Komisi III DPR sebut penganiayaan lebih berat dibanding korupsi

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Wenny Warouw, menilai aksi penganiayaan ahli IT dari ITB, Hermansyah, sebagai pekerjaan rumah (PR) besar. Termasuk insiden teror ke penyidik senior KPK Novel Baswedan. Bahkan dia menganggap kejahatan ini lebih dibanding kasus korupsi.
'Harusnya ditanya sistematika kerja bagaimana, mana timeline-nya, sudah berapa saksi, ini kejahatan begini lebih berat daripada penyidikan korupsi atau penipuan lain. Pembuktian susah, saksi enggak ada. Kalau korupsi tanya BPK sudah selesai," kata Wenny di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).
Wenny menegaskan, Polri tidak bisa menganggap 'enteng' kejahatan seperti ini. Oleh karenanya, dia mendesak Polri segera mengusut motif dan aktor intelektual di balik serangan menimpa Hermansyah atau Novel.
"Kejahatan jalanan jangan dianggap enteng, apalagi kita enggak tahu latar belakangnya. Modus operandi gimana siapa di belakang aktor-aktor itu, harus dibuka. Contohnya Baswedan kita enggak ngerti, melempem. Kalau ada kaitan dengan seseorang nah itu perlu dibuktikan," tegasnya.
Politikus Gerindra ini mendorong Polri menggali bukti dari rekaman CCTV di Tol Jagorawi KM 6 serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. "Nah, itu harus digali. Enggak semua jalan kan Ada CCTV. Minta semua keterangan saksinya, gitu cara menyidiknya, Dan jelaskan ke masyarakat," terangnya.
Sebelumnya, ahli IT dari ITB yang pernah menyatakan chat Habib Rizieq Syihab adalah rekayasa, dikeroyok orang tak dikenal. Polisi setelah mendapat laporan langsung melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Hermina Depok.
https://m.merdeka.com/peristiwa/komi...g-korupsi.html