- Beranda
- Berita dan Politik
Khawatir Spekulan, Sandiaga Tak Rilis Lokasi Rumah DP Nol Rupiah
...
TS
karikai04
Khawatir Spekulan, Sandiaga Tak Rilis Lokasi Rumah DP Nol Rupiah
Quote:
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dirinya belum bersedia merilis lokasi calon perumahan dengan uang muka atau down payment (DP) nol rupiah. Alasannya, khawatir akan ada spekulan yang bermain dalam pelaksanaan program yang tekah dijanjikan saat kampanye lalu.
"Belum bisa kami rilis, karena khawatir memicu spekuan," ucap Sandiaga, Ahad, 5 November 2017. Selain itu, ujar Sandiaga, pihaknya belum menerima rekomendasi DP nol rupiah secara spesifik dari Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said.
Menurut Sandiaga, pada masa transisi tersebut otoritas tim sinkronisasi terbatas. "Kemarin, karena keterbatasan otoritas dari tim sinkronisasi," kata Sandiaga. Sandiaga memastikan, konsep rumah DP nol rupiah ialah rumah susun atau rumah berlapis.
Hunian vertikan, ujar Sandiaga, menjadi pilihan lantaran lahan di Jakarta yang terbatas. Namun, kata Sandiaga, konsepnya baru akan dibicarakan dengan warga. "Tapi jangan dibayangkan 16 lantai gitu. Ini mungkin yang lebih cocok dengan ekosistem masyarakat yang secara aktif mengusulkan juga bagaimana mereka ingin ditata. Jadi kita ingin merangkul juga," ujar Sandiaga.
Sebelumnya, Sandiaga mengatakan, salah satu syarat untuk mengikuti program DP nol rupiah adalah akan dilihat dari pengeluaran dan kemampuan menabung partisipan program DP nol rupiah.
Selain harus memiliki penghasilan tertentu agar dapat membayar cicilan, peserta progra ini akan dinilai dari aspek kemampuannya menabung. "Harus dilihat bukan hanya penghasilannya, tetapi juga net savings-nya dia," kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, konsep pembelian rumah DP nol rupiah yang diusungnya bersama Gubernur Anies Baswedan ditujukan kepada penduduk yang memiliki pendapatan Rp 7 juta hingga Rp 10 juta.
Selain harus memiliki penghasilan tertentu agar dapat membayar cicilan, peserta program ini akan dinilai dari aspek kemampuannya menabung. "Harus dilihat bukan hanya penghasilannya, tetapi juga net saving-nya dia," katanya.
Sandiaga mengatakan, jika dilihat penghasilannya memungkinkan, namun daya untuk menabung tidak ada, maka keluarga berpenghasilan sekitar Rp 7 juta, tidak dapat menikmati program tersebut. "Kalau dia pendapatannya tujuh juta rupiah tapi pengeluarannya Rp 6,9 juta enggak akan bisa partisipasi," tuturnya.
DP nol rupiah merupakan janji pasangan Anies-Sandiaga pada masa kampanye pemilihan kepala daerah DKI Jakarta lalu. DP nol rupiah menjadi program unggulan yang diyakini mampu menarik minat pemilih, karena diklaim bisa menjadi solusi bagi penduduk Jakarta yang ingin memiliki rumah.
"Belum bisa kami rilis, karena khawatir memicu spekuan," ucap Sandiaga, Ahad, 5 November 2017. Selain itu, ujar Sandiaga, pihaknya belum menerima rekomendasi DP nol rupiah secara spesifik dari Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said.
Menurut Sandiaga, pada masa transisi tersebut otoritas tim sinkronisasi terbatas. "Kemarin, karena keterbatasan otoritas dari tim sinkronisasi," kata Sandiaga. Sandiaga memastikan, konsep rumah DP nol rupiah ialah rumah susun atau rumah berlapis.
Hunian vertikan, ujar Sandiaga, menjadi pilihan lantaran lahan di Jakarta yang terbatas. Namun, kata Sandiaga, konsepnya baru akan dibicarakan dengan warga. "Tapi jangan dibayangkan 16 lantai gitu. Ini mungkin yang lebih cocok dengan ekosistem masyarakat yang secara aktif mengusulkan juga bagaimana mereka ingin ditata. Jadi kita ingin merangkul juga," ujar Sandiaga.
Sebelumnya, Sandiaga mengatakan, salah satu syarat untuk mengikuti program DP nol rupiah adalah akan dilihat dari pengeluaran dan kemampuan menabung partisipan program DP nol rupiah.
Selain harus memiliki penghasilan tertentu agar dapat membayar cicilan, peserta progra ini akan dinilai dari aspek kemampuannya menabung. "Harus dilihat bukan hanya penghasilannya, tetapi juga net savings-nya dia," kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, konsep pembelian rumah DP nol rupiah yang diusungnya bersama Gubernur Anies Baswedan ditujukan kepada penduduk yang memiliki pendapatan Rp 7 juta hingga Rp 10 juta.
Selain harus memiliki penghasilan tertentu agar dapat membayar cicilan, peserta program ini akan dinilai dari aspek kemampuannya menabung. "Harus dilihat bukan hanya penghasilannya, tetapi juga net saving-nya dia," katanya.
Sandiaga mengatakan, jika dilihat penghasilannya memungkinkan, namun daya untuk menabung tidak ada, maka keluarga berpenghasilan sekitar Rp 7 juta, tidak dapat menikmati program tersebut. "Kalau dia pendapatannya tujuh juta rupiah tapi pengeluarannya Rp 6,9 juta enggak akan bisa partisipasi," tuturnya.
DP nol rupiah merupakan janji pasangan Anies-Sandiaga pada masa kampanye pemilihan kepala daerah DKI Jakarta lalu. DP nol rupiah menjadi program unggulan yang diyakini mampu menarik minat pemilih, karena diklaim bisa menjadi solusi bagi penduduk Jakarta yang ingin memiliki rumah.
Quote:

0
3.9K
42
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.9KThread•58.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya
