- Beranda
- Berita dan Politik
TANGGAPAN PARA TOKOH TENTANG FLIM "KAU ADALAH AKU YANG LAIN"
...
TS
metrojaya86
TANGGAPAN PARA TOKOH TENTANG FLIM "KAU ADALAH AKU YANG LAIN"

Film pendek Kau adalah Aku yang Lain, video pemenang kategori film pendek dalam Police Movie Festival IV 2017, menuai kontroversi. Namun, Banyak juga para tokoh yang menanggapi positif Flim tersebut karna mengandung nilai toleransi sesama umat di indonesia.
Seperti, Karman BM ( ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), mengatakan "Mengamati persoalan film pendek itu, saya melihatnya dari sisi doktrin atau ajaran Islam; sesungguhnya Islam mengajarkan kebaikan atau biasa disebut Hablun minannas dan Hablun minallah. Selama itu untuk kebaikan sesama manusia dan tidak ada yang melanggar aturan dan perintah Allah, maka itu baik."
"Dalam visualisasi bisa saja terjadi adanya pelanggaran, tapi bisa jadi tidak. Ini menjadi kontroversi, menurut saya, hanya karena momentumnya yang kurang pas. Momentum pengunggahannya kurang tepat."
"Sudah ada klarifikasi dari berbagai pihak. Saya berharap umat Islam tidak reaksioner menanggapi soal fim ini. Lebih bermanfaat bagi
Ummat untuk menganggapnya sebagai sebuah kritik."
"Saya berharap umat Islam lebih mengedepankan tabayyun, supaya Islam yang baik ini menampilkan Islam yang rahmatan lil alamin."
Komisioner komnas HAM yaitu M NURKHOIRON juga mengomentari flim tersebut "Dimensi kemanusiaan dalam film pendek itu sangat kuat. Ini sesuai dengan ajaran Islam Hablun minannas dan hablun minallah. Dalam Islam kedua hubungan tersebut tidak boleh dipisah, harus berjalan secara bersama-sama. Menyembah Tuhan dan berhubungan baik sesama manusia adalah keharusan. Bahkan Islam mengajarkan untuk mendahulukan hidup manusia."
"Dalam film tersebut saya melihat adanya dialog-dialog bagus yang membangun nilai kemanusiaan. Intinya, ibadah kepada Tuhan jangan sampai mengesampingkan nilai kemanusiaan. Dan itu ada dalam film tersebut."
Ketua SETARA Institute yaitu Hendardi pun ikut berkomentar positif tengtang flim ini.
“Setelah saya menonton film tersebut dengan jernih dan mata hati yang terbuka dan mendiskusikannya dengan sahabat saya yang paham tentang Islam, kami berdua menyimpulkan bahwa film ini sangat konstruktif untuk menjernihkan stereotype tentang Islam. Film tersebut menunjukkan kemenangan rasionalitas, humanitas dan kepedulian Islam kepada sesama manusia, meski berbeda keyakinan. Dialog dalam adegan tersebut menunjukkan ketaatan umat Islam kepada akal sehat dengan mematuhi nasehat ulama yang konstruktif. Bagi saya film ini menerjemahkan humanisme Islam yang seringkali tersisih oleh aksi-aksi sebagian kecil umat yang 'berpolitik.”
“Sementara, Polri sebagai penyelenggara festival film, melalui para jurinya telah menetapkan film tersebut sebagai pemenang. Festival itu merupakan cara dan kontribusi Polri mempromosikan toleransi dan wajah Islam yang humanis. Jadi, mempersoalkan film tersebut menjadi tidak relevan. Bahkan justru kontraptoduktif dengan upaya penguatan toleransi dan kemajemukan republik.”
Diubah oleh metrojaya86 04-07-2017 21:43
0
1.8K
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.9KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya