- Beranda
- Berita dan Politik
Mertua Penampilan Santun Ludes Dikuras Sang Mantu
...
TS
duomiloser
Mertua Penampilan Santun Ludes Dikuras Sang Mantu
Quote:
JIKA ada anak menantu paling tega se Surabaya, mungkin hanya Ny. Elda, 30. Tahu mertuanya, Darwono, 65, yang santun tapi pakar mesum, langsung diperasnya tanpa ampun. Harta mertua dikuras nyaris habis. Dalam sidang gugatan warisan barulah terungkap, mengapa Mbah Murdani jadi sapi perahan anak mantunya.
Penampilan orang kadang suka nyolong pethek. Tampangnya ganteng, sangat santun, tapi hatinya licik. Omongan tidak selalu paralel dengan perbuatan, bahkan bertentangan dengan akal sehat. Celakanya, banyak orang yang percaya. Setelah terbuka skandal dan kedoknya, barulah mafhum. Tapi hanya bisa bilang, “Oo, ternyata begitu to? Diamput…..!”
Di Genteng Kali, Surabaya, nama Mbah Guru Darwono cukup dikenal. Dia pensiunan guru yang lumayan kaya. Di kala muda sepertinya sangat ganteng. Sisa-sisa kegantengannya masih terlihat. Cuma tutur katanya yang runut, rapi, mempesona dan terukur, tak pernah luntur. Maka Mbah Guru Darwono sangat dihormati di lingkungannya. Bahkan banyak pula warga yang minta petunjuk pada pensiunan guru yang sangat santun itu.
Tapi sesungguhnya, itu hanya etalase belaka. Aslinya, dia adalah seorang lelaki hidung belang, pakar selingkuh. Ini diketahui presis oleh Elda sekitar 10 tahun lalu, ketika dia belum jadi menantu Pak Guru Darwono. Diam-diam kakek ini dulu punya WIL dekat rumah Elda. Bahkan kata saksi mata di lingkungan Elda, Mbah Darwono ini dulu aktivis Gang Dolly.
Tak diduga tak dinyana, Elda terlibat pacaran dengan salah satu anak lelaki Darwono bernama Agus, 33. Namanya sudah kadung cinta, Elda sama sekali tak khawatir bahwa Agus, akan menjadi penerus bakat sang ayah. Padahal biasanya, buah itu jatuh tak jauh dari batangnya.
Dan ternyata betul, Agus memang berkelakuan tak seburuk sang ayah, bahkan dia juga tak tahu kelakuan asli Pak Guru Darwono. Sayangnya, Agus yang berkarakter bagus itu tak punya garis rejeki yang bagus. Dari 4 anak Darwono, hanya Agus saja yang belum punya rumah. Selama ini harus puas hanya tinggal di rumah kontrakan. Agus pernah minta dibelikan rumah, tapi Darwono menolak. “Pindah saja kamu ke Jakarta, nanti dapat rumah Rp 350 juta DP nol rupiah….,” malah begitu kata si bapak.
Kurang ajar, hanya minta rumah kok dipolitisir. Elda yang tahu kartu as mertuanya, diam-diam mendekati Darwono dan mengancam. Jika tak mau membelikan rumah, maka skandalnya di masa lalu akan diberitahukan kepada ibu mertua perempuan, bahkan jika perlu dimasukkan Youtube dan diberi caption (keterangan): penistaan rumahtangga? Sekarang tinggal milih, keluar duit reputasi terjaga, atau tak keluar duit tapi citra hancur lebur?
Benar-benar Mbah Guru Darwono mati kutu. Ketimbang rahasianya masa lalu terbongkar dan citra kakek santun itu sirna, ya sudah….. Agus dibelikan rumah seharga Rp 300 juta. Tapi lain waktu kembali Elda memeras mertua, minta dibelikan sepeda motor bingung, yang bentuknya Vespa bukan tapi Honda juga tidak. Lagi-lagi demi menjaga stabilitas keluarga, todongan sang menantu dikabulkan.
Para anak dan menantu yang lain tentu saja curiga, kenapa Darwono memanjakan Elda? Jangan-jangan mereka selingkuh bersama, ternyata tidak. Khawatir harta habis digerogoti Elda, ke-4 anak yang lain sepakat gugat warisan ke Pengadilan Agama Surabaya. Nah, di sinilah baru terungkap. Sebab diam-diam Darwono memberikan testimoni, “Tapi jangan bilang sama ibumu ya. Bapak dulu punya WIL dekat rumah Elda, dan suka main ke Dolly.” Anak-anak pun sekarang mafhum, meski batinnya mengumpat Elda.
Oo, Pak Guru, ternyata dulu setiap hari Minggu Darwono dulu berbuat saru! (JPNN/Gunarso TS)
http://poskotanews.com/2017/04/25/me...as-sang-mantu/
Penampilan orang kadang suka nyolong pethek. Tampangnya ganteng, sangat santun, tapi hatinya licik. Omongan tidak selalu paralel dengan perbuatan, bahkan bertentangan dengan akal sehat. Celakanya, banyak orang yang percaya. Setelah terbuka skandal dan kedoknya, barulah mafhum. Tapi hanya bisa bilang, “Oo, ternyata begitu to? Diamput…..!”
Di Genteng Kali, Surabaya, nama Mbah Guru Darwono cukup dikenal. Dia pensiunan guru yang lumayan kaya. Di kala muda sepertinya sangat ganteng. Sisa-sisa kegantengannya masih terlihat. Cuma tutur katanya yang runut, rapi, mempesona dan terukur, tak pernah luntur. Maka Mbah Guru Darwono sangat dihormati di lingkungannya. Bahkan banyak pula warga yang minta petunjuk pada pensiunan guru yang sangat santun itu.
Tapi sesungguhnya, itu hanya etalase belaka. Aslinya, dia adalah seorang lelaki hidung belang, pakar selingkuh. Ini diketahui presis oleh Elda sekitar 10 tahun lalu, ketika dia belum jadi menantu Pak Guru Darwono. Diam-diam kakek ini dulu punya WIL dekat rumah Elda. Bahkan kata saksi mata di lingkungan Elda, Mbah Darwono ini dulu aktivis Gang Dolly.
Tak diduga tak dinyana, Elda terlibat pacaran dengan salah satu anak lelaki Darwono bernama Agus, 33. Namanya sudah kadung cinta, Elda sama sekali tak khawatir bahwa Agus, akan menjadi penerus bakat sang ayah. Padahal biasanya, buah itu jatuh tak jauh dari batangnya.
Dan ternyata betul, Agus memang berkelakuan tak seburuk sang ayah, bahkan dia juga tak tahu kelakuan asli Pak Guru Darwono. Sayangnya, Agus yang berkarakter bagus itu tak punya garis rejeki yang bagus. Dari 4 anak Darwono, hanya Agus saja yang belum punya rumah. Selama ini harus puas hanya tinggal di rumah kontrakan. Agus pernah minta dibelikan rumah, tapi Darwono menolak. “Pindah saja kamu ke Jakarta, nanti dapat rumah Rp 350 juta DP nol rupiah….,” malah begitu kata si bapak.
Kurang ajar, hanya minta rumah kok dipolitisir. Elda yang tahu kartu as mertuanya, diam-diam mendekati Darwono dan mengancam. Jika tak mau membelikan rumah, maka skandalnya di masa lalu akan diberitahukan kepada ibu mertua perempuan, bahkan jika perlu dimasukkan Youtube dan diberi caption (keterangan): penistaan rumahtangga? Sekarang tinggal milih, keluar duit reputasi terjaga, atau tak keluar duit tapi citra hancur lebur?
Benar-benar Mbah Guru Darwono mati kutu. Ketimbang rahasianya masa lalu terbongkar dan citra kakek santun itu sirna, ya sudah….. Agus dibelikan rumah seharga Rp 300 juta. Tapi lain waktu kembali Elda memeras mertua, minta dibelikan sepeda motor bingung, yang bentuknya Vespa bukan tapi Honda juga tidak. Lagi-lagi demi menjaga stabilitas keluarga, todongan sang menantu dikabulkan.
Para anak dan menantu yang lain tentu saja curiga, kenapa Darwono memanjakan Elda? Jangan-jangan mereka selingkuh bersama, ternyata tidak. Khawatir harta habis digerogoti Elda, ke-4 anak yang lain sepakat gugat warisan ke Pengadilan Agama Surabaya. Nah, di sinilah baru terungkap. Sebab diam-diam Darwono memberikan testimoni, “Tapi jangan bilang sama ibumu ya. Bapak dulu punya WIL dekat rumah Elda, dan suka main ke Dolly.” Anak-anak pun sekarang mafhum, meski batinnya mengumpat Elda.
Oo, Pak Guru, ternyata dulu setiap hari Minggu Darwono dulu berbuat saru! (JPNN/Gunarso TS)
http://poskotanews.com/2017/04/25/me...as-sang-mantu/
ngadem dulu gaaaaannn..

poskota rasa pilkada

buangke nyang bikin berita

0
2.9K
Kutip
16
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya