- Beranda
- The Lounge
Trotoar juga untuk PKL
...
TS
the.stats
Trotoar juga untuk PKL

Banyak yang bilang kalo PKL mengambil hak para pejalan kaki, karena seharusnya trotoar hanya diperuntukkan untuk para pejalan kaki. Sehingga ketika trotoar digunakan oleh PKL maka ruang bagi pejalan kaki di trotoar akan berkurang.
Saya secara pribadi kurangs setuju pada statement bahwa trotoar hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki , kenapa ?
1. Pertanyaan saya adalah apakah pernyataan bahwa trotoar hanya untuk pejalan kaki adalah suatu kebenaran mutlak, kebenaran
yang tidak bisa dibantah. Kenyataannya adalah pernyataan tersebut dalah kebenaran hukum, dan hukum bisa berbeda2 disetiap negara, disetiap kota.
Hukum yang menyatakan trotoar hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki atau yang menyatakan trotoar dilarang oleh PKL tidaklah berlaku disemua negara, tidak berlaku disemua kota, dan tidak pula tidak berlaku diseluruh ruas jalan.
Masih banyak negara-negara , kota-kota dan ruas-ruas jalan dimana hukumnya tidak memperuntukkan trotoar hanya untuk pejalan
kaki, diman hukumnya tidak melarang PKL untuk berjualan di trotoar sehingga aktivitas PKL masih bisa berlangsung.
artinya ketika ada sebuah kota seperti singapura yang melarang PKL di trotoar, bukan berarti pula kita harus mengikuti kota tersebut. karena banyak kota2 yang lain di dunia ini yang tidak melarang PKL, seperti Paris , Tokyo dan Montreal

)

2. Kedua ketika dikatakan bahwa PKL mengambil hak para pejalan kaki, saya sepenuhnya kurang setuju karena dalam sejarahnya pedagang tradisional sudah berjualan dengan pikulan dari kampung ke kampung dan mangkal di pinggir jalan sejak ratusan tahun lalu. Dimana telah menjadi bagian dari tradisi dan kebudayaan bangsa ini dan menggerakkan perekonomian bangsa ini.
Kalo kita lihat perkembangan sebuah kota , dahulu kala ketika jalan raya belum diaspal dan lalu lintas masih belum padat, orang-orang berjalan di bahu jalan, dan PKL sudah berjualan di pinggir jalan.
Lalu ketika jalan raya sudah diaspal tetapi lalu lintas masih belum padat, orang-orang tetap berjalan di bahu jalan dan PKL tetap berjualan di pinggir jalan.
Lalu ketika jalan raya sudah mulai padat karena sudah banyak mobil dan motor lalu lalang, sulit bagi orang-orang untuk berjalan di bahu jalan, sehingga mereka berjalan di pinggir jalan. Dan dibuatlah trotoar. Dan PKL karena pinggir jalan sudah dibikin jadi trotoar sehingga mereka berjualan diatas trotoar.
Lalu ketika kota berkembang semakin maju dimana sebagian warganya menuntut estetika yang lebih, mereka berpikir bahwa PKL mengganggu estetika kota sehingga PKL harus dilarang berjualan di trotoar.
3. Menurut saya yang paling penting dari semua alasan saya menolak trotoar hanya untuk pejalan kaki adalah alasan ekonomi.
Kita tahu sejak dulu kala samapi saat ini PKL menggerakkan perekonomian rakyat, kenpaa ? karena orang-orang yang modalnya tipis bisa memulai usaha dengan menjadi PKL , karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menyewa kios.
Dikarenakan PKL tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk sewa kios , sehingga ongkos produksi mereka juga kecil , sehingga mereka dapat menjual dengan harga yang murah.
Ketika PKl mampu menjual barang dengan harga murah, maka hal tersebut akan membantu buruh-buruh dan pekerja-pekerja yang gajinya pas-pasan.
Lihat aja di jalanan sudirman, di daerah senayan orang-orang kantoran banyak yang makan di pinggir jalan, beli makanan dari PKL, kenapa ? karena dengan harga lebih murah mereka bisa dapet porsi yang lebih banyak .
Saya secara pribadi kurangs setuju pada statement bahwa trotoar hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki , kenapa ?
1. Pertanyaan saya adalah apakah pernyataan bahwa trotoar hanya untuk pejalan kaki adalah suatu kebenaran mutlak, kebenaran
yang tidak bisa dibantah. Kenyataannya adalah pernyataan tersebut dalah kebenaran hukum, dan hukum bisa berbeda2 disetiap negara, disetiap kota.
Hukum yang menyatakan trotoar hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki atau yang menyatakan trotoar dilarang oleh PKL tidaklah berlaku disemua negara, tidak berlaku disemua kota, dan tidak pula tidak berlaku diseluruh ruas jalan.
Masih banyak negara-negara , kota-kota dan ruas-ruas jalan dimana hukumnya tidak memperuntukkan trotoar hanya untuk pejalan
kaki, diman hukumnya tidak melarang PKL untuk berjualan di trotoar sehingga aktivitas PKL masih bisa berlangsung.
artinya ketika ada sebuah kota seperti singapura yang melarang PKL di trotoar, bukan berarti pula kita harus mengikuti kota tersebut. karena banyak kota2 yang lain di dunia ini yang tidak melarang PKL, seperti Paris , Tokyo dan Montreal

2. Kedua ketika dikatakan bahwa PKL mengambil hak para pejalan kaki, saya sepenuhnya kurang setuju karena dalam sejarahnya pedagang tradisional sudah berjualan dengan pikulan dari kampung ke kampung dan mangkal di pinggir jalan sejak ratusan tahun lalu. Dimana telah menjadi bagian dari tradisi dan kebudayaan bangsa ini dan menggerakkan perekonomian bangsa ini.
Kalo kita lihat perkembangan sebuah kota , dahulu kala ketika jalan raya belum diaspal dan lalu lintas masih belum padat, orang-orang berjalan di bahu jalan, dan PKL sudah berjualan di pinggir jalan.
Lalu ketika jalan raya sudah diaspal tetapi lalu lintas masih belum padat, orang-orang tetap berjalan di bahu jalan dan PKL tetap berjualan di pinggir jalan.
Lalu ketika jalan raya sudah mulai padat karena sudah banyak mobil dan motor lalu lalang, sulit bagi orang-orang untuk berjalan di bahu jalan, sehingga mereka berjalan di pinggir jalan. Dan dibuatlah trotoar. Dan PKL karena pinggir jalan sudah dibikin jadi trotoar sehingga mereka berjualan diatas trotoar.
Lalu ketika kota berkembang semakin maju dimana sebagian warganya menuntut estetika yang lebih, mereka berpikir bahwa PKL mengganggu estetika kota sehingga PKL harus dilarang berjualan di trotoar.
3. Menurut saya yang paling penting dari semua alasan saya menolak trotoar hanya untuk pejalan kaki adalah alasan ekonomi.
Kita tahu sejak dulu kala samapi saat ini PKL menggerakkan perekonomian rakyat, kenpaa ? karena orang-orang yang modalnya tipis bisa memulai usaha dengan menjadi PKL , karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menyewa kios.
Dikarenakan PKL tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk sewa kios , sehingga ongkos produksi mereka juga kecil , sehingga mereka dapat menjual dengan harga yang murah.
Ketika PKl mampu menjual barang dengan harga murah, maka hal tersebut akan membantu buruh-buruh dan pekerja-pekerja yang gajinya pas-pasan.
Lihat aja di jalanan sudirman, di daerah senayan orang-orang kantoran banyak yang makan di pinggir jalan, beli makanan dari PKL, kenapa ? karena dengan harga lebih murah mereka bisa dapet porsi yang lebih banyak .
Diubah oleh the.stats 11-11-2017 13:31
0
4.5K
33
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya