Kaskus

News

gatra.comAvatar border
TS
gatra.com
Idul Adha Lewat, Pasar Tradisional Lebih Sepi   
Idul Adha Lewat, Pasar Tradisional Lebih Sepi   

Cilacap, GATRAnews – Harga sayuran dan bumbu dapur di Pasar Tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah turun drastis pasca-Lebaran Idul Adha. Bahkan, menurut pedagang, pasar sepi melebihi sebelum lebaran Idul Adha.
 

Seorang pedagang sayur di Pasar Karna Kecamatan Sidareja, Sukarti mengatakan sehari mendekati lebaran Idul Adha kemarin, sempat terjadi kenaikan harga, meski tak seberapa. Misalnya, harga kacang panjang yang biasanya dijual Rp8.000 per kilogram menjadi Rp10 ribu. Begitu pula dengan sayur oyong yang naik dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 per kilogram.
 
 “Kalau sewaktu Idul Adha itu melonjak. Belinya Rp8 ribu djualnya Rp10 ribu,” katanya, Selasa (5/9).
 
Namun, setelah lebaran Idul Adha, harga-harga sayuran justru turun lebih banyak, bahkan dibanding sebelum lebaran Idul Adha. Misalnya, kacang, saat ini hanya dijual seharga Rp5.500 sampai Rp.6.000 per kilogram. Padahal, sebelum lebaran lalu, kacang masih bertahan di harga Rp8.000 per kilogram.
 
“Kalau sekarang sih lagi sepi. Nggak seperti biasanya,” ujarnya.
 
Dia menduga sepinya pasar disebabkan musim paceklik yang tengah terjadi di Sidareja. Sebab, saat ini musim kemarau sehingga sawah dan ladang tak menghasilkan. Selain itu, di rumah konsumen kemungkinan masih ada simpanan daging kurban.
 
“Karena penghasilannya kurang. Kan ini musim kamarau. Istilahnya orang jawa itu paceklik apa ya. Mungkin karena Kacang yang biasanya ambil Rp.6000 sekarang belinya hanya Rp4.000. Karena di rumahnya juga banyak daging, kayaknya sih,” jelasnya.
 
Senada dengan Sukarti, pedagang bumbu dapur, Sukaesih mengatakan harga-harga bumbu dapur juga menurun. Dia mencontohkan, harga cabai ijo yang tadinya Rp12 ribu kini turun menjadi Rp11 ribu. Padahal, suplai cabai ijo terbatas. Begitu pula dengan bawang merah yang tadinya masih bertahan di kisaran harga Rp17 ribu, kini turun menjadi Rp15 ribu per kilogram.
 
Dia menduga saat ini merupakan masa hajatan sehingga banyak masyarakat yang enggan ke pasar, lantaran banyak pengeluaran untuk kondangan. Sementara, konsumen yang akan menggelar hajatan kini tak lagi membeli di Pasar Karna, melainkan langsung ke Pasar Grosir di Gandrungmangu yang jaraknya sekira 10 kilometer dari Pasar Karna.
 
Pembelinya kurang. Sebelum Idul Adha itu, pembeli sudah kurang lah, karena kan, sampai bulan-bulan sekarang. Tapi mereka membeli sendiri ke Pasar Gandrungmangu, kalau yang untuk hajatan-hajatan. Ya menurun lah, tapi ya masih laku, Cuma biasanya habis berapa kilo sekarang hanya beberapa kilo,” jelas Sukaesih.
 

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/jawa/...nal-lebih-sepi

---


- Idul Adha Lewat, Pasar Tradisional Lebih Sepi   
0
997
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Gatra.com
Gatra.com
KASKUS Official
36.1KThread426Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.