- Beranda
- Berita dan Politik
Uskup Katolik lindungi 2.000 warga Muslim dari kejaran milisi Kristen
...
TS
irenahartoyo
Uskup Katolik lindungi 2.000 warga Muslim dari kejaran milisi Kristen
Seorang uskup Katolik di Republik Afrika Tengah menyediakan tempat penampungan bagi sekitar 2.000 warga Muslim yang meninggalkan rumah mereka karena khawatir diserang oleh milisi Kristen.
Juan Jose Aguirre Munoz, demikian nama uskup tersebut, mengatakan demi alasan keamanan, untuk sementara warga Muslim yang ia tampung diminta tidak meninggalkan kompleks seminari di kota Bangassou, di Republik Afrika Tengah bagian timur.
Kepada BBC, Uskup Munoz mengatakan para pengungsi Muslim 'bisa dibunuh' jika bertemu dengan milisi anti-Balaka.
"Tak jauh dari sini, ada milisi anti-Balaka yang melarang para pengungsi (Muslim) mencari makan, air, atau kayu bakar ... jika pengungsi ini meninggalkan seminari (dan bertemu milisi), mereka bisa mati," kata Uskup Munoz.
Gereja dan sejumlah organisasi sosial membantu menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi para pengungsi Muslim.
Dokter yang bekerja untuk organisasi Dokter Lintas Batas (MSF), Ernest Lualuali Ibongu, kepada BBC mengatakan ada orang-orang di seminari yang memerlukan bantuan medis tapi mereka tak bisa meninggalkan tempat tersebut karena alasan keamanan.
Uskup Munoz mengatakan pihaknya memerlukan dukungan untuk menangani para pengungsi karena personel dan bantuan bagi mereka makin menipis. Aliran pasok bantuan terhenti karena milisi mencegah masuknya bantuan tersebut.
"Milisi anti-Balaka bersenjata dan sangat kejam. Mereka bisa membunuh anak-anak. Sangat sulit berunding dengan mereka," kata Uskup Munoz.
Ia menambahkan baik milisi anti-Balaka maupun Seleka menyerang gereja, namun pihaknya akan berbuat semaksimal mungkin untuk melindungi warga sipil.
"Bagi kami, tidak ada yang namanya orang Islam atau orang Kristen. Mereka semua adalah manusia. Kami harus melindungi siapa pun yang hidupanya terancam."
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41111562
Umat islam harus belajar dari umat Kristen bagaimana caranya mencintai dan menyayangi sesama manusia.
Juan Jose Aguirre Munoz, demikian nama uskup tersebut, mengatakan demi alasan keamanan, untuk sementara warga Muslim yang ia tampung diminta tidak meninggalkan kompleks seminari di kota Bangassou, di Republik Afrika Tengah bagian timur.
Kepada BBC, Uskup Munoz mengatakan para pengungsi Muslim 'bisa dibunuh' jika bertemu dengan milisi anti-Balaka.
"Tak jauh dari sini, ada milisi anti-Balaka yang melarang para pengungsi (Muslim) mencari makan, air, atau kayu bakar ... jika pengungsi ini meninggalkan seminari (dan bertemu milisi), mereka bisa mati," kata Uskup Munoz.
Gereja dan sejumlah organisasi sosial membantu menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi para pengungsi Muslim.
Dokter yang bekerja untuk organisasi Dokter Lintas Batas (MSF), Ernest Lualuali Ibongu, kepada BBC mengatakan ada orang-orang di seminari yang memerlukan bantuan medis tapi mereka tak bisa meninggalkan tempat tersebut karena alasan keamanan.
Uskup Munoz mengatakan pihaknya memerlukan dukungan untuk menangani para pengungsi karena personel dan bantuan bagi mereka makin menipis. Aliran pasok bantuan terhenti karena milisi mencegah masuknya bantuan tersebut.
"Milisi anti-Balaka bersenjata dan sangat kejam. Mereka bisa membunuh anak-anak. Sangat sulit berunding dengan mereka," kata Uskup Munoz.
Ia menambahkan baik milisi anti-Balaka maupun Seleka menyerang gereja, namun pihaknya akan berbuat semaksimal mungkin untuk melindungi warga sipil.
"Bagi kami, tidak ada yang namanya orang Islam atau orang Kristen. Mereka semua adalah manusia. Kami harus melindungi siapa pun yang hidupanya terancam."
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41111562
Umat islam harus belajar dari umat Kristen bagaimana caranya mencintai dan menyayangi sesama manusia.
0
2.2K
21
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok