- Beranda
- The Lounge
Jadi Diri Sendiri? Sejauh Mana?
...
TS
zulkaiser
Jadi Diri Sendiri? Sejauh Mana?
Quote:
Sering kan agan membaca quote2 atau kutipan yang selalu membahas untuk selalu menjadi diri sendiri? juga pasti banyak cerita atau novel2 yang mengisyaratkan untuk menjadi diri sendiri. Tapi tahukah agan? sejauh mana diri sendiri agan? atau sejauh mana diri sendiri agan bisa disebut menjadi diri sendiri? bingung ya? sama! hahaha, biar ngga bingung yuk kita bahas dibawah.
Saya mau berbagi cerita sedikit disini, ada teman saya yang memang 'tidak biasa'. Dia berbeda dengan orang lain dalam hal kepribadiannya. Nah, banyak orang lain itu yang tidak suka dengan sifatnya. Saya juga sempat kurang suka dengan sifat dia yang seperti itu. Tapi, pada suatu ketika dia update status kurang lebih seperti ini :
Quote:
Nah gara2 status seperti itu, saya jadi mulai berfikir. Iya juga yaa. Kadang kita meminta orang lain untuk menjadi diri sendiri, tapi ketika orang lain tersebut sudah menjadi diri sendiri kita tetap tidak suka atau justru makin tidak suka. Jadi malah kaya kita ngatur sifat orang lain.
Dari cerita tersebut saya mulai berfikir, sebenarnya dimana sih diri kita sendiri ini?
Apakah dari lahir hingga sekarang kita masih tetap jadi diri sendiri? atau ada banyak faktor yang akhirnya mengubah kita berbeda dengan kita sebelumnya? Apakah menjadi diri sendiri itu sama dengan tidak melakukan perubahan pada diri kita sendiri? Itu pertanyaan yang sering terbesit di kepala ane. Kadang kita tidak menjadi diri sendiri ketika mengikuti trend atau hanya ikut-ikutan. Serta, kadang kita jika ingin berubah, kita dihantui oleh pikiran "Ahh, itu bukan diri saya" Bener ngga sih?
Saya ambil contoh trend yang lagi ada di generasi milenials nih tentang nge Vlog di YouTube.Nah, misalkan Ane saat ini orangnya adalah pendiam, pemalu. Kemudian ada seorang youtuber yang menginspirasi ane dan mulai memberanikan diri untuk mulai mengikuti trend ini dan ane akhirnya jadi orang yang ngga pemalu lagi. Apakah ini termasuk tidak menjadi diri sendiri? Untuk orang yang sudah mengenal ane mungkin bilang ane berubah. Tapi orang yang baru kenal mungkin akan menganggap ya seperti itulah kepribadian ane.
Dari permisalan diatas ane akhirnya melakukan riset kecil tentang orang-orang yang sudah sukses di bidang masing2. Saya dulu berfikir apakah dari dulu memang mereka itu udah hebat seperti sekarang? atau mereka mengalami perubahan yang akhirnya membawa mereka ke situasi seperti sekarang? Dan ternyata, kebanyakan dari mereka mengalami perubahan. Perubahan tersebut mayoritas karena TERINSPIRASI ORANG LAIN. Ya, saya ambil contoh Edwin Land CEO Polaroid yang merupakan sosok inspirasi dari Steve Jobs. Jobs sendiri juga merupakan sosok inspirasi dari Jack Dorsey, Founder Twitter. Kemudian Thomas Edison yang merupakan sosok inspirasi dari Elon Musk CEO dari Tesla dan SpaceX. Kemudian juga William Foege, seorang dokter yang merupakan sosok inspirasi dari Orang terkaya saat ini, Bill Gates.
Bisa dilihat dari cerita diatas, bahwa orang-orang sukses menjadi orang-orang sukses lainnya. Tapi tidak semua sosok inspirasi berasal dari orang sukses, bisa jadi dari orang biasa tapi mempunyai impact atau pengaruh untuk menginspirasi.
Jadi, jika agan menilai saat ini benar-benar menjadi diri sendiri, seberapa besar 'diri sendiri' yang ada di dalam diri agan? apakah yang agan lakukan saat ini benar-benar datang dari hati dan pikiran agan sendiri atau ada faktor lain yang membuat agan melakukan hal tersebut? apakah agan hanya ikut-ikutan atau agan benar-benar terinspirasi? Hanya agan dan tuhan yang tahu. hehe
Tapi, yang ane mau tekankan disini adalah, kita tidak bisa memaksakan diri kita sendiri untuk selamanya menjadi diri kita sendiri. Maksudnya adalah kita tidak bisa terus-terusan menjadi orang yang sama dengan sifat yang sama pula. Kita harus berubah. Tentunya berubah ke arah yang lebih baik. Jangan terjebak pada zona nyaman yang selalu beralasan bahwa "ya ini emang gue apa adanya, gue diri sendiri" sedangkan agan yakin bahwa agan bisa berubah lebih baik.
Dalam hidup ane pribadi, ane sampai sekarang berpegang pada 3P, Prinsip, Pilihan, dan Perubahan. Kita harus punya prinsip seperti apa kita bakal menjalani hidup ini. Kemudian kita selalu punya pilihan dalam menjalani apapun. Kita mau jadi apa, kita mau ngapain, kita mau gimana, kita selalu punya pilihan. Nah, yang terakhir ini yang seru dan kadang jadi plot twist. Perubahan! ngga semua orang suka perubahan. Apalagi kalo udah nyaman dengan sesuatu yang udah lama dijalani. Tapi sekalinya kita bisa berubah jadi lebih baik, kita udah menjadi diri sendiri tapi diri sendiri yang lebih baik. Dan bagusnya adalah ketiga hal ini berkaitan. Pilihan menentukan Perubahan baik atau buruk dan akan mempengaruhi juga prinsip kita. Tapi sekalinya kita punya prinsip yang jelas, dalam menentukan pilihan kita akan lebih aware dan akan membawa kita ke perubahan yang lebih baik.
kesimpulannya adalah tetep jadi diri agan sendiri itu baik, tapi jadi diri sendiri yang lebih baik itu jauh lebih baik. Pusing ga? baca lagi kalo pusing haha. Intinya adalah jangan batasi diri sendiri agan dengan alasan "jadi diri sendiri". Agan bisa lebih baik dari agan sebelumnya dengan inspirasi-inspirasi dari orang lain. Serta tidak menutup kemungkinan bahwa agan akan menjadi inspirasi untuk orang lain juga.
So, mulai lah mengambil pilihan untuk berubah jadi lebih baik agar kelak dapat menginspirasi orang lain.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika berantakan.
0
2.1K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya