Pembagian Waktu Suku Dayak Yang Sangat Sulit Dipahami
TS
kanadiyel
Pembagian Waktu Suku Dayak Yang Sangat Sulit Dipahami
Hallo kaskus. Kali ini ane mau bahas tentang pembagian waktu suku dayak yang cukup menarik di bahas..
sedikit agak berbeda
Cekidot
Quote:
Mungkin tidak banyak yang tahu sekarang ini bahwa orang Dayak mengenal system pembagian waktu. Orang Dayak Ngaju membagi waktu satu tahun berdasarkan perubahan musim dan kegiatan kegiatan yang dilakukan pada musim-musim itu. Sehingga dalam kalender Dayak Ngaju, satu tahun akan terbagi menjadi 11 masa atau bulan, nama nama masa itu antara lain:
RAPAT TANDUK
Ini masa memusyawarahkan membuat rencana tentang perladangan yang akan datang. Misalnya dimana dan bagaiman ladang yang akan datang dibuat. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada bulan Januari
TAHALUYANG
Ini adalah masa untuk mempersiapkan alat-alat berladang, antara lain beliung, parang, tikar, alat menampi, luntong, palundu dan sebagainya. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Februari.
SARANG NYARING
Masa untuk tebas-tebang hutan untuk tempat berladang dan kegiatan ini dilakukan pada bulan Maret – April
TIMBUK PAMBUK
Kayu tebang ditempat yang akan dijadikan lading dibiarkan kering. Masa ini biasanya jatuh pada musim kemarau yaitu sekitar bulan Mei, dan pada masa itu banyak penduduk desa yang bekerja sebagai pendulang emas.
MAKAL
Masa setelah pembakaran tebangan yang kering, yaitu terjadi pada bulan Juni
DADAMPAN
Masa ini terjadi pada bulan Juli, yaitu masa untuk bertanam padi diladang atau disebut MANUGAL
SAMPALAN KARIAYAN
Masa untuk menyiangi lading. Sementara itu padi sudah mulai berisi (batihi). Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus
LIHANG KAJANG
Masa persiapan menyediakan alat-alat yang berhubungan dengan musim menuai. Persiapan yang dimaksud biasanya membuat karayan, lusuk atau karangking parei (lumbung padi dirumah). Masa ini terjadi pada bulan September
MATENGKUNG NYARING
Masa permulaan menuai. Pada masa ini para petani dan keluarganya diladang bersukaria membuat makanan khas Dayak yang diebut “KENTA” atau semacam quaker oat. Masa ini terjadi pada bulan Oktober
SUKU BATU
Masa ii diesebut pula dengan masa “PAKANAN BATU” atau di Kalimantan Barat dikenal dengan istilah GAWAI – yaitu masa yang menandakan bahwa musim menuai telah selesai. Para petani akan melakukan ritual syukur bumi kepada RANYING MAHATALA LANGIT dan penghormatan kepada para leluhur. Pesta ini juga dilakukan makan bersama dengan mengundang keluarga sekampung. Juga pada masa ini dibuatkan sesajian dan ritual – masa ini biasanya jatuh pada bulan November. Namun untuk saat ini ritual PAKANAN BATU di Kalimantan Tengah sudah punah dan tidak pernah dilakukan lagi.
TALIWUN
Merupakan masa untuk membersihkan alat-alat pertanian yang telah dipakai pada masa berladang untul disimpan untuk digunakan kembali pada waktu akan membuat lading pada masa berikutnya. Masa ini merupakan masa istirahat dalam mengerjakan lading. Masa ini biasanya diisi dengan mengerjakan pekerjaan sampingan misalnya membuat berbagai anyaman atau kerajinan lainnya.
Orang Dayak juga mengenal astronomy dalam penentuan waktu. Penentuan ini melihat bintang deret tiga di sabuk Orion yang dikenal dengan nama astronominya MINTAKA, ALNITAK dan ALNILAM yang dikenal dalam Bahasa Dayaknya sebagai BINTANG PATENDU atau disebut juga BINTANG LUKU atauBINTANG SALAMPATEI – yang diyakini bintang ini dikuasai oleh seorang Dewa yang masa / waktu yang disebut MANYAMEI RAJAN PATENDU.
Bintang patendu
Berikut ini penentuan waktu mengerjakan ladang berdasarkan bintang patendu tadi:
Spoiler for 1:
PATENDU NESER: yaitu pada masa bintang patendu tidak kelihatan dilangit. Pada masa ini merupakan masa istirahat bagi para petani dari mengerjakan ladangnya. Pada umumnya mereka tinggal di rumah atau mengerjakan pekerjaan sambilan dikampung seperti membuat pelbagai anyaman dan kerajinan lainnya atau juga pekerjaan yang dilakukan tidak jauh dari kampung seperti mencari ikan, mengumpulkan hasil hutan dan yang lainnya.
Spoiler for 2:
PATENDU LEMBUT: yaitu masa bintang patendu mulai kelihatan. Pada masa ini pertanda bagi para petani bahwa mereka harus mulai melakukan tebas tebang hutan ditempat yang akan dijadikan lading. Membakar pohon-pohon yang telah ditebang dan mempersiapkan lading untuk ditanami padi.
Spoiler for 3:
PATENDU TANGGAR: yaitu masa bintang patendu, dimana ketiganya yang merupakan bintang patendu sejajar dengan horizon. Masa ini adalah masa untuk manugal atau masa bertanam diladang.
Spoiler for 4:
PATENDU ASUH LASUNG: pada masa ini adalah masa menuai padi
Spoiler for 5:
PATENDU KEPAK LAWUNG: yaitu masa dimana bintang patendu berada diatas kepala dan untuk melihat bintang tersebut, orang harus menengadah sehingga kalau ia memakai sebuah “lawung” atau ikat kepala khas Dayak maka akan tanggal. Pada masa ini para petani akan mengangkat hasil ladangnya kerumah di kampung, menyimpannya di LUSUK atau KARANGKING PAREI.
Demikianlah system waktu bagi orang Dayak – Orang Dayak juga mengenal system kalender yang disebut dengan PAPAN KATIKA – lain kali ane bisa sharing mengenai system penanggalan orang Dayak masa lalu. Tabe.
Diubah oleh kanadiyel 27-10-2017 11:30
0
2.3K
Kutip
17
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!