Quote:
TEMPO.CO, Jakarta - Fahira Idris, anggota Dewan Perwakilan Daerah, mengaku prihatin dengan kasus yang melanda Asma Dewi, ibu rumah tangga yang kini menjadi tersangka kasus sindikasi ujaran kebencian Saracen. Fahira mengaku mengenal Asma Dewi sebagai wanita tangguh yang juga aktif di sejumlah aksi demo, di antaranya 4 November dan 2 Desember 2016, yang juga dihadiri Fahira. "Dia (Asma Dewi) seorang wanita tangguh dan selalu hadir di aksi 411, 212, yang juga saya hadir di situ," kata Fahira setelah menengok Asma Dewi di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Rabu, 13 September 2017.
Aksi 411 adalah istilah gerakan unjuk rasa pada 4 November 2016 yang digelar dengan massa ratusan ribu orang. Aksi yang dimulai seusai salat Jumat di depan Istana Negara itu mendesak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI yang maju dalam pilkada, ditetapkan sebagai tersangka. Aksi ini dijuluki dengan Aksi Bela Islam Jilid 1.
Adapun aksi 212 adalah aksi unjuk rasa yang digelar pada 2 Desember 2016. Aksi yang dilakukan ribuan orang di Jakarta ini merupakan lanjutan dari Aksi 411.
Fahira menuturkan kunjungannya hari ini untuk perkenalan dan solidaritas sebagai perempuan. Asma sendiri adalah klien LBH Bang Japar, yang diketuai Fahira. Saat berkunjung, Fahira mengaku membawakan sejumlah perlengkapan salat untuk Asma. "Saya mau menyampaikan titipan. Saya bawa sajadah, mukena, daster, kue, dan tasbih juga," katanya.
Menurut Fahira, kasus yang menimpa Asma Dewi belum bisa dibuktikan kebenarannya karena masih diproses kepolisian. Namun ia berharap apa yang dituduhkan kepada ibu rumah tangga itu tidak benar. Fahira juga meminta polisi bekerja secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip keadilan.
Asma Dewi merupakan seorang ibu rumah tangga yang tercatat sebagai warga Ciledug, tapi tinggal di Sulawesi Utara. Ia ditangkap penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri karena diduga melakukan tindak ujaran kebencian berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta penghinaan.
Jejak Asma Dewi terendus polisi setelah tim penyidik menemukan Asma Dewi pernah mentransfer uang senilai Rp 75 juta kepada NS, anggota inti Saracen.
https://nasional.tempo.co/read/news/...ampaign=DlvrIT
Mulai ada titik terangnya