- Beranda
- Beritagar.id
Legalisasi pernikahan sejenis di Taiwan dan reaksi dingin Tiongkok
...
TS
BeritagarID
Legalisasi pernikahan sejenis di Taiwan dan reaksi dingin Tiongkok

Pendukung perkimpoian sejenis di Taipei, Taiwan
Panel yang terdiri dari 14 hakim Mahkamah Konstitusi Taiwan telah memutuskan pernikahan sesama jenis di negaranya tidaklah melanggar konstitusi.
Rabu (24/5/2017), Taiwan pun resmi mengumumkan diri sebagai negara pertama di Asia yang meresmikan pernikahan sesama gender.
Dilansir dari keterangan pers Mahkamah Konstitusi Taiwan yang dikutip New York Times, setelah putusan keluar, badan legislatif memiliki waktu dua tahun untuk mengubah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang mengatur urusan ini.
Jika legislatif gagal meloloskan amandemen UU itu dalam dua tahun ke depan, maka pasangan sesama jenis tetap diizinkan untuk melakukan pendaftaran pernikahan mereka kepada pihak berwenang yang bertanggung jawab atas pendaftaran rumah tangga.
Putusan langsung bersambut keriaan dari ratusan pendukung kesetaraan hak bagi kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang membanjiri halaman luar gedung parlemen Taiwan di Taipei.
Hampir dua tahun pemerintah Taiwan menggodok peraturan pernikahan sejenis. Upaya ini dengan cepat mendapatkan momentumnya setelah Presiden Tsai Ing-wen mulai menjabat pada Mei 2016. Secara terbuka, Tsai Ing-wen menyatakan dukungannya pada kesetaraan perkimpoian.
Pengajuan pernikahan sesama jenis ini dimulai saat pemerintah Taiwan menolak permohonan aktivis LGBT, Chi Chia-wei dan pasangan laki-lakinya untuk menikah apda 2013.
"Ini perjuangan yang panjang, dan sekarang aku membutuhkan tidur yang berkualitas," ujar Chi (59), kepada The Telegraph.
Di Asia, Taiwan memang kerap dikenal sebagai negara yang paling mendukung hak-hak LGBT, meski keberadaan kaum ini lebih tenar di Thailand. Taipei, ibu kota Taiwan, bahkan secara rutin menggelar parade LGBT setiap tahunnya.
Sementara, bagi sebagian besar negara Asia lainnya, keberadaan LGBT masih menjadi sebuah hal yang tabu.
Namun, keadaan ini tak mengartikan seluruh warga Taiwan mendukung gerakan serupa. Kaum LGBT Taiwan juga masih harus berjuang melawan stigma, diskriminasi, dan penolakan dari berbagai kelompok.

Pendemo anti-pernikahan sejenis di Taipei, Taiwan.
Selama bertahun-tahun, kelompok-kelompok religius tak henti-hentinya menggerakkan massa menyuarakan penolakan atas pernikahan sejenis, dengan klaim hal ini dapat mengancam masa depan anak-anak.
Belum lagi dengan Tiongkok. Taiwan kerap mendeklarasikan dirinya sebagai negara utuh yang berdiri sendiri di luar bayang-bayang Tiongkok. Namun, Tiongkok belum sepenuhnya bisa melepaskan pengaruhnya pada pulau terbesarnya ini.
Putusan Mahkamah Konstitusi Taiwan ini pun mengundang kontroversi tersendiri di Daratan Tiongkok. Untuk diketahui, hingga 2001, Tiongkok menyebut homoseksual sebagai penyakit kejiwaan, meski menjadi gay bukanlah sebuah hal yang ilegal.
Media-media arus utama Tiongkok enggan memberitakan keriaan pasca-putusan, dan lebih memilih mengangkat sisi kontroversial dari putusan tersebut dalam halaman utamanya.
Pemerintah Tiongkok pun terkesan menutup mulut atas putusan ini, meski banyak yang menganggap keputusan Taiwan dapat memberikan dampak yang luar biasa atas perjuangan hak LGBT di Tiongkok.
"Putusan itu membuktikan bahwa pernikahan sejenis bisa diterima dalam budaya Tiongkok," sebut Li Yinhe, seorang pakar ilmu seksologi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial Tiongkok, dalam Reuters.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ingin-tiongkok
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Dokter tolak BPJS karena riba. Apa hukumnya?-
Sosok terduga teroris Kampung Melayu terungkap-
Polisi kantongi identitas terduga bom bunuh diri Kampung Melayuanasabila memberi reputasi
1
2.2K
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•845Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya