- Beranda
- Berita dan Politik
Kunjungi Arab Saudi, China Teken Kesepakatan Rp 933 Triliun
...
TS
nike38383500
Kunjungi Arab Saudi, China Teken Kesepakatan Rp 933 Triliun
HomeBisnisEkonomi
Tak Hanya Alwaleed, Ini Pebisnis Lain yang Diciduk Arab Saudi
Vina A MulianaVina A Muliana
06 Nov 2017, 13:00 WIB
0
15
alwaleed-bin-talal-130916b.jpg
Pangeran Alwaleed bin Talal
Liputan6.com, Jakarta Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz membuat keputusan mengejutkan pada Sabtu 4 November 2017. Pemimpin tertinggi Arab Saudi ini mengumumkan untuk menahan 11 pangeran dan puluhan menteri yang diduga terkait kasus korupsi, salah satunya adalah Pangeran dan miliarder Alwaleed Bin Talal.
Nama Alwaleed terkenal luas di masyarakat berkat kesuksesannya di dunia bisnis. Gaya hidup flamboyan yang doyan memamerkan kekayaan juga sering dilakukan oleh keponakan Raja Salman ini.
Baca Juga
Ditangkap Kasus Korupsi, Kekayaan Pangeran Alwaleed Merosot Tajam
Ditahan Arab Saudi, Ini Gurita Bisnis Pangeran Alwaleed di RI
Intip Harta Pangeran Alwaleed, Miliarder yang Ditahan Arab Saudi
Meski demikian, Alwaleed bukanlah satu-satunya pebisnis yang terciduk dalam penangkapan tersebut. Aljazeera pada Senin (6/11/2017) mengungkap beberapa nama pengusaha lain yang turut terkena imbas.
Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:
1. Waleed Ibrahim
Waleed Ibrahim adalah pemimpin dari perusahaan media raksasa Middel Eastern Broadcasting Company (MBC). Ia mendirikan MBC pada 1991. Perusahaan ini juga disebut sebagai perusahaan media milik swasta terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Selama 26 tahun, MBC memiliki 18 stasiun TV. Nama Waleed Ibrahim juga menjadi langganan di daftar 50 pengusaha Arab Saudi paling berpengaruh.
2. Amr-Al Dabbagh
Amr-Al Dabbagh merupakan pimpinan dan CEO dari Al Dabbagh Group, perusahaan swasta milik keluarga asal Jeddah. Ia juga mantan presiden dari perusahaan investasi Arab Saudi Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA).
Al-Dabbagh Group memiliki usaha di berbagai bidang dengan jangkauan lebih dari 60 negara. Perusahaan ini didirikan pada 1962.
3. Saleh Abdullah Kamel
Saleh Abduallah Kamel adalah pendiri dan pimpinan Dallah al Baraka Group, perusahaan swasta milik keluarga asal Jeddah. Perusahaan multi sektor ini berfokus pada layanan kesehatan, lingkungan, makanan dan keuangan.
Menurut Forbes, Kamel memiliki kekayaan lebih dari US$ 2 miliar. Dia juga presiden Al Baraka, kelompok perbankan Islam, yang beroperasi di seluruh Timur Tengah, Indonesia dan Pakistan.
1 dari 3 halaman
Selanjutnya
4. Ibrahim al-Assaf
Ibrahim al-Assaf adalah menteri petahana Arab Saudi yang telah menjabat sejak November 2016. Al-Assaf juga mantan menteri keuangan yang duduk di kursi direksi perusahaan raksasa minyak Arab Saudi, Aramco.
Pria 68 tahun ini juga memiliki gelar PhD di bidang ekonomi dan punya posisi di organisasi dunia, International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group.
5. Bakr Bin Laden
Bakr Bin Laden merupakan saudara dari pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden. Ia merupakan pemilik dan pemegang saham terbesar dari perusahaan konstruksi asal Jeddah, Saudi Binlandin Group (SBG).
2 dari 3 halaman
Selanjutnya
6. Saud al-Dawish
Saud al-Dawish adalah mantan CEO Saudi Telecom Company (STC). Ia mengundurkan diri dari jabatannya di 2012 setelah memegang posisi tersebut selama tiga tahun.
7. Khaled al-Mulhem
Khalid Abdullah Abdulaziz bin Abdullah Al-Molhem adalah mantan General Director dari Saudi Arabian Airlines, maskapai utama Arab Saudi.
Sebelum memimpin Saudi Arabian Airlines, Mulhem juga menjabat sebagai presiden Saudi Telecom Company selama lima tahun. Saat ini ia menjadi pimpinan dari Khaled A Al-Melhem & Bros Company yang berbasis di Dammam, perusahaan yang mengoperasikan penjualan peralatan sanitasi dan pipa saluran air.
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud
Alwaleed bin Talal
Pangeran Arab Saudi
Pangeran Arab Ditangkap
Pangeran Arab
Pangeran Arab Korupsi
0%suka
0%lucu
0%kaget
0%sedih
0%marah
Tulis Komentar (0)
Kredit
Vina A Muliana
Bagikan
15
Berita Terkait
Alwaleed, Pangeran Arab yang Ditangkap Pernah Ribut dengan Trump
Ditangkap Kasus Korupsi, Kekayaan Pangeran Alwaleed Merosot Tajam
Ditahan Arab Saudi, Ini Gurita Bisnis Pangeran Alwaleed di RI
11 Pangeran Arab Ditangkap, Termasuk Miliarder Alwaleed bin Talal
Menag: Ganti Rugi Korban Crane Tunggu Proses Banding
Rekomendasi
Lihat Semua
Jasa Marga Janji Beri Modal Rp 200 Juta ke Eks Penjaga Tol
Ditahan Arab Saudi, Ini Gurita Bisnis Pangeran Alwaleed di RI
Mengenal Mukesh Ambani, Orang Terkaya Nomor Satu di Asia
Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,1 Persen di Kuartal III
Ambil Alih Blok Mahakam, SKK Migas Siapkan Kebijakan Transisi
Alwaleed, Pangeran Arab yang Ditangkap Pernah Ribut dengan Trump
Kunjungi Arab Saudi, China Teken Kesepakatan Rp 933 Triliun
Vina A MulianaVina A Muliana
28 Agu 2017, 21:01 WIB
0
216
Pertemuan wakil perdana Menteri China dan Raja Arab Saudi (xinhua.net)
Pertemuan wakil perdana Menteri China dan Raja Arab Saudi (xinhua.net)
Liputan6.com, Beijing - Perdana Menteri China Zhang Gaoli mengunjungi Arab Saudi dalam lawatan luar negerinya. Dalam kunjungan yang berlangsung pada 23 - 25 Agustus tersebut, China dan Arab Saudi setuju untuk bekerja sama dalam beberapa aspek. Kedua negara itu juga menandatangani beberapa kesepakatan dengan total nilai US$ 70 miliar atau Rp 933 triliun (kurs 1 US$ = Rp 13.300)
Dilansir dari xinhuanet.com, Senin (28/8/2017), China dan Arab Saudi mencapai kesepakatan kerja sama bilateral di bidang energi, keuangan dan kapasitas industri. Dalam pertemuannya dengan Raja Arab Saudi dan Putra mahkota di resor Jeddah Laut Merah, Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli yakin kerja sama China-Arab Saudi akan memasuki era baru yang lebih kuat, berkelanjutan dan bermanfaat.
Baca Juga
China Kembali Jadi Pemegang Surat Utang Terbesar AS
Kata Menko Luhut soal China Development Bank Buka Kantor di RI
Kata Menko Luhut soal China Development Bank Buka Kantor di RI
Lebih lanjut Zhang mengatakan, China selalu menganggap kerja samanya dengan Arab Saudi sebagai hubungan yang berkelanjutan. Mereka juga akan terus mepertahankan hubungan yang bersahabat dan jangka panjang.
"Kunjungan saya kali ini adalah untuk melaksanakan kesepakatan penting yang dicapai antara Presiden Xi dan raja Salman untuk terus memperdalam kemitraan strategis China-Saudi yang komprehensif," tutur Zhang.
Pertemuan wakil perdana menteri China dengan petinggi pemerintahan Arab Saudi ini menjadi sinyal hubungan dua negara yang makin dekat. Sebelumnya, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis pernah menyambangi negara tirai Bambu tersebut pada bulan Maret silam.
Selain hubungan ekonomi, China dan Arab Saudi juga mengembangkan kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan. Kapal-kapal perang China juga tekah mengunjungi kota pelabuhan Jeddah sebagai bagian operasinya di Teluk Aden.
Presiden Xi Jinping telah menunjukkan hasratnya untuk memainkan peran yang lebih besar di Timur Tengah. Keingingan ini sebagai bagian niat China mencari sumber daya, pasar, dan meningkatkan pengaruh globalnya.
0
1.6K
18
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.6KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya