- Beranda
- Beritagar.id
Mampukah Indonesia swasembada daging sapi?
...
TS
BeritagarID
Mampukah Indonesia swasembada daging sapi?

Presiden Joko Widodo didampingi Pemilik PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), Karnadi Winaga, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono, melihat sampi jantan di lokasi peternakan dan penggemukan sapi milik PT KAR di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 21 Juni 2016.
Indonesia sudah berangan-angan menjadi negara swasembada daging sapi sejak 2005. Target swasembada pada 2010 dan 2014 ternyata meleset. Kini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan swasembada daging sapi di Indonesia dapat tercapai dalam 10 tahun ke depan.
Jokowi menyampaikan traget swasembada itu ketika meninjau peternakan sapi PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) di Desa Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6/2016).
"Dari semua potensi yang ada itu sangat memungkinkan kita bisa tetapi harus konsisten, dilakukan terus menerus, dan ya itu butuh waktu 9-10 tahun," kata Jokowi dikutip laman Sekretariat Kabinet.
Target sepuluh tahun itu terbilang lama karena perlu banyak pembenahan dari hulu sampai hilir. Di hilir, Jokowi mengatakan Indonesia membutuhkan sekitar 2-3 juta sperma beku dalam setahun. Menurut Jokowi, proses menuju swasembada daging sapi memerlukan waktu dan bukan proses instan.
"Karena kita harus menyeleksi untuk mendapatkan sapi-sapi yang mempunyai performa yang bisa dipakai untuk menghasilkan sperma, yang nantinya itu dibagikan kepada industri dan petani," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan minimnya pembibitan dalam negeri menjadi alasan populasi sapi tak berkembang. Untuk itu, jalan menuju swasembada dagng sapi adalah memperbanyak program pembibitan oleh swasta maupun BUMN dengan kerja sama peneliti.
Saat ini, produksi daging sapi sebagian besar (90 persen) berasal dari peternakan rakyat dan sisanya dari perusahaan dan peternakan milik pemerintah. Peternakan rakyat selain skala kepemilikannya kecil, juga sifat komersialnya belum terbangun dengan baik sehingga seringkali sapi betina dewasa yang masih produktif dijual atau dipotong.
Saat ini, kata Jokowi, ada tujuh lokasi bagus yang sudah melibatkan swasta, peneliti LIPI (di bawah Dikti). Sementara tempat lain, seperti di Mangatas di Sumatera Barat dikerjakan total oleh Kementerian Pertanian.
Program swasembada daging sapi memiliki arti kemampuan penyediaan daging sapi dalam negeri sebesar 90 - 95 persen dari total kebutuhan daging nasional. Saat ini kebutuhan daging sapi nasional dipenuhi melalui impor sebesar 35 persen.
Bagi masyarakat luas, program swasembada daging akan ikut serta dalam penyediaan gizi dan protein hewani karena Indonesia merupakan negara dengan konsumsi terendah di ASEAN. Jika dibandingkan dengan Malaysia yang konsumsinya mencapai 46,87 kilogram per kapita per tahun, Indonesia hanya mencapai 4,5 kilogram per kapita per tahun.
Swasembada juga diharapkan dapat mengurangi biaya impor dan menekan harga daging sapi dalam negeri. Presiden mengatakan harga daging di negara lain bisa Rp55.000-60.000 per kilogram. "Mestinya kita di sini juga mengarahnya ke sana," ujar Jokowi. Jokowi mentargetkan harga daring sapi di Indonesia Rp80.000.
Sebelum swasembada, kata Jokowi, mau tidak mau untuk konsumsi sementara sebagian impor. Jokowi mengingatkan, kalau kita tidak impor justru induk-induk sapi betina yang baik-baikakan disembelih. "Ini yang bahaya. Ini yang harus dihindari juga," katanya.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...da-daging-sapi
---
anasabila memberi reputasi
1
1.6K
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•845Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya