- Beranda
- Beritagar.id
Densus 88 ringkus sejumlah terduga pengatur dana teroris
...
TS
BeritagarID
Densus 88 ringkus sejumlah terduga pengatur dana teroris

Ilustrasi operasi keamanan.
Tiga hari setelah penangkapan terduga teroris di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Detasemen Khusus 88 Antiteror melakukan penangkapan lagi pada Senin (14/8/2017).
Penangkapan dilakukan di Rokan Hilir, Bagan Siapiapi, Riau, sore hari. Terduga teroris berinisial AP (25) ditangkap ketika akan ke toko kelontong di Jalan Bahagia, Bangko.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Hendri Posma Lubis, menjelaskan kepada merdeka.com, di dalam tas AP ditemukan sejumlah barang dan dokumen. Antara lain faktur pembelian kulkas dan mesin cuci, jam tangan, dompet, delapan anak kunci, dua ponsel, buku nikah, BPKB serta STNK sepeda nomor bernomor Jakarta.
Dari lokasi tersebut, Polres Rokan Hilir dan Densus 88 membawa AP ke kediaman mertuanya di Jalan Pahlawan, Bangko. Disaksikan perangkat kawasan dan mertuanya di sana, polisi menggeledah rumah tersebut.
Posma menjelaskan Densus 88 menemukan dua buah flash disk, satu ransel, dan sejumlah kartu ATM. Lantas menurut laporan Tempo.co, Densus 88 juga menggeledah rumah AP yang lain di Perumahan Merpati Sakti, Pekanbaru, Riau.
Di sana ditemukan dua laptop, dua ponsel, samurai, sejumlah dokumen soal gerakan tauhid dan jihad, tujuh buku tabungan, serta bukti transfer antarbank. Ada pula beberapa tulisan alur kerja.
Lantaran penemuan beberapa dokumen itu, Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata, menduga AP adalah donatur aksi gerakan terorisme. Namun belum ada detail.
Sedangkan soal penangkapan AP merupakan pengembangan kasus terorisme di Medan, Sumatera Utara, pada Juni lalu. Sementara RiauOnline.co.id melansir identitas lain AP.
Terduga pelaku punya nama alias Riyan alias Mimin alias Abu Haura. Ia disebut anggota jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) yang berada di balik aksi teror berdarah Kampung Melayu, Jakarta, pada Mei silam.
Dugaan lain, AP adalah pengatur aliran dana untuk kegiatan kelompok JAD Medan. Dugaan itu muncul dari beberapa kartu ATM dan bank yang bukan atas namanya.
Densus 88 bukan hanya beraksi di Rokan Hilir. Pada Kamis (10/8), Densus 88 menangkap dua orang terduga teroris lain di Jambi.
Dua orang berinisial R (39) dan S (38) di dua lokasi berbeda. R diringkus di Jambi Timur, sedangkan S ditangkap di Kumpeh Ulu, Jambi, beserta istrinya.
Menurut Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, dilansir Jambi Ekspress, R dan S sudah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun mereka tidak berhubungan dengan AP.
Kuswahyudi menjelaskan bahwa R dan S adalah anggota Jaringan Ansarut Khilafah (JAK). Antara lain mereka pernah mengikuti pelatihan di Riau, membeli senjata api di Medan, dan pernah belajar merakit bom.
Sementara Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto, mengatakan mereka adalah target Densus 88 sejak setahun silam. "Sudah diikuti sejak lama. Kalau gak salah sudah setahun," kata Widyanto.
Selain tidak berhubungan dengan AP, polisi juga mengatakan mereka tidak terkait dengan SP yang ditangkap di Serpong. Padahal dalam keterangan awal, R dan S ditangkap setelah pengembangan kasus SP.
Pada Jumat (11/8), Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan bahwa R dan S adalah hasil pengembangan kasus pengiriman anggota teroris ke Filipina melalui jalur Tolitoli, Sulawesi Tengah.
"Mereka mau kirim orang ke Filipina lewat Tolitoli. Di antara yang keberangkatannya kita gagalkan itu mengaku dia dibantu yang di Jambi," imbuh Martinus dikutip detikcom.
Selain di Jambi, Serpong, Jatinangor, dan Rokan Hilir; Densus 88 juga menangkap terduga teroris di Slawi, Tegal (Jawa Tengah), Minggu (13/8). Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, mengatakan dua orang ditangkap dalam operasi itu adalah AG dan GN.
Polisi menduga AG dan GN juga berperan sebagai donatur. "...motifnya sama, pendanaan orang berangkat ke Marawi (Filipina)," ujar Setyo.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...r-dana-teroris
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Cakupan imunisasi campak cenderung turun-
Kematian Johannes Marliem tak hambat kasus e-KTP-
Wacana gedung baru DPR tak pernah paripurnaanasabila memberi reputasi
1
1.2K
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya