Berbagai Kisah Masa Kecil Para CEO Yang Menginspirasi
TS
anakmudaindia
Berbagai Kisah Masa Kecil Para CEO Yang Menginspirasi
Spoiler for WELCOME:
Spoiler for Masa Kecil Para CEO:
Mungkin pada saat ini kita kagum dengan kesuksesan para CEO (pejabat tertinggi perusahaan) dan berangan - angan ingin seperti mereka. Tapi siapa sangka, dibalik keberhasilan mereka dalam membangun bisnisnya, ada sepenggal kisah masa kecil mereka yang bisa jadi tidak pernah kita duga sebelumnya.
Mungkin saja, orang - orang di sekeliling mereka tidak akan menyangka, anak kecil yang mereka lihat kemarin, sekarang sudah menjadi orang - orang besar yang sukses dengan bisnisnya masing – masing. Nah, siapa sajakah mereka dan bagaimana kisah masa kecil mereka yang sangat inspiratif tersebut? berikut ulasannya.
Quote:
1. CEO Starbucks - Howard Schultz
Spoiler for CEO Starbucks - Howard Schultz:
Howard Schultz dilahirkan di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada tanggal 19 Juli 1953 dari seorang ayah yang berstatus sebagai pensiunan tentara bernama Fred Schultz dan ibu Elaine. Dengan kondisi keluarganya yang miskin, Fred harus berusaha keras menghidupi seorang istri dan 3 anaknya sebagai supir truk. Kisah kerasnya perjuangan sang ayah di masa kecilnya sangat melekat di memori Howard.
“Waktu itu aku melihat Ayah merasa sangat terpukul dan merasa kehilangan harga diri. Aku rasa itu disebabkan karena selama ini Ayah terbiasa bekerja keras.” kenang Howard Schultz
Di umur 12 tahun, Howard bekerja sebagai penjual koran, kemudian bekerja di cafe hingga di umur 16 tahun di toko bulu binatang. Namun siapa sangka, dengan bermodalkan ide dan resep kopi yang brilian, Howard berhasil membangun Starbucks yang sebelumnya sepi pengunjung.
Quote:
2. Sundar Pichai – CEO Google
Spoiler for Sundar Pichai – CEO Google:
Sundar Pichai dilahirkan di selatan kota Chennai, India, pada 12 Juli 1972. Ayahnya merupakan karyawan yang bergaji kecil di sebuah perusahaan elektronik. Di masa kecilnya, Pichai dan keluarganya hidup di sebuah kamar apartemen bersama orang tua dan saudara laki – lakinya. Untuk bisa bepergian, mereka biasanya menumpang bus kumuh dan setelah itu membeli motor jenis vespa hasil menabung selama 3 tahun.
Meskipun hidup dalam kondisi miskin, ayah Pichai sangat memperhatikan pendidikan anak - anaknya. Terlebih lagi, sejak kecil Pichai memiliki otak yang cerdas dan sangat meminati teknologi. Hingga akhirnya siapa sangka, berkat kecerdasannya, Pichai bisa menjadi orang nomor satu di Google saat ini.
“Ayah dan ibuku melakukan banyak pengorbanan untuk memastikan anak-anaknya punya pendidikan yang baik,” kenang Sundar.
Quote:
3. Steve Jobs – CEO Apple
Spoiler for Steve Jobs – CEO Apple:
Steve Jobs dilahirkan di San Fransisco, California pada tanggal 24 Februari 1955 dengan nama kecil Abdul Latif Jandali, dari orang tua keturunan Syria, Abdulfattah “John” Jandali, dan Joanne Carole Schieble. Namun karena masih berstatus mahasiswa, Steve dititipkan di panti asuhan dan akhirnya diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs yang kemudian memberinya nama Steven Paul Jobs atau yang sekarang dikenal dengan nama Steve Jobs.
Untuk menyekolahkannya di Universitas, orang tua angkat Steve rela menyerahkan seluruh tabungan masa tuanya untuk membiayai kuliah Steve. Meskipun Steve dikenal nakal di masa kecil dan remajanya, tapi beruntung, dia memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga berhasil membangun Apple hingga sesukses sekarang.