Quote:
Online24, Palopo – Kejahatan seksual yang dialami Es (9) tahun, oleh seorang remaja Atong telah menyimpan luka psikologis mendalam terhadap korban.
Trauma berat yang ikut dirasakan orang tua pasca musibah yang menimpa korban layak mendapat perhatian dari pihak perlindungan anak.
Kebahagiaan masa kecil saat ikut bersama rekan untuk bermain seakan pupus sudah lantaran anak lebih memilih diam dan mengurung diri dirumah karena merasa malu.
Kedua orang tua saat dikonfirmasi media ini saat akan menemui Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Palopo ,Rabu (30/5/2017), mengakui perubahan sikap yang dialami anaknya sangat jauh dan menutup diri.
“Kasian, hingga saat ini anakku hanya dirumah nonton saja malu juga kesekolah pernah diejek sama temannya sampai menangis, terakhir saya antar kesekolah saat dia ulangan,” tutur Nk yang dibenarkan oleh Sy, suaminya.
Lebih lanjut ia menuturkan, jika ketersinggungan si anak tiba-tiba muncul saat 2 saudaranya dilihat berbisik yang dianggap mengarah kepada dirinya, kontan si anak lari masuk kamar dan menangis.
Sementara kedua orang tua yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang di pasar juga tidak lagi aktif seperti hari-hari sebelumnya.
“Sesak, seakan mau mati rasanya, apalagi saat tahu pelakunya bebas tidak ditahan, dia tetangga, katanya ada dirumahnya sekarang, saya tutup warung jualan karena pikiran seperti terbang-terbang rasanya,” sedihnya.
Lebih jauh orang tua menuturkan, sejak kejadiaan itu dirinya pun malu bertemu tetangga dan banyak menghabiskan waktu didalam rumah menghibur korban.
Mereka pun berharap adanya kepastian hukum pelaku mendapat hukuman berat.
#SUMBER :
http://online24jam.com/2017/06/01/59...karena-diejek/