- Beranda
- Berita dan Politik
Sri Mulyani Beberkan Alasan Infrastruktur RI Masih Tertinggal
...
TS
xutux06
Sri Mulyani Beberkan Alasan Infrastruktur RI Masih Tertinggal

Sri Mulyani. (Foto: Nicha Muslimawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan persoalan infrastruktur di Indonesia yang masih tertinggal dari negara lain. Menurut Sri Mulyani, hal tersebut disebabkan karena krisis keuangan yang dihadapi Indonesia pada 1997-1998.
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam sambutannya di acara Indonesia Infrastructure Finance Forum (IIFF) yang digelar di Fairmount Hotel Jakarta, Selasa (25/7). Kegiatan yang dihadiri Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, ini merupakan rangkaian acara sebelum Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali.
"Infrastruktur Indonesia tertinggal bukan sengaja, presiden dulu kesulitan juga menghadapi krisis 1997-1998, tingkat utang besar, membangun kembali layanan sosial yang jatuh saat krisis dalam beberapa tahun terkahir, memulihkan kepercayaan, mengurangi tingkat utang, memastikan lembaga keuangan Indonesia sehat dan kuat," ujar Sri Mulyani.
Baca Juga :
- Presiden Grup Bank Dunia Akan Berkunjung ke Indonesia
- Pertumbuhan Ekonomi RI Semester I Diprediksi Mencapai 5,1 Persen
- Sri Mulyani Semringah DPR Setujui Ditjen Pajak Bisa Cek Data Nasabah
Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini gencar membangun infrastruktur demi mengejar ketertinggalan tersebut. Bahkan pemerintah saat ini lebih banyak melibatkan sektor swasta dalam proyek infrastruktir.
"Memulihkan diri selama 18 tahun terkahir pembangunan penting, mengejar ketertinggalan 18 tahun tidaklah mudah. Sektor swasta untuk menyatukan peluang itu bisa mengatasi dan memitigasi risiko, dan bisa dinikmati hasil infrastruktur dalam waktu cepat," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, pendanaan oleh sektor publik dan swasta memang menghabiskan dana yang sangat besar. Namun terbukti hasilnya lebih cepat dibandingkan pendanaan melalui negara atau APBN.
Bahkan Kim mengatakan seharusnya pemerintah bisa lebih mendorong sektor swasta ketimbang BUMN. Menurut dia jika pembiayaan hanya melibatkan BUMN, maka sektor swasta tidak akan efisien.
"Saya melihat BUMN masuk ke sektor yang sebelumnya ditangani swasta seperti log, penanganan kargo, dan tol. Sektor ini mendukung keterlibatan swasta. Semua yang mengurangi ketertarikan sektor swasta akan tidak efisien. Sektor swasta harus didorong terlibat, BUMN jangan ditempatkan bersaing dengan swasta," kata Kim.
Sumber: https://kumparan.com/angga-sukmawija...sih-tertinggal
0
1.7K
15
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.9KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya