JAKARTA- Isak tangis dan jerit histeris mewarnai peristiwa kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di kawasan Kebon Pala Tanah Rendah, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (20/8/2017).
Sejumlah pemilik rumah yang kediamannya dilahap oleh si jago merah berbondong - bondong menyelamatkan barang berharga dari dalam rumahnya. Namun, akibat hembusan angin sore yang begitu kencang membuat si jago merah begitu cepat menyambar di kawasan padat penduduk tersebut.
Sebanyak 17 mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api di wilayah tersebut. Tapi sempitnya jalan di lokasi, membuat petugas hanya bisa menjulurkan selang mendekat ke titik api.
Informasi yang dihimpun
okezone, api berasal dari salah satu gang, yaitu Gang 2. Tidak diketahui apa yang menyebabkan munculnya percikan api dari kawasan tersebut. Yang jelas begitu melihat ada kepulan asap dari salah satu rumah warga terdengar ada teriakan orang yang meminta tolong untuk memadamkan api agar tak semakin besar.
"Titik api dari Gang 2. Kita tahu ada kebakaran karena ada yang teriak ada api," kata salah satu warga, Wariyem (48) di lokasi.
Ia sendiri sedang membangun rumah menjadi tingkat tiga. Tapi, tak disangka kalau bakal tertimpa musibah kebakaran.
"Bangun rumah udah habis Rp100 juta. Saya enggak ngira kalau akan kebakaran seperti ini," imbuhnya.
Tak hanya itu kerugian yang diderita oleh ibu enam anak itu. Pasalnya, barang-barang berharga miliknya juga lenyap bersama rumahnya akibat keganasan si jago merah. Kata dia, dirinya hanya bisa menyelamatkan barang berupa mesin cuci dan DVD Player.
"Laptop, televisi, dan handphone - handphone yang ada di dalam rumah abis semua. Tapi alhamdulillah surat rumah berhasil dibawa," tuturnya.
Ia mengatakan, pasca-musibah tersebut belum tahu akan tinggal di mana. Karena ia hanya memiliki satu rumah yang sudah terbakar. Wanita yang sehari - hari berjualan kue keliling itu berharap uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat Ibu Kota untuk kembali membangun rumah yang sudah terlumat si jago merah.
"Saya belum tahu abis kebakaran ini mau tinggal di mana. Semoga saja pemerintah mau membantu memberikan tempat tinggal," tandasnya.
Sekadar diketahui, api yang sudah mulai muncul sejak pukul 15.30 WIB itu sudah mulai mereda. Kini, seluruh petugas pemadam kebakaran dan warga masih berjibaku menyemprotkan air ke sejumlah titik api agar memastikan api sudah tak muncul kembali.