
Herdi di Jogja tinggal sendiri, tidak ada saudara yang bisa membantunya ketika ia membutuhkan pertolongan, dengan kondisi seperti itu tentunya tidak mudah untuk menjalankan hidup sendiri, “ namanya manusia pasti pernah putus asa mbak, apalagi pas sakit, pas kejepit, dalam artian nggak ada uang untuk bayar kost, namanya penjual koran ketika ujan nggak bisa berjualan mbak, tapi kalau cuaca seperti ini, jualan bisa sampe sore,” ujar Herdi.
Setiap hari dari jam 08.00 Herdi harus menjual 100 koran dengan keuntungan Rp 600 per biji, ia berangkat dari kost yang berada di daerah Munggalan tepat berada di belakang toko Matahari, awal menjual koran Herdi menggunakan sepeda ontel untuk pergi ke lokasi tempat biasa ia berjualan, tapi suatu hari seorang pelanggan tetap Herdi menawarkan sepeda motor dengan harga Rp 1.400.000 . Semenjak saat itu jam 06.00 Herdi sudah siap untuk berjualan koran, ketika hari libur biasanya Herdi menjual 150 koran dan terjual habis sekitar jam 11.00 siang, tapi dihari-hari biasa 100 koran dijual paling lama sampai jam 04.00 sore.
Bekerja setiap hari dengan kondisi jalan yang sangat ramai dengan resiko yang sangat besar tidak menjadi alasan Herdi untuk tidak bekerja, ramainya pengendara justru hal yang paling menguntungkan untuk penjual koran seperti Herdi. Resiko tertabrak mobil sangatlah mungkin terjadi kapan saja, apalagi di jalanan Ring Road yang mayoritas pengendaranya menggunakan kecepatan tinggi, namun pengalaman bejualan koran selama lima tahun membuat Herdi berhati-hati dalam bekerja setiap harinya.
Dengan penghasilan Rp 60.000 per harinya Herdi menyisihkan uang untuk membayar kost setiap bulannya Rp 265.000, Herdi bersyukur karena pemilik kost bisa mengerti keadaanya, berbeda dengan beberapa kost yang sudah ditempati sebelumnya, apabila telat satu minggu Herdi selalu ditagih oleh pemilik kost. Oleh karena itu Herdi harus bekerja keras untuk membiayai hidupnya sendiri.
Lantas sebagai manusia yang memilik kesempurnaan organ tubuh, apakah kita pantas untuk mengeluh ?, seharusnya kita bisa melakukan hal yang lebih dari seorang Herdi, melakukanhal yang terbaik, bermanfaat bagi kita, bukan hanya bermanja dari apa yang diberikan oleh orang tua, jadilah seseorang yang mampu mengenali lingkungan, jangn acuh tak acuh melihat saudara yang sedang membutuhkan bantuan, rangkul mereka dan bantu sebisa mungkin, dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Diubah oleh tiayulia044 24-11-2017 14:09
anasabila memberi reputasi
1
967
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya