Wajah kecil yang tersenyum, bentuk hati, serta garpu dan pisau sudah menjadi bahasa global untuk pesan instan di smartphone dan mengubah cara pengguna dalam berkomunikasi. Mereka sudah terpajang di Museum of Modern Art di New York dan bahkan membintangi sebuah film keluaran Hollywood terbaru.
Dilansir dari Dailymail, orang yang menciptakan bahasa global tersebut merupakan seorang karyawan yang berusia 25 tahun dan dulunya bekerja di perusahaan telefon seluler Jepang NTT DoCoMo. Emoji merupakan pewaris tradisi tulisan bergambar yang membentang ribuan tahun ke hieroglif Mesir dan ideogram yang digunakan untuk menulis bahasa China dan Jepang.
Quote:
Quote:
Penemunya merupakan seorang laki-laki berusia 25 tahun dan berhasil menciptakan set pertama 176 emoticon atau emoji dalam 1 bulan. Ia adalah Shigetaka Kurita yang sekarang merupakan anggota dewan di Dwango Co,. yaitu sebuah perusahaan teknologi di Tokyo. Kurita bekerja di NTT DoCoMo, ia sedang mengembangkan layanan internet mobile ‘i-mode’ yang membatasi orang untuk mengirim pesan hanya dalam 250 karakter saja. Karena pesan digital saat itu mulai bergerak, ia menantang dirinya untuk memikirkan apa yang diperlukan atau dibutuhkan dalam sistem pesan masa depan.
Setelah peluncuran i-mode selesai pada 1999, nuansa tersebut membuat emoji langsung terkenal di Jepang. Kata emoji sendiri merupakan gabungan dari bahasa Jepang untuk gambar yaitu ‘e’ (diucapkan ‘eh’) dan huruf yaitu ‘moji’ (diucapkan ‘moh-jee’). Awalnya Kurita mengumpulkan gambar umum termasuk tanda-tanda umum simbol cuaca, gambar ala zodiac dan gambar bola lampu atau bom yang berdetak. Dengan garis sederhana, ia membuat 2 bentuk wajah, yaitu bahagia, marah, sedih, terkejut, dan bingung.
Setelah pembuatan emoji atau emoticon berhasil, barulah Apple dan Google membuat emoji semakin terkenal dan fenomenal secara global di berbagai belahan dunia. "Mungkin karena kepopuleran iPhone, gaya seni Apple untuk para emojinya juga menjadi sangat berpengaruh, sampai-sampai kebanyakan orang memikirkan citra emoji, mereka memikirkan Apple yang memakainya," ungkap Jason Snell, seorang teknisi, jurnalis dan podcaster. Penemuan Kurita menginspirasi 'The Emoji Movie', sebuah film animasi oleh Sony Pictures tentang emojis yang hidup di dalam dunia smartphone. Pada 2010, desain 12-by-12-pixel diadopsi sebagai standar global oleh Unicode Consortiums.
Itu berarti setiap telefon atau sistem operasi yang mengikuti standar akan menggunakan gambar yang sama, menjadikannya bahasa universal. Beberapa awalnya menentang membuat emoji menjadi standar Unicode, menurut Yasuo Kida, pakar teknologi yang terlibat dalam adopsi mereka. Tidak seperti Kurita yang merasa senang penemuannya menjadi bahasa global, Kida merasa sedih karena Jepang kehilangan kesempatan untuk menuai keuntungan dari inovasi mereka dalam skala global karena kurangnya kemampuan bahasa dan pengaruh internasional.
Sumber:
https://techno.okezone.com/read/2017...ciptanya-emoji
Menurut agan emoji mana yang paling bagus?