- Beranda
- Berita dan Politik
Nurdin Halid Ogah Jadi Ketua Umum Golkar
...
TS
haniefadrian
Nurdin Halid Ogah Jadi Ketua Umum Golkar
Kutipan berita ini sekaligus klarifikasi atas desas-desus yang beredar.

Kandidat pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulsel Nurdin Halid - Aziz Qahar Mudzakkar, MTVN - Andi Aan
Wacana musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar mengemuka seiring ditetapkannya kembali Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK. Penggantian pucuk pimpinan organisasi pun jadi pembicaraan di internal partai.
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid membenarkan wacana tersebut muncul. Nama Nurdin disebut-sebut sebagai kandidat terkuat sebagai pengganti Novanto. Namun Nurdin memastikan partainya tak tergesa-gesa dalam bertindak.
"Setiap aspirasi akan dikaji dan dievaluasi seiring perkembangan politik terkini yang dialami dan dihadapi Partai Golkar," kata Nurdin di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam, 16 November 2017.
Nurdin sekaligus menepis isu yang menghadapkannya dengan jabatan Ketua Partai Golkar. Dia menyatakan saat ini memilih lebih fokus berjuang sebagai kandidat gubernur di Sulsel. Nurdin maju bersama calon wakilnya, senator DPD RI Aziz Qahar Mudzakkar.
"Saya sudah berjanji kepada rakyat Sulsel. Bahwa saya memilih menjadi gubernur untuk melayani aspirasi dan kebutuhan serta tantangan di Sulsel," ujar Nurdin.
Nurdin dan Aziz akan mendeklarasikan pencalonan pada Jumat malam, 17 Desember 2017, di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat malam 17 November 2017. Kegiatan bakal diramaikan massa pendukung, relawan, serta kader dan pengurus parpol pengusung. Yakni Partai Golkar, NasDem, PKPI, dan PPP versi Djan Faridz. Acara ini sekaligus jadi ajang unjuk kekuatan bagi calon pesaing.
Tiga partai lain disebut bakal menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Nurdin-Aziz di acara deklarasi. Masing-masing PKB, PBB, dan Hanura. Sehingga pasangan ini bakal disokong koalisi tujuh parpol.
Sehari jelang deklarasi, pasangan Nurdin-Aziz menggelar kirab keliling Sulsel guna pamit dan meminta dukungan masyarakat menuju pilgub. Terpisah, keduanya memulai dari kampung halaman masing-masing sebelum bertemu di Makassar. Nurdin dari kabupaten Bone, Aziz dari Luwu.
Rangkaian deklarasi ini, kata Nurdin, merupakan bentuk keseriusannya menjadi calon gubernur. Banyaknya partai yang bergabung juga jadi penanda upayanya menggalang dukungan dari berbagai pihak. Sehingga pencalonan pun tidak lagi dapat ditawar.
"Konstalasi apa pun yang terjadi di nasional, tidak akan mengubah sikap saya untuk mengurus masyarakat Sulsel. Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima dengan baik. Saya tegaskan, untuk apa deklarasi besok (hari ini) kalau saya mau jadi ketua umum (Golkar)," kata Nurdin.
SUMBER
Quote:

Kandidat pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulsel Nurdin Halid - Aziz Qahar Mudzakkar, MTVN - Andi Aan
Wacana musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar mengemuka seiring ditetapkannya kembali Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK. Penggantian pucuk pimpinan organisasi pun jadi pembicaraan di internal partai.
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid membenarkan wacana tersebut muncul. Nama Nurdin disebut-sebut sebagai kandidat terkuat sebagai pengganti Novanto. Namun Nurdin memastikan partainya tak tergesa-gesa dalam bertindak.
"Setiap aspirasi akan dikaji dan dievaluasi seiring perkembangan politik terkini yang dialami dan dihadapi Partai Golkar," kata Nurdin di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam, 16 November 2017.
Nurdin sekaligus menepis isu yang menghadapkannya dengan jabatan Ketua Partai Golkar. Dia menyatakan saat ini memilih lebih fokus berjuang sebagai kandidat gubernur di Sulsel. Nurdin maju bersama calon wakilnya, senator DPD RI Aziz Qahar Mudzakkar.
"Saya sudah berjanji kepada rakyat Sulsel. Bahwa saya memilih menjadi gubernur untuk melayani aspirasi dan kebutuhan serta tantangan di Sulsel," ujar Nurdin.
Nurdin dan Aziz akan mendeklarasikan pencalonan pada Jumat malam, 17 Desember 2017, di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat malam 17 November 2017. Kegiatan bakal diramaikan massa pendukung, relawan, serta kader dan pengurus parpol pengusung. Yakni Partai Golkar, NasDem, PKPI, dan PPP versi Djan Faridz. Acara ini sekaligus jadi ajang unjuk kekuatan bagi calon pesaing.
Tiga partai lain disebut bakal menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Nurdin-Aziz di acara deklarasi. Masing-masing PKB, PBB, dan Hanura. Sehingga pasangan ini bakal disokong koalisi tujuh parpol.
Sehari jelang deklarasi, pasangan Nurdin-Aziz menggelar kirab keliling Sulsel guna pamit dan meminta dukungan masyarakat menuju pilgub. Terpisah, keduanya memulai dari kampung halaman masing-masing sebelum bertemu di Makassar. Nurdin dari kabupaten Bone, Aziz dari Luwu.
Rangkaian deklarasi ini, kata Nurdin, merupakan bentuk keseriusannya menjadi calon gubernur. Banyaknya partai yang bergabung juga jadi penanda upayanya menggalang dukungan dari berbagai pihak. Sehingga pencalonan pun tidak lagi dapat ditawar.
"Konstalasi apa pun yang terjadi di nasional, tidak akan mengubah sikap saya untuk mengurus masyarakat Sulsel. Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima dengan baik. Saya tegaskan, untuk apa deklarasi besok (hari ini) kalau saya mau jadi ketua umum (Golkar)," kata Nurdin.
SUMBER
0
1.7K
Kutip
14
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.7KThreadā¢59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya