- Beranda
- Berita dan Politik
Perang Panah Bentrok Pilkada, Kapolda, Pangadam Dievakuasi
...
TS
ongsiola
Perang Panah Bentrok Pilkada, Kapolda, Pangadam Dievakuasi
Puncak Jaya, GATRAnews - Baku panah terjadi sepanjang hari ini di Distrik Yamaneri, Kabupaten Puncak Jaya. Pemicunya, dua kelompok pendukung kandidat Bupati Puncak Jaya saling mengklaim kemengan perolehan suara pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) hari ini, Kamis (15/6).(
Akibatnya, 3 anggota polisi terluka kena panah, saat memisahkan kedua kelompok dari bentrokan. Ketiganya adalah Bripka Buhari, terluka pada lengan kanan sebelah kanan, Bripka Fredy luka mengalami luka di tangan sebelah kiri dan Brigpol Steven mengalami luka di kaki sebelah kiri.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan kedua kelompok saling mengklaim kemenangan dengan perolehan suara 8.827 suara.
"Isu ada anggota kami yang meninggal dalam bentrokan ini, tidak benar. Saat ini 3 anggota polisi yang kena panah, sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Mulia," kata Kamal yang dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (15/6).
Bentrokan dua kelompok ini pecah sekitar pukul 12.00 WIT, bahkan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar dan Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab dievakusi dari lokasi kejadian, karena bentrokan tak bisa dihentikan.
"Beberapa kali aparat keamanan mengeluarkan tembakan peringatan, agar kedua kelompok berhenti menyerang, namun kami tak dihiraukan," kata salah satu polisi yang berjaga di lokasi kejadian, tanpa menyebutkan namanya.
Hingga pukul 12.40 WIT, kedua petinggi TNI/Polri itu dievakusi dengan mobil ketempat yang lebih tinggi dari lokasi kejadian, sambil menunggu perkembangan.
"Sekitar pukul 14.30 WIT, Kapolda dan Kasdam berhasil dievakuasi ke Ibukota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Akibat bentrokan ini, sejumlah warga dan aparat keamanan kena lemparan batu dan panah," jelasnya lagi.
700-an Aparat Keamanan Berjaga
Sebanyak 6 distrik di Kabupaten Puncak Jaya hari ini melaksanakan PSU. Ke-6 distrik tersebut adalah Distrik Dagai, Lumo, Molanikime, Yamaneri, Yambi dan Ilambrawe.
Akibat bentrokan dua kelompok ini, maka PSU di Distrik Yamaneri ditunda.
Untuk mengantisipasi keamanan pada PSU Puncak Jaya, polisi menggeser 700-an aparatnya untuk berjaga di 6 distrik tersebut.
Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan hingga saat ini Kabupaten Puncak Jaya siaga 1. Patroli malam dan keliling kota juga dilakukan sepanjang hari, untuk menghindari konflik pilkada.
"Kami akan melakukan patroli hingga proses pilkada usai. Siaga 1 masih terus diberlakukan. Jika ada kelompok yang mengganggu keamana, tetap kita tindak," kata Boy.
Enam distrik yang melaksanakan PSU hari ini, menganut sistem noken dengan cara ikat, untuk memilih pasangan calon yang dipilih. Sistem noken dengan ikat adalah proses pemilihan dengan cara musyawarah kepada pemilik hak suara, untuk memilih pasangan kandidat yang diinginkan.
Sebelumnya Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk PSU di 6 distrik, karena suara di 6 distrik itu hilang. Atas putusan tersebut, maka KPU Papua yang mengambil alih tugas KPU Kabupaten Puncak Jaya.
Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya diikuti oleh 3 pasangan. Ketiganya merupakan pucuk pimpinan di daerah itu.
Ketiganya adalah mantan wakil Bupati Puncak Jaya Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, lalu ada juga petahana Henock Ibo-Rinus Telenggen, dan mantan Sekda Puncak Jaya Yuni Wonda-Deinas Geley.
https://www.gatra.com/politik/pemilu/pilkada/269283-perang-panah-bentrok-pilkada-kapolda-pangadam-dievakuasi
Wahh gaswat nih,klo sampe kapolda,pangdam di evekuasi berarti dah parah nih
: takut
Akibatnya, 3 anggota polisi terluka kena panah, saat memisahkan kedua kelompok dari bentrokan. Ketiganya adalah Bripka Buhari, terluka pada lengan kanan sebelah kanan, Bripka Fredy luka mengalami luka di tangan sebelah kiri dan Brigpol Steven mengalami luka di kaki sebelah kiri.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan kedua kelompok saling mengklaim kemenangan dengan perolehan suara 8.827 suara.
"Isu ada anggota kami yang meninggal dalam bentrokan ini, tidak benar. Saat ini 3 anggota polisi yang kena panah, sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Mulia," kata Kamal yang dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (15/6).
Bentrokan dua kelompok ini pecah sekitar pukul 12.00 WIT, bahkan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar dan Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab dievakusi dari lokasi kejadian, karena bentrokan tak bisa dihentikan.
"Beberapa kali aparat keamanan mengeluarkan tembakan peringatan, agar kedua kelompok berhenti menyerang, namun kami tak dihiraukan," kata salah satu polisi yang berjaga di lokasi kejadian, tanpa menyebutkan namanya.
Hingga pukul 12.40 WIT, kedua petinggi TNI/Polri itu dievakusi dengan mobil ketempat yang lebih tinggi dari lokasi kejadian, sambil menunggu perkembangan.
"Sekitar pukul 14.30 WIT, Kapolda dan Kasdam berhasil dievakuasi ke Ibukota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Akibat bentrokan ini, sejumlah warga dan aparat keamanan kena lemparan batu dan panah," jelasnya lagi.
700-an Aparat Keamanan Berjaga
Sebanyak 6 distrik di Kabupaten Puncak Jaya hari ini melaksanakan PSU. Ke-6 distrik tersebut adalah Distrik Dagai, Lumo, Molanikime, Yamaneri, Yambi dan Ilambrawe.
Akibat bentrokan dua kelompok ini, maka PSU di Distrik Yamaneri ditunda.
Untuk mengantisipasi keamanan pada PSU Puncak Jaya, polisi menggeser 700-an aparatnya untuk berjaga di 6 distrik tersebut.
Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan hingga saat ini Kabupaten Puncak Jaya siaga 1. Patroli malam dan keliling kota juga dilakukan sepanjang hari, untuk menghindari konflik pilkada.
"Kami akan melakukan patroli hingga proses pilkada usai. Siaga 1 masih terus diberlakukan. Jika ada kelompok yang mengganggu keamana, tetap kita tindak," kata Boy.
Enam distrik yang melaksanakan PSU hari ini, menganut sistem noken dengan cara ikat, untuk memilih pasangan calon yang dipilih. Sistem noken dengan ikat adalah proses pemilihan dengan cara musyawarah kepada pemilik hak suara, untuk memilih pasangan kandidat yang diinginkan.
Sebelumnya Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk PSU di 6 distrik, karena suara di 6 distrik itu hilang. Atas putusan tersebut, maka KPU Papua yang mengambil alih tugas KPU Kabupaten Puncak Jaya.
Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya diikuti oleh 3 pasangan. Ketiganya merupakan pucuk pimpinan di daerah itu.
Ketiganya adalah mantan wakil Bupati Puncak Jaya Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, lalu ada juga petahana Henock Ibo-Rinus Telenggen, dan mantan Sekda Puncak Jaya Yuni Wonda-Deinas Geley.
https://www.gatra.com/politik/pemilu/pilkada/269283-perang-panah-bentrok-pilkada-kapolda-pangadam-dievakuasi
Wahh gaswat nih,klo sampe kapolda,pangdam di evekuasi berarti dah parah nih
: takut
Diubah oleh ongsiola 16-06-2017 06:34
0
11.4K
100
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya