- Beranda
- Beritagar.id
Rp350juta Davidson raib oleh spesialis nasabah bank atau teroris?
...
TS
BeritagarID
Rp350juta Davidson raib oleh spesialis nasabah bank atau teroris?

Ilustrasi perampokan dengan senjata api
Perampokan di stasiun pengisian bahan bakar, Daan Mogot, Jakarta Barat, merenggut jiwa. Seorang bernama Davidson Tantono (30) ditembak dan tasnya yang berisi doku Rp350 juta raib, pada Jumat siang (9/6/2017).
Saksi mata menceritakan Davidson tampak di pom bensin sedang menambal ban mobilnya yang bocor--sesaat setelah keluar dari Grand Garden, Kebon Jeruk. Kemudian ia mendadak dihampiri empat orang yang mengendarai motor.
Tanpa perbincangan, empat orang itu langsung merampas tas milik Davidson yang berada di kursi depan mobil. Sempat terjadi tarik-menarik tas, sebelum seorang pelaku menembak pelipis Davidson--hanya dalam satu kesempatan.
Davidson kala itu hendak pulang ke rumah setelah mengambil uang dalam jumlah wah. Uang itu ternyata bukan untuk tunjangan hari raya (THR) karyawannya--seperti yang diberitakan beberapa media. Tetapi untuk pinjaman salah satu nasabah di koperasi--tempat Davidson bekerja.
Soal koperasi ini juga masih simpang siur. Sebagian media menyebut Davidson adalah manajer di Koperasi Mitra Makmur Mandiri. Koperasi ini bahkan ditulis oleh JatimTimes, merupakan milik Gunadi Yuwono--yang namanya cukup membahana di Jawa Timur sebagai pemilik banyak koperasi.
Di Jakarta, Gunadi memiliki 10 jaringan koperasi, di antaranya yang dimanajeri oleh Davidson.
Sementara Kompas.com menulis Davidson lah yang memiliki koperasi itu. Hal itu disampaikan kakak ipar Davidson bernama Erwin Tan--yang mengatakan Koperasi Mitra Makmur Mandiri dirintis adik iparnya itu sejak dua tahun silam. "Kita berduka. Dia sudah dua tahun merintis bisnisnya," kata Erwin.
Dikutip dari akun Linkedin pribadinya, Davidson merupakan lulusan Universitas Kristen Petra jurusan Teknik Sipil. Ia kuliah di sana pada 2004 hingga 2008. Dari akun itu juga didapati Davidson bekerja sebagai seorang Product Manager di koperasi Putera Makmur. Koperasi tersebut terletak di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Ia bekerja di sana sejak 2012.
Lebih jauh, pembunuh Davidson saat ini tengah diburu. Polisi menemukan rekaman mencurigakan di BCA cabang Green Garden, beberapa saat sebelum peristiwa. Polisi menduga, Davidson telah dibuntuti perampok sejak menarik uang Rp350 juta di bank.
"Dalam CCTV bank di Green Garden, ada rekaman (orang mencurigakan)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Andi Adnan Syafruddin, Sabtu (10/6/2017).
Polisi telah memeriksa lima saksi. Mereka itu orang-orang yang melihat penembakan Davidson. Namun, dari hasil pemeriksaan, para saksi mengaku tak mengenali ciri-ciri pelaku. "Lima saksi itu tidak mengenali pelaku," kata Andi.
Petunjuk lain polisi datang dari olah tempat kejadian perkara (TKP). Ada rekaman dari CCTV dan mobil Kijang Innova hitam, serta ponsel milik Davidson. Ponsel itu ternyata masih tersambung dengan seorang kerabat Davidson ketika peristiwa terjadi. "Jadi masih mendengar teriakan dari almarhum saat peristiwa," ujar Steve, salah seorang kerabat.
Dalam kasus ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menduga pelakunya adalah kelompok profesional. Sebab mereka seperti memiliki pengalaman beraksi di tengah keramaian.
Indikasinya, para pelaku tak memiliki rasa takut dan punya tembakan mematikan. Dari analisa Argo, para pelaku diduga kerja berkelompok dan diduga juga merupakan spesialis nasabah bank. Ia yakin tak lama lagi para pelaku berhasil ditangkap.
"Semua kemungkinan pasti ada, kita petakan semua, semua kita identifikasi," kata dia.
Sama dengan Argo, kriminolog Mustofa Nahrawardhana juga menduga pelaku tak kerja sendiri, namun melibatkan pihak lain untuk mendapatkan informasi. Sebab, tak mungkin pelaku bertindak begitu rapi dan mengetahui banyak informasi soal korban dan uang yang tengah dibawanya.
"Entah ini jaringan permanen atau tidak, tapi mereka pasti dapat bantuan informasi. Sekarang siapa yang paling memiliki akses informasi?" kata Mustofa.
Menurutnya, dari kasus yang kerap terjadi dan sudah terungkap, para pelaku perampokan kerap membayar pihak yang mau memberi informasi penting. Misalnya informasi pengambilan uang dalam jumlah banyak di bank.
"Bisa juga datang dari tukang parkir yang memberitahu, mobil mana yang akan dipakai," kata Mustofa.
Polisi enggan berspekulasi perampokan Davidson terkait teroris yang sedang cari dana. Mereka mengaku belum bisa menyimpulkan apakah perampokan tersebut terkait dengan kegiatan terorisme atau bukan.
"Dalam kaitan dengan teroris, kami belum menemukan benang merahnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...k-atau-teroris
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Komnas HAM, ulama, dan Google-
Tiga orang jadi tersangka suap di Bengkulu-
Berita menarik pekan ini, dari Tito hingga Rizieqanasabila memberi reputasi
1
1.4K
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•893Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya