- Beranda
- Berita dan Politik
Ngaku Bakal Jadi Orang Terkaya Dunia, Warga Tiongkok Ini Malah Dibui
...
TS
bajiho
Ngaku Bakal Jadi Orang Terkaya Dunia, Warga Tiongkok Ini Malah Dibui
Quote:
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kerap mengklaim sebagai orang terkaya di masa depan, hidup Zhang Jian justru berakhir di penjara. Warga Tiongkok tersebut ditangkap polisi Indonesia karena dugaan penipuan yang dilakukannya melalui bisnis multilevel marketing (MLM).
Kabarnya, pria yang mengesankan diri sebagai pengusaha sukses, senang mengenakan perhiasan emas ini rela melakukan apapun demi menyukseskan mimpinya, termasuk menyogok aparat dengan menawarkan sejumlah uang pada polisi agar kasusnya dihentikan.
Dilansir dari laman vice.com, Zhang yang bernama asli Song Miqiu ini ditangkap 6 Juni lalu di Indonesia. Ia pun langsung diterbangkan ke Beijing, guna menghadapi proses hukum di negara asalnya.
Harta yang dimiliki oleh Chang diduga berasal dari bisnis Multi Level Marketing (MLM) YSLM yang kontroversial. Zhang merupakan pendiri organisasi yang dicurigai penuh penipuan tersebut.
Polisi telah mendapatkan laporan bahwa para penduduk Tiongkok dan Malaysia telah ditipu oleh bisnis dengan skema ponzi, atau skema gali lubang tutup lubang yang cuma menguntungkan investor awal, karena mereka dapat duit dari MLM peserta berikutnya.
Atas apa yang dilakukan itu, Zhang pun diburu Kepolisian Tiongkok beberapa tahun terakhir, karena menipu 200.000 nasabah dan melarikan uang senilai 600 juta Yuan.
Setelah tak bisa lagi menipu orang di RRC, Zhang kabur ke Asia Tenggara. Bukannya kapok, dia malah kembali mendirikan MLM baru, menyasar warga Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Thailand.
Pada 2014, Zhang sempat menggemparkan penduduk Malaysia ketika menyewa billboard besar, yang menampilkan sosoknya memakai tuxedo dengan embel-embel calon orang terkaya sedunia.
Lalu, seperti apa cara kerja MLM-nya Zhang?
Sederhana sekali. Dia menjanjikan keuntungan besar bagi investor dengan setoran modal sedikit sekali. Calon korban diminta menyetor 300 Ringgit Malaysia (setara Rp936 ribu), untuk membeli paket koin bernama Yun Shu Mao alias YLSM. Hanya dengan uang segitu, Zhang menjanjikan keuntungan bersih rutin per bulan seniai 6.800 Ringgit (setara Rp21 juta).
Seharusnya akal sehat akan membuat siapapun curiga. Tapi banyak warga Asia Tenggara yang rupanya lebih suka cara cepat jadi kaya semacam ini. Zhang berada di puncak 'rantai makanan' skema ponzi tersebut, tentu saja dia makmur lebih dulu dibanding kaki-kaki yang gabung belakangan.
Sebetulnya aparat keamanan Malaysia sudah mengendus praktik MLM-nya yang tidak beres. Dia segera diperiksa pada 2015 atas dugaan melakukan penipuan dan investasi bodong. Sadar bisnisnya terancam, Zhang segera kabur ke Phuket, Thailand. Di sana dia sempat hendak pensiun sebagai penipu, lalu menjalani hidup baru sebagai biksu.
Zhang bahkan dilaporkan mendonasikan uang senilai 50 miliar Ringgit ke salah satu biara di Phuket. Zhang lalu ditangkap polisi, tapi bebas tak sampai setahun berikutnya.
Janji tobatnya ternyata cuma omong kosong.
Tahun ini Zhang kembali beraksi di Asia Tenggara. Dia kembali menawarkan skema MLM baru melibatkan uang koin yang sudah disinggung di awal tulisan tadi. Koin itu dia beri nama Wu Xin Bi, secara harfiah berarti 'koin dari lima elemen'. Per koin dijual 5.000 Yuan (setara Rp9,7 juta).
Untuk memasarkan koin yang tak jelas apa nilainya itu, Zhang melibatkan ratusan perempuan gundul. Para perempuan gundul itu diming-imingi bonus 30.000 Yuan (Rp58 juta) jika berhasil menjual koin abal-abal tadi ke calon nasabah. Wu Xin Bi dia perkenalkan ke publik dalam acara gala dinner dengan kedok pengumpulan dana amal yang tak kalah aneh dari menyaksikan banyak perempuan gundul ngumpul di satu ruangan.
Sebelum dicokok polisi, Zhang sempat menggelar acara amal lainnya yang dipenuhi laki-laki menyemur rambut pakai warna emas.
Kabarnya lebih dari 1.000 orang hadir dalam acara tersebut, tapi Zhang malah tak menampakkan batang hidungnya. Bukannya merasa ditipu, pengikut Zhang bilang bos mereka memang sengaja absen dari gala dinner karena sedang berada di Maladewa.
Setelah dilacak oleh polisi dari berbagai negara, termasuk dibantu otoritas keamanan Tiongkok, lokasi Zhang akhirnya diketahui. Ia berada di Indonesia.
Intinya, sehari setelah dicokok 6 Juni lalu, dia langsung diterbangkan ke Beijing. Dia sudah ditunggu jaksa yang senang hati mendakwanya dengan berbagai pasal penipuan.
http://www.netralnews.com/news/nasio...ni.malah.dibui
Kabarnya, pria yang mengesankan diri sebagai pengusaha sukses, senang mengenakan perhiasan emas ini rela melakukan apapun demi menyukseskan mimpinya, termasuk menyogok aparat dengan menawarkan sejumlah uang pada polisi agar kasusnya dihentikan.
Dilansir dari laman vice.com, Zhang yang bernama asli Song Miqiu ini ditangkap 6 Juni lalu di Indonesia. Ia pun langsung diterbangkan ke Beijing, guna menghadapi proses hukum di negara asalnya.
Harta yang dimiliki oleh Chang diduga berasal dari bisnis Multi Level Marketing (MLM) YSLM yang kontroversial. Zhang merupakan pendiri organisasi yang dicurigai penuh penipuan tersebut.
Polisi telah mendapatkan laporan bahwa para penduduk Tiongkok dan Malaysia telah ditipu oleh bisnis dengan skema ponzi, atau skema gali lubang tutup lubang yang cuma menguntungkan investor awal, karena mereka dapat duit dari MLM peserta berikutnya.
Atas apa yang dilakukan itu, Zhang pun diburu Kepolisian Tiongkok beberapa tahun terakhir, karena menipu 200.000 nasabah dan melarikan uang senilai 600 juta Yuan.
Setelah tak bisa lagi menipu orang di RRC, Zhang kabur ke Asia Tenggara. Bukannya kapok, dia malah kembali mendirikan MLM baru, menyasar warga Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Thailand.
Pada 2014, Zhang sempat menggemparkan penduduk Malaysia ketika menyewa billboard besar, yang menampilkan sosoknya memakai tuxedo dengan embel-embel calon orang terkaya sedunia.
Lalu, seperti apa cara kerja MLM-nya Zhang?
Sederhana sekali. Dia menjanjikan keuntungan besar bagi investor dengan setoran modal sedikit sekali. Calon korban diminta menyetor 300 Ringgit Malaysia (setara Rp936 ribu), untuk membeli paket koin bernama Yun Shu Mao alias YLSM. Hanya dengan uang segitu, Zhang menjanjikan keuntungan bersih rutin per bulan seniai 6.800 Ringgit (setara Rp21 juta).
Seharusnya akal sehat akan membuat siapapun curiga. Tapi banyak warga Asia Tenggara yang rupanya lebih suka cara cepat jadi kaya semacam ini. Zhang berada di puncak 'rantai makanan' skema ponzi tersebut, tentu saja dia makmur lebih dulu dibanding kaki-kaki yang gabung belakangan.
Sebetulnya aparat keamanan Malaysia sudah mengendus praktik MLM-nya yang tidak beres. Dia segera diperiksa pada 2015 atas dugaan melakukan penipuan dan investasi bodong. Sadar bisnisnya terancam, Zhang segera kabur ke Phuket, Thailand. Di sana dia sempat hendak pensiun sebagai penipu, lalu menjalani hidup baru sebagai biksu.
Zhang bahkan dilaporkan mendonasikan uang senilai 50 miliar Ringgit ke salah satu biara di Phuket. Zhang lalu ditangkap polisi, tapi bebas tak sampai setahun berikutnya.
Janji tobatnya ternyata cuma omong kosong.
Tahun ini Zhang kembali beraksi di Asia Tenggara. Dia kembali menawarkan skema MLM baru melibatkan uang koin yang sudah disinggung di awal tulisan tadi. Koin itu dia beri nama Wu Xin Bi, secara harfiah berarti 'koin dari lima elemen'. Per koin dijual 5.000 Yuan (setara Rp9,7 juta).
Untuk memasarkan koin yang tak jelas apa nilainya itu, Zhang melibatkan ratusan perempuan gundul. Para perempuan gundul itu diming-imingi bonus 30.000 Yuan (Rp58 juta) jika berhasil menjual koin abal-abal tadi ke calon nasabah. Wu Xin Bi dia perkenalkan ke publik dalam acara gala dinner dengan kedok pengumpulan dana amal yang tak kalah aneh dari menyaksikan banyak perempuan gundul ngumpul di satu ruangan.
Sebelum dicokok polisi, Zhang sempat menggelar acara amal lainnya yang dipenuhi laki-laki menyemur rambut pakai warna emas.
Kabarnya lebih dari 1.000 orang hadir dalam acara tersebut, tapi Zhang malah tak menampakkan batang hidungnya. Bukannya merasa ditipu, pengikut Zhang bilang bos mereka memang sengaja absen dari gala dinner karena sedang berada di Maladewa.
Setelah dilacak oleh polisi dari berbagai negara, termasuk dibantu otoritas keamanan Tiongkok, lokasi Zhang akhirnya diketahui. Ia berada di Indonesia.
Intinya, sehari setelah dicokok 6 Juni lalu, dia langsung diterbangkan ke Beijing. Dia sudah ditunggu jaksa yang senang hati mendakwanya dengan berbagai pasal penipuan.
http://www.netralnews.com/news/nasio...ni.malah.dibui
ini dari situs berita malaysia:
Quote:
[img]Zhang arrested in Indonesia and escorted back to China[/img]
PETALING JAYA: Self-proclaimed “future richest man in the world” Zhang Jian was arrested in Indonesia and escorted back to China where he will face legal action.
Zhang, whose real name is Song Miqiu, is believed to be the mastermind behind several get-rich-quick schemes in China, Malaysia, Thailand and Indonesia.
The www.ysmwxb.comwebsite of Wu Xin Bi – Zhang’s latest “coin” venture – is now inaccessible and over 5,000 Malaysians with RM17.5mil invested are now left in the lurch, reported Oriental Daily.
Sin Chew Daily reported that according to mainland Chinese media, Chinese police tracked Zhang down with help from their Indonesian counterparts and the Chinese Embassy in the country.
He was brought back to China yesterday.
Chinese police investigations revealed that Zhang had set up a trading company called Yun Shu Mao with other partners in November 2012 as a front for illegal multi-level marketing schemes, involving up to 600mil yuan (RM376.63mil).
Police in China’s Hunan province began investigating Zhang and his partners in December 2013, reported Sin Chew.
Zhang immediately fled the country but continued his illegal activities in South-East Asia.
He made headlines in the Malaysian media in 2014 when billboards of him appeared in Penang, proclaiming him to be the “future richest man in the world”.
He also awarded his lucky “distributors” with luxury cars.
The country’s Domestic Trade, Cooperatives and Consumerism Ministry then launched an investigation into Zhang’s company but he fled to Thailand.
On Oct 27, 2014, Thai police arrested Zhang, his wife Yoyo Wang Wen Fang, 29, and his right-hand man Geng Lian Bao over a pyramid scheme and seized assets worth 240mil baht (RM30mil).
After Zhang’s release in 2016, some supporters claimed that he remained in Thailand but his actual whereabouts then were a mystery.
Chinese police sent their officials to track him down several times and even issued an Interpol red alert on Zhang in March 2016.
They also sought cooperation from police in Thailand, Malaysia and Indonesia to investigate Zhang’s activities.
Recently, Zhang was seen making a comeback in Malaysia to promote Wu Xin Bi, a coin which he claimed had investment value on the Internet.
[url]http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/06/07/future-richest-man-nabbed-zhang-arrested-in-indonesia-andS E N S O Red-back-to-china/[/url]
Quote:
Who is Zhang Jian? 8 things to know about the self-proclaimed "future richest man in the world"

]
A man who goes by the name of Zhang Jian has been grabbing regional headlines over the past week.
More famously known as the self-proclaimed "future richest man in the world", Zhang was arrested on Tuesday (June 6) by Indonesian police.
He has since been escorted back to China where he will face legal action.
The infamous head of an international multi-level marketing scheme is suspected to be behind several pyramid schemes that involve at least 600 million yuan (S$121 million), according to media reports.
As news about Zhang and his misdeeds come to light, more details have been revealed about his huge following - and what these followers did for him.
Here's what you should know about the scheme magnate:
1. Zhang Jian isn't even his real name
His real name is Song Miqiu.
The 40-year-old is believed to be the mastermind behind several get-rich-quick schemes in China, Malaysia, Thailand and Indonesia.
2. There were giant billboards of him in Penang

In July 2014, Zhang made headlines in the Malaysian media when billboards of him appeared in Penang, promoting his get-rich-quick scheme.
He also awarded his lucky "distributors" with luxury cars.
3. Ran a get-rich-quick scam through his business empire Yun Shu Mao aka YSLM
Through this scam, he duped at least 190,000 people from 28 provinces in China, according to Chinese authorities.
33 people involved in the scheme were subsequently detained. It was also found that the Yun Shu Mao website operator had corerced fees from followers who were promised huge rewards in return.
4. This is not his first run-in with the law
Zhang and his wife, Yoyo Wang Wen Fang, as well as his accomplice Geng Lian Bao were arrested by Thai police at a condominium in October 2014 over a pyramid scheme.
The pyramid scheme reportedly duped people in China and Malaysia out of 6 billion baht (S$243 million) and 3 billion baht respectively.
Thai police had also seized assets worth over 240 million baht.
His actual whereabots remained a mystery after his release in 2016. But by March that year, Chinese police had issued an Interpol red alert on him.
5. Held a 100-day temporary ordination programme at a temple
The controversial figure reportedly recruited devotees to join YSLM at a temple in Phuket back in August 2014.
The temple was reportedly "packed with his followers daily".
Zhang was said to have donated almost RM400,000 (S$130,000) to the temple after his company's revenue made over RM50 billion.
6. Tried to make a 2017 comeback in Malaysia to promote his own currency
In April this year, China Press reported that Zhang had set up another multi-level marketing company.
He was said to be promoting a coin called Wu Xin Bi, which he claimed had investment value.
This latest "coin" venture is reportedly inaccessible now, leaving over 5,000 Malaysians in the lurch, reported Oriental Daily.
They allegedly invested RM17.5 million in the business.
7. Hired women to promote his 'coin business' - but they had to shave their hair
Zhang was said to have hired a group of women to be his assistants in promoting his latest scam.
However, the women were required to shave their heads bald.
China Press reported that a man who claimed to be Zhang's "assistant" had posted on social media early this year stating that assistants could earn between 3,000 yuan and 30,000 yuan a month.
According to one of Zhang's "assistants", they needed to only promote the investment to their friends through social media.
8. Organised charity dinner for 1,000 'blonde-haired' people
Before his latest arrest, Zhang had continued his illegal activities in Southeast Asia by holding a charity dinner that was attended by close to 1,000 people.
Only those who sported the "right look" were allowed to attend the dinner held in Penang's Chai Leng Park on Sunday (June 5), The Star reported.
Each diner had to pay RM200 for the dinner. On top of that, they had to dye their hair yellow or gold before they could enter.
That wasn't the only strange sighting at the event.
Some women came with their heads shaved, while others sported tattoos of Zhang to pledge their support.
Several male members were also spotted in dresses.
Zhang wasn't seen at the dinner and company members claimed that he was in the Maldives.
In April, he had allegedly also organised similar charity dinners in Johor Baru, Kuala Lumpur as well as in Sabah, The Star added.
http://www.asiaone.com/asia/who-zhan...hest-man-world
karena penangkapannya di Indonesia, jadi masuk bp bukan bpln.
0
3K
Kutip
21
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696.1KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya