Kaskus

News

bakatruAvatar border
TS
bakatru
ICW Merasa Ada Kejanggalan Atas Tewasnya Johannes, Saksi Kunci E-KTP

Johannes Marliem. ©Facebook/Johannes Marliem



Merdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) ikut memantau perkembangan atas meninggalnya saksi kunci kasus mega korupsi e-KTP, Johannes Marliem. Peneliti ICW Divisi Hukum dan Monitoring Peradila, Aradila Caesar mengatakan momentum meninggalnya saksi kunci tersebut menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya besar.

"Orang meninggal kita kan tidak bisa prediksi itu bukan kuasa kita. Tapi kalau kita melihat momentum kan ada suatu kejanggalan. Kenapa momentum meninggalnya, saat kasus e-ktp sedang ditangani oleh KPK," katanya seusai konferensi pers di Kantor Sekeretariatan ICW, Jakarta, Minggu(13/8).

Pihak ICW meminta KPK turut menyelidiki kematian saksi kunci ini dan menjelaskan kepada masyarakat apakah ada keterkaitan dengan permasalahan korupsi e-KTP atau hal-hal lain dibalik kematian Johannes.

"Kita minta KPK dan juga bekerja sama dengan pihak otoritas untuk menyelidiki kematian dari saksi kunci tersebut dengan serius. Artinya nanti KPK harus bisa menjelaskan kepada publik kenapa kematiannya," pintanya.

ICW berharap dengan kematian saksi kunci, tidak membuat efek negatif untuk permasalahan kasus e-KTP ini. "Jangan sampai kematiannya berdampak negatif dalam konteks membongkar kasus e-ktp tersebut," pungkasnya. [ded]

https://www.merdeka.com/peristiwa/icw-merasa-ada-kejanggalan-atas-tewasnya-johannes-saksi-kunci-e-ktp.html

Jangan lupa, sudah ada bbrp saksi kunci e-ktp yang meninggal. salah satu penyidik e-ktp sekarang ada di singapura karena disiram air panas.

#TanyaKenapa emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
0
1.3K
18
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.9KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.