Kaskus

News

mtx98Avatar border
TS
mtx98
Beda Lieus dan Hary Tanoe di Mata FPI
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan tokoh Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma, adalah dua tokoh yang sejalan dengan Front Pembela Islam (FPI) dalam mendukung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada DKI 2017 lalu.
Hary Tanoe, Lieus, dan juga FPI, sama-sama mendukung pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, yang bertarung melawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat.
Meski di Pilkada mereka sejalan, namun ternyata Lieus dan Hary Tanoe berbeda di mata FPI. Lieus yang pernah menganugerahi gelar Man Of The Years 2016 kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, dianggap lebih tulus dalam mengikuti Aksi Bela Islam yang sempat digelar berseri.
"Kehadiran Lieus dkk, yang non muslim dalam aksi bela Islam selalu disambut baik, karena secara dzohir mereka tulus dan tidak pernah serang Islam maupun ulama, dan tidak ada agenda 'nyapres' (nyalon presiden)," demikian pernyataan tertulis yang disampaikan FPI pada Jumat (14/7/2017).
Sementara Hary Tanoe dianggap memiliki agenda politik, yakni berambisi untuk mengikuti Pilpres 2019 mendatang.
Konglomerat itu juga disebut FPI pernah menyakiti umat Islam dan melawan ulama, karena medianya terlibat dalam gelaran kontes Miss World pada 2013 silam di Bali.
"Berbeda dengan Harry Tanoe, kita tau HT sangat ambisi untuk "nyapres" dan dia pernah menyakiti Islam dan melawan ulama, tatkala menggelar konser super masiat, Miss World di Indonesia," tegas FPI.
Pernyataan FPI ini sebagai alasan mereka tidak ikut ambil bagian dalam aksi Presidium Alumni 212 pada Jumat kemarin, yang salah satu agendanya adalah membela Hary Tanoe.
"Selamanya tidak boleh memberi sedikitpun jalan kepada non muslim manapun yang ambisi ingin menjadi "pemimpin" bagi umat Islam, apalagi si non muslim pernah serang Islam dan pernah gunakan ulama serta menantang umat Islam," tegas FPI.
Sebelumnya, Presidium Alumni 212 menyambangi kantor Komnas HAM di jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (14/7/2017). Salah satu agenda mereka adalah melaporkan adanya dugaan kriminalisasi dan dizaliminya Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Hary Tanoe ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.
"Kebetulan ada yang kasih tahu kita, bilang ke kita, 'Tolong dong Hary Tanoesoedibjo dibantu, kan dia banyak bantu berita kita juga'. Ada yang sampai ke saya. Ya sudah nanti kita bantu," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo, di kantor Komnas HAM, Jumat (14/7/2017).
"Ini tidak ada kaitan dengan dukungan politik. Kita hanya membantu urusan kemanusiaan, kita berbeda dengan urusan politik, saya berbeda dengan urusan politiknya Harry Tanoe, tapi urusan dia dizalimi maka kami sebagai umat Islam maka kami berhak untuk membelanya," tandasnya.

http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/88216/beda.lieus.dan.hary.tanoe.di.mata.fpi
tien212700Avatar border
tien212700 memberi reputasi
1
6.8K
45
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.8KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.